
Hailey & Malvin part........
"Anakku hiks.. anakku maafkan mommy nak..maafkan mommy" ujar Hailey melantur bergumam dengan air mata yang mengalir di pipi nya.
"Astaga apa kau begitu terluka..tenang lah aku tak akan meninggalkan mu..aku akan di sini menemanimu" ujar pria itu menenangkan Hailey yang tidur nya gelisah.
'Wanita Yang Malang' batin pria itu.
Pria itu yang tak lain adalah Malvin sendiri memilih duduk di samping brankar Hailey..dia tidak tau kenapa tapi hati nurani nya tergerak untuk membantu Hailey.
Malvin tertidur dengan tangan yang masih memegang tangan Hailey..sementara itu Hailey kembali tenang dan terlelap lagi..mungkin Hailey nyaman dengan Malvin.
Sementara itu di kediaman pria yang sudah berstatus mantan suami Hailey tengah terjadi pernah ranjang yang kian membara..pria itu adalah Billy dia kini tengah bercinta dengan seorang wanita yang jauh lebih sekseh di banding Hailey meski lebih cantik Hailey.
Mereka terus bermain dengan begitu bringas.. sama-sama memiliki haserat tinggi pada kebutuhan biologis satu sama lain.
"Orghhhhh aku aaaah" Billy mengerrang saat merasakan puncak kenikmatan nya.
Dia menumpahkan semua nya pada rahim wanita itu namun tetap aman karena sang wanita sudah meminum pil penunda kehamilan..dia bebas bermain dengan siapa saja yang dia ingin kan.
"Huhhh.. pergilah" ujar Billy mengusir sang wanita keluar dari kamar nya.
Sang wanita menurut saja setelah memakai pakaian nya kembali sang wanita mengambil bayaran nya.. setelah nya sang wanita pergi dari kamar Billy.
Billy duduk di sofa yang ada di balkon kamar nya..dia meminum vod*ca untuk sekedar merilekskan kembali syarat tubuh nya setelah melakukan pelepasan bersama wanita tadi.
"Rasanya aku tidak sabar untuk segera memiliki nya..ck kapan dia bisa berada di tangan ku..sialan" ujar Billy mengumpat karena tak kunjung juga orang suruhan nya memberi kabar baik padanya.
Billy sangat menantikan kabar baik dimana orang suruhan nya telah mendapatkan wanita yang dia incar sayap di Cebu..tapi sampai saat ini bahkan keberadaan wanita itu dia tidak mengetahui nya.
"Aku akan mendapatkan mu bagaimana pun cara nya..kau lain dari yang lain..aku harus bisa memiliki mu" gumam Billy menyeringai menatap lurus pemandangan balkon kamar nya.
#
__ADS_1
#
Pagi nya Hailey sudah bangun karena merasakan pasokan kemih nya terlalu penuh..dia ingin ke toilet.. Hailey bergerak pelan dan gerakan itu cukup untuk mengusik tidur Malvin.
Malvin terbangun karena merasakan pergerakan kecil dari brankar..dia membuka mata nya dan melihat Hailey tengah menatap nya dengan tatapan polos..astaga kenapa wanita di depan nya menggemaskan sekali dengan ekspresi wajah seperti itu.
"Kau mau kemana?" tamat Malvin yang sudah tersadar dari kantuk nya.
"A..aku mau ke kamar mandi" ujar Hailey lirih takut-takut menatap Malvin.
"Oh..biar ku bantu" Malvin bangun dan membantu Hailey turun menuju kamar mandi.
Hailey tak ada kesempatan untuk menolak..dia sudah tidak tahan lagi dan menerima bantuan dari Malvin..terpaksa karena dia sendiri masih susah untuk berjalan.
Setelah selesai kini Hailey dan Malvin duduk di sofa ruangan Hailey.. Malvin sudah ijin dengan Ray dana Ray mengijinkan..tanpa banyak pertanyaan karena Ray tau jika Malvin sudah ijin ada urusan penting maka itu memang penting.
"Namamu siapa?" tanya Malvin pada Hailey.
"Hailey..panggil saja Ely..kau sendiri?" jawab Hailey memperkenalkan diri.
