OMAH SIMBAH

OMAH SIMBAH
BAB 100 . AKHIR YANG BAHAGIA


__ADS_3

Ini bab terakhir dari cerita omah simbah terimakasih saya ucapkan, yang sudah mendukung cerita ini dari awal hingga akhir semua like, komen dan faforit dan juga hadiah yang di berikan.


Dan untuk saran-saran yang memberi motivasi


yang terbaik.


Dan maaf di tulisan ku ini jika masih banyak kekurangan di sana sini baik dalam tulisan dan kata-kata nya.




BAB 100 . AKHIR YANG BAHAGIA



Kedatangan dua bayi kembar menambah kehebohan rumah ini, tangis mereka di pagi hari membangunkan siapa saja yang baru terlelap karena bergantian berjaga begadang semalaman karena tangisnya yang tiba-tiba, jangan di tanya Pram, kondisinya sudah mulai membaik ramuan-ramuan mak Sunar membuat kondisi Pram cepat pulih.



Memiliki dua bayi perempuan yang cantik kami memberinya nama KINANTI dan KINARA , waktu bergulir dengan cepat tumbuh kembang mereka terpantau dengan baik, duo nenek di tambah mak Sunar yang cerewetnya melebihi dua nenek nya, usia si kembar menginjak empat tahun saat Pram memutuskan hamil lagi karena ingin memberikan cucu yang banyak untuk dua nenek ini.



Klop sudah sejak Pram di nyatakan hamil lagi Kinanti dan Kinara semakin lengket dengan dua nenek nya, usaha yang kami rintis pun maju dengan pesat.



Mushola yang semakin hari semakin ramai


serta sawah yang kini sudah aku minta pak Man yang mengawasinya.



Semua berjalan sesuai dengan tujuan kami.


Sementara rumah di kota kami sewakan dan uang dari sewanya langsung kami sumbangkan sebagian ke panti asuhan dan beberapa lembaga yang kami percaya untuk menyalurkannya.



Kehamilan kedua yang sedikit rewel tapi semua terbayar tunai saat kelahiran seorang bayi laki laki yang tampan putih dan bersih.

__ADS_1



Wajah bayi kedua ini memiliki seratus persen kemiripan dengan Prameswari kami memberi nama Lintang, tangisnya yang kencang di tengah malam membuat semuanya terbangun. Terkadang dua kakaknya juga ikut menangis melihat adiknya terbangun dengan tangisnya, beruntung dua nenek dengan sigap membantu.



Waktu berjalan dengan dengan cepat ketiga anakku pun mulai memasuki sekolah ke jenjang yang lebih tinggi ya, twin kini sudah masuk SD, kesibukan pagi hari yang melibatkan semua penghuni rumah harus saling membantu menyiapkan ini dan itu.



Si kecil Lintang kini, sudah berusia empat tahun kembali rejeki Allah berikan pada kami, Pram kembali di percaya di beri momongan.



Kehamilan yang tidak menyulitkan semua berjalan lancar, melihat anak kami bertambah satu lagi, akhirnya kami memutuskan untuk merenovasi rumah yang kami tempati, tidak melebar tapi naik ke atas.



Perjalanan waktu terasa cepat setelah kelahiran putra kami yang keempat dengan wajah perpaduan antara aku dan Pram, akhirnya kami memberi nama Spesial untuk nya ARION.



Lengkap sudah kebahagian yang kami rasakan



Menghargainya sebagai orang tua ketiga kami dengan sabarnya mak Sunar merawat dan memperhatikan anak-anak kami meski usianya tak mudah lagi.



Hingga akhirnya kami harus rela kehilangan satu dari tiga ibu kami, ya, mak Sunar pergi lebih dulu menghadap ilahi, tangis anak-anak mengiringi pemakaman mak Sunar dan memang mak Sunar sangat berjasa di keluarga kami.



Perjalanan waktu merambat naik kini anak anak mulai tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dan aku sangat beruntung karena dua bidadariku tak menuruni watak tomboy ibunya.



Sementara dua jagoanku LINTANG DAN ARION


menjadi anak laki laki yang tumbuh dengan tampan.

__ADS_1



Jangan di tanya ratu di rumah ini dan permaisuriku , semakin berusia matang semakin menawan.



Kini dua ibu juga sudah berusia lanjut , senyumnya selalu terkembang melihat kehebohan keempat cucunya.



Dan akhirnya satu di antara mereka ada yang mewarisi bakat ibunya KINARA yang diam-diam mampu dan bisa tanpa proses yang rumit seperti ibunya, semua berjalan sesuai kodratnya.



KINARA yang kalem dan sedikit pendiam, sementara KINANTI lebih memilih mengikuti jejak nenek Asih nya bersama dua jagoan ku.



Rasa syukur selalu kami panjat kan, setiap saat. Melihat pertumbuhan mereka mengawasi secara diam-diam setiap kegiatan mereka, melakukan yang terbaik untuk mereka dan menyiapkan dan mendidik mereka menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.



Menghantar keempat buah hati kami sesuai dengan kemampuannya, susah dan senang telah kita lalui bersama, kini tinggal menanti hal hal baru lagi untuk kita lalui bersama dengan semangat dan usaha kami.



Dan di sinilah aku bersama Prameswari duduk di halaman belakang menatap langit malam hari melihat bintang dengan senyum terkembang.



"Terima kasih, sudah menemaniku mau menjadi teman, sahabat, kekasih, suamiku dan menjadi orang yang pertama dan terakhir dalam hatiku, sembari mengeratkan rangkulannya.



Ku tatap wajah yang masih terlihat cantik, sama-sama dan terima kasih kau juga selalu menjaga hatimu untukku dan selalu menjadi orang yang pertama untukku dan selamanya.



Kembali menatap langit malam dengan tenang dan bahagia .


__ADS_1


~~~~~~~~~~~~~TAMAT ~~~~~~~~~~~~


__ADS_2