
Acara sakral itu sedang berlangsung. Prima sedang menjabat tangan Iwan dengan suasana penuh khidmat. Kalimat ijab-qabul itu terdengar lantang berkumandang memenuhi ruangan ballroom tempat acara di adakan. Prima memberikan Faya mahar berupa satu set perhiasan berlian dengan nilai yang fantastis.
Faya yang duduk di sebelah Prima hanya berani menundukkan wajahnya saja. Tidak berani bergerak sedikitpun. Ia baru bisa menghela nafas lega ketika pasa saksi dan seluruh tamu yang ada di sana mengucapkan kata ‘sah’ secara bersamaan.
Kini, resmi sudah ia menjadi istri dari Prima Hebi Prianggoro. Seiring kata ‘sah’ yang baru saja berkumandang, statusnya telah berubah dari lajang menjadi bersuami. Sekarang ia adalah seorang istri. Status yang memikul banyak tanggung jawab.
Bahtera Prima dan Faya baru saja meninggalkan pelabuhan. Mulai mengarungi lautan yang pasti akan penuh dengan intrik dan cobaan. Ia harus menemani nahkodanya untuk melawan semua badai yang akan bahtera mereka lewati.
Tak terasa airmata Faya menetes. Ia bahagia. Pun sedih karna ayah dan ibunya tidak bisa menyaksikan momen membahagiakan ini.
Lain Faya, lain pula Prima. Pria itu benar-benar tak bisa menyembunyikan raut bahagianya sedikitpun. Senyumnya terus merekah lebar hingga menampakkan deretan gigi-giginya. Rasanya bahagia luar biasa setelah ia kini sah berstatus menjadi suami dari Fayandayu. Gadis yang sudah menjungkir balikkan hati dan prasaannya. Menyita semua perhatiannya. Membuat dadanya selalu bergemuruh luar biasa.
Sekarang, gadis itu benar-benar sudah menjadi miliknya. Ini adalah hal paling membahagiakan sekaligus mendebarkan yang pernah di alami Prima selama ia hidup. Bahkan ketika cinta pertamanya menerima perasaannya, ia tidak merasa sebahagia ini.
Setelah acara sakral itu terlaksana, kini Faya dan Prima tengah berdiri berdampingan. Menunjukkan foto buku nikah yang mereka pegang. Tersenyum sumringah ke arah sorot kamera.
Jantung Faya masih terasa hendak melompat. Setelah tadi, ketika selesai ijab kabul ia mencium tangan suaminya, dan Prima membalasnya dengan mengecup keningnya lama. Membuat seolah ia sedang terbang ke angkasa.
Malu sebenarnya di lihat banyak orang dalam momen se’intim’ itu. Tapi tubuhnya tidak dapat menolaknya. Ia justru meresponnya dengan memejamkan matanya karna memang ia menikmati sentuhan bibir Prima di keningnya.
“Selamat ya sayang. Selamat datang di keluarga kami.” Zinnia memeluk Faya dengan sangat erat. Wanita paruh baya yang masih terlihat anggun itu tak mampu menyembunyikan raut bahagianya. Ia bahkan sempat menangis tadi ketika Prima mengucapkan ijab-qabul.
“Terimakasih, Ma. Tolong bimbing Faya ya, Ma.” Balas Faya. Iapun balas memeluk ibu mertuanya itu.
Acara kemudian di teruskan dengan para keluarga dan tamu undangan yang bergantian memberi selamat kepada pengantin baru itu. Rata-rata tamu adalah dari pihak keluarga Prima. Sementara dari pihak Faya hanya Iwan saja. Untungnya ada beberapa teman Iwan yang ikut hadir di sana. Sehingga Iwan tidak merasa asing atau kesepian.
__ADS_1
“Selamat ya Mas Prima.” ujar seorang pria tampan yang mengenakan batik lengan panjang.
“Makasih, Igo. Ibra mana?”
“Itu.” Igo menunjuk kembarannya yang terlihat sedang sibuk menelfon.
Mata Faya sibuk mencari sosok Harvey yang belum juga muncul batang hidungnya. Ia cemas jika pria itu tidak datang. Namun walaupun begitu, ia tetap berusaha tersenyum ramah pada setiap tamu yang menyalami mereka.
Pesta ini benar-benar sangat meriah. Kebanyakan tamu yang hadir merupakan pejabat atau pengusaha yang sudah terkenal di indonesia. Ya saja, karna FD Corp juga merupakan salah satu perusahaan raksasa yang menggurita. Jadi wajar jika tamu undangan merupakan orang-orang penting.
Wajah Faya berubah sumringah ketika melihat keriuhan di dekat pintu masuk. Terlihat para gadis yang berbisik-bisik heboh. Ada juga yang berteriak-teriak tidak jelas ketika melihat sosok artis tampan masuk ke dalam ruangan pesta. Siapa lagi kalau bukan Harvey. Kedatangannya sontak mencuri perhatian sebagian tamu.
Harvey mengangguk-angguk ramah kepada setiap orang yang ia lewati. Bersama dengan manajernya, ia terus berjalan menujuke atas pelaminan untuk memberikan selamat kepada Prima dan Faya.
Yang lebih membuat heboh adalah, kado yang sedang Harvey pegang itu. kado itu terbuat dari mika bening sehingga semua orang bisa melihat dengan jelas apa yang ada di dalamnya.
“Selamat ya.” Harvey menghampiri Prima lebih dulu. Keadaan itu kini sedang menjadi pusat perhatian.
Sementara wajah Prima sedang memerah kesal bukan main ketika melihat isi kado yang di bawa oleh Harvey.
“Rutin di minum. Biar kuat.” Bisik Harvey sambil memberikan kadonya kepada Prima.
Faya yang melihat itu hanya bisa menahan diri untuk tidak tertawa terbahak-bahak sehingga tidak menghilangkan keanggunannya.
“Sia lan lo.” Desis Prima kesal. Ia tersenyum namun juga wajahnya menunjukkan kalau ia sedang kesal setengah mati.
__ADS_1
“Harusnya lo berterimakasih sama gue. Ini si merah pasti buat klepek-klepek. Yakin.” Lanjut Harvey. Sebenarnya dia juga sedang menahan tawa melihat wajah kesal Prima.
Harvey memang sengaja memberikