
HALO READER
Perkenankan saya untuk menyapa para pembaca, sebagai ungkapan rasa terima kasih saya.
Reader, menulis cerita Omah Simbah ini, banyak hal menarik yang saya dapatkan, membutuhkan banyak energi dan waktu yang saya perlukan. Apalagi untuk penulis pemula seperti saya ini. Terima kasih untuk pembaca yang masih terus mengikutin cerita saya dan harapan saya pembaca menyukainya meski saya sadar banyak kekurangan dalam tulisan saya ini, secara bertahap saya akan memperbaiki dan berusaha untuk menulis semakin baik lagi.
Terima kasih atas dukungannya hingga novel saya sampai di tahap ini. Sebelum novel Omah Simbah ini benar-benar end. Ijinkan saya mengucapkan terima kasih.
Hai ... Novel toon dan Mangatoon terima kasih sudah memberikan tempat dan sarana bagi penulis pemula seperti saya ini, begitu juga dengan kakak-kakak Admin, terima kasih dan beberapa para pembaca yang memberi dukungan dan komentar yang membangun, sehingga saya terus berusaha untuk belajar menulis dengan baik lagi, hai ... kak senja pembaca pertama saya yang memberi dukungan terbaiknya, serta beberapa pembaca lainnya seperti kak Misdianto, kak Alwi, kak anita, kak eka fery dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan di sini.
Saya sebagai penulis sangat-sangat ber terima kasih atas dukungan yang di berikan.
Mohon maaf apabila dalam menulis atau menjawab komentar banyak kesalahan atau khilaf yang tidak saya sadari, semoga ke depannya saya akan bisa lebih baik dan berusaha untuk lebih baik lagi dalam menulis.
Tak lupa terima kasih untuk like, faforit hadiah dan komentar yang di berikan, sekali lagi saya ucapkan terima kasih.
Reader, jangan lupa untuk mampir di cerita aku terbaru yang berjudul kekasih bayangan.
Cerita yang terinspirasi dari cerpen saya yang berjudul pacarku penunggu patung perak.
Semoga para Reader menyukai karya yang terbaru saya, yang saat ini masih dalam tahap
pengerjaan. untuk di karya terbarunya nanti saya akan up dua hari sekali dan jika memang memungkinkan saya akan usahakan untuk up setiap hari.
Sampai ketemu lagi di karya saya yang lain tetap di tunggu like, komentar, hadiah dan faforit nya. Harapannya semoga reader suka dengan karya terbaru saya nantinya.
Terima kasih.
BAB 140. CERITA TERAKHIR
LIMA TAHUN KEMUDIAN
"Bapak ... panggil Arion, anak laki-laki paling bontot yang kini sudah menginjak remaja. Semakin menunjukkan ketertarikannya untuk mengolah sawah, meski belum begitu paham seutuhnya tentang seluk beluk sawah, tapi semangat dan rasa ingin tahunya membuat Bapak dan Ibunya hanya geleng-geleng kepala.
Dengan sikapnya yang keras kepala dan kadang itu membuat beberapa pekerja di sawah sedikit menahan emosi saat menghadapi Arion. Namun, semua terselesaikan saat Mbah Man, bisa memberitahunya dengan baik dan mengajari sesuai usiannya.
Senyum Mbah Man selalu tersungging saat melihat Arion datang. Para pekerja yang akhirnya menyadari dan mau membantu Arion saat dia datang ke sawah meskipun hanya ingin bertanya atau melakukan sesuat untuk memenuhi rasa penasaran di hatinya.
__ADS_1
Cita-cita yang tak jauh dari Rian dan Pram, kalau mungkin ingin mengajar sebagai Dosen pertanian. Mendengar celoteh Arion seketika membuat kami terkejut, besar sekali kemaunnya. Benar kata Pak Man Arion tipikal yang mirip dengan Pram dan Simbah Rum sangat tekun dan teliti. Seperti pagi ini, masih pagi Arion suah bersiap-siap ke sawah.
"Nak, sudah, fokus sekolah dulu," ucap Rian mengingatkan.
"Sudahlah Bapak," hanya itu yang ke luar dari mulutnya dan berlalu pergi begitu saja. Rian hanya tersenyum mendengar ucapannya. Kini kulit Arion pun juga sedikit gelap tubuhnya terbentuk sempurna tinggi dan tegap.
Hingga kepergian Pak Man satu bulan lalu karena sakit yang datang tiba-tiba. Pria yang sudah berumur. Namun, Arion sangat menyukainya dan tak segan-segan untuk bertanya apapun pada Pak Man. Kepergian Pak Man membuat Arion sangat sedih selama dua hari Arion hanya duduk termenung.
Hingga Rian dan Pram memutuskan untuk memanggil sang kakak Lintang, untuk menemani sang adik.
Kedatangan Lintang ke rumah yang sengaja Rian pinta untuk menemani sang adik membuat Arion tersenyum kembali.
Lintang yang kini sudah berada di pondok pun juga sudah menunjukkan keinginannya untuk mengabdi dan belajar demi kemajuan pondok nantinya. Bersama Ilham dan Abah mereka berdua selalu berusaha mendidik Lintang dengan baik yang selalu menemani dan membimbing Lintang.
Bersamaan dengan berjalannya waktu kini Kinanti sudah menginjak masa-masa kuliah apalagi jurusan yang di ambilnya membuatnya semakin sibuk. Kesibukannya ini pun membuat Kinanti harus bertarung dengan waktu, berangkat pagi hingga nanti selepas magrib baru datang.
Berbeda dengan Kinanti berbeda pula dengan Kinara, anak gadisku ini sungguh membuat hati kami selalu was-was. Dengan kegiatan yang di lakukan. Akhirnya kami menyadari dan memahami jika semua yang di lakukan Kinara masih dalam batasannya.
Begitu juga dengan Kinara selain sibuk kuliah, kini Kinara juga mulai sibuk membuat konten bersama Andra. "Andra. Rian dan Prameswari langsung merengutkan kening saat laki-laki ini dengan beraninya meminta ijin untuk mengajak Kinara bergabung dengannya."
Penolakan yang kami lakukan akhirnya membuat Andra mengeluarkan kata sakti yang Kinara buat, sesuai dengan janji Kinara akhirnya mau tidak mau, Rian menyetujuinya dengan berbagai syarat yang harus bisa di penuhi oleh Andra. Perbincangan rahasia yang Rian lakukan dengan Andra membuat Rian sedikit lega melepas Kinara bergabung dengan Andra.
Meskipun pada awalnya Kinara harus berdebat dulu dengan Andra dan menolak, tetapi akhirnya Kinara pun harus mengalah karena janji lima tahun lalu yang dia buat untuk Andra. Rian sedikit tersenyum saat mendengar ini, teringat Kinara dan Andra datang meminta ijin pada kami dan untuk memastikan bahwa kami menyetujuinya.
__ADS_1
Andra yang sudah pasti mengerti jawaban akhirnya hanya tersenyum saja, dengan drama di awal yang sudah Andra buat dengan meminta ijin dulu pada kami tanpa Kinara.
Kini sudah jelas dari tujuan masing-masing anak-anak, Rian dan Pram hanya bisa menatap mereka dengan senyum, mengawasi mereka dari tempat kami.
Seperti sore ini matahari sudah condong ke barat, sinarnya yang kuning keemasan terlihat indah, duduk berdua memandang langit sore.
Sesaat senyum Prameswari tersunggging, itu membuat Rian sedikit heran. Menatap wanita cantik di sisiku meski usianya bukan muda lagi, tapi selalu bisa membuatku jatuh cinta berulang kali.
Merasa Rian perhatikan Prameswari semakin tersenyum dan kembali menatap.
"Terima kasih," ucapnya pelan.
"Terima kasih sudah setia terhadap diriku, mau jadi bagian dari ceritaku, memilih berjalan denganku, bersabar akan diriku," kembali ucap Prameswari pelan.
Mendengar ini Rian langsung memeluk tubuh Prameswari, menatap langit senja di sore hari
ada rasa tenang di hatiku.
"Terima kasih cinta pertamaku," ucap Mas Rian pelan dan semakin memeluk erat tubuh Prameswari.
"Kita habiskan sisa waktu kita berdua, kita melangkah berdua untuk menghantar anak-anak kita, hingga mereka mencapai tujuannya, tetaplah di sisiku, kita menua bersama dan kita jalani semua cerita kita hingga akhir nanti, Prameswari cinta pertamaku dan ibu dari anak-anakku tetaplah seperti ini jangan pernah berubah untukku.
Prameswari hanya menatap sejenak hingga beberapa saat Rian melihat anggukan kepalanya, senyumnya kembali terkembang, seakan tak ada lagi hal terindah di saat-saat seperti ini.
"Terima kasih Mas Rian," hanya itu yang Rian dengar keluar dar bibirnya.
__ADS_1
END