"Terimakasih sudah menolongku..aku tak tau jika tidak ada kau mungkin aku sudah berakhir di pemakaman umum..sekali lah terimakasih" ucap Hailey berterimakasih kepada Malvin karena sudah menolong nya kemarin.
"Tidak usah di pikirkan..setelah ini kau mau kemana..apa ada tempat yang kau tuju mungkin orangtuamu?' tanya Malvin pada inti nya.
Hailey tampak terdiam..wajah nya sendu..dia tidak ada tempat untuk berteduh mulai sekarang..entah lah nasib nya nanti mungkin akan menjadi gelandangan yang hidup di bawah kolong jembatan.
"Kau tidak ada tempat untuk kembali" ujar Hailey berkata jujur.
"Tidak ada.. orangtuamu kemana?" tanya Malvin heran.
"Orangtuaku sudah menjual ku pada mantan suamiku yang baru saja menceraikan ku dana memaksaku untuk menelan obat penggugur kandungan..mereka menjualku hanya demi bisa melunasi hutang mereka sementara aku sudah bukan lagi anggota keluarga ku mulai saat orangtuaku menandatangani surat pernyataan bahwa mereka telah menjualku pada Billy..emm jika kau ingin pulang maka pulang lah aku sudah sangat berterimakasih karena kau mau membantu ku sampai sejauh ini.. terimakasih sekali lagi" Hailey menjelaskan bahwa dia sudah tidak memiliki keluarga sejak kedua orangtuanya menjual nya sebagai pelunas hutang.
Malvin tampak diam saja..dia juga terenyuh mendengar cerita kehidupan Hailey..entah lah dia jadi kasihan dan khawatir jika Hailey bertemu pria brengsek itu lagi.
__ADS_1
"Ikut lah ke apartemen ku..kau boleh tinggal di sana karena aku jarang pulang.. kebetulan aku tak memiliki pekerja di rumah jadi jika kau tidak enak hati tinggal begitu saja kau bisa membantu ku membersihkan apartemen anggap saja sebagai bayaran nya.. bagaimana?" ujar Malvin menawarkan agar tinggal di apartemen nya saja.
"Apa tidak merepotkan mu..kekasihmu atau istri mu nanti salah sangka bagaimana?" tanya Hailey berpikir jauh sebelum menerima nya.
"Hahaha aku tidak memiliki siapapun selain bosku..jangan kan kekasih hidupku hanya untuk bekerja dan bekerja..tenang saja aku masih single dan belum terikat dengan siapapun.. bagaimana apa masih ragu?" tanya Malvin menjelaskan dengan sabar.
"Emm baiklah jika tidak merepotkan mu" akhirnya Hailey mau menerima tawaran untuk tinggal di apartemen Malvin.
Malvin tersenyum namun senyum nya hanya senyum simpul..dia tidak masalah hitung-hitung menolong sesama yang membutuhkan..bukan kah sesama manusia kita harus saling menolong.
Malvin bersiap untuk pulang dia juga membantu Hailey ke kamar mandi..Hailey sudah berganti pakaian tentu pakaian yang di belikan Malvin karena Hailey bahkan hanya mengenakan baju yang sudah tidak layak pakai bukan karena robek atau apa tapi karena baju itu sudah di buang karena penuh dengan darah nya.
"Ayo pulang..mulai sekarang kau menjadi tanggung jawab ku karena kau tinggal bersama ku..jangan takut aku bukan tipe orang yang brengsek" ujar Malvin meyakinkan Hailey agar tak takut padanya.
"Iya terimakasih" balas Hailey juga merasa hal lain bahwa Malvin adalah orang baik..
Malvin menuntun Hailey keluar dari ruangan itu dan menuju lobby rumah sakit..sampai di lobby Hailey di dudukan dulu di kursi tunggu yang ada di sana sementara Malvin mengambil mobil nya.
Malvin merasa Hailey adalah wanita yang butuh perlindungan sungguh kasihan wanita itu ibarat nya sudah jatuh tertimpa tangga.
#
#
Hailey...
Malvin
Billy
__ADS_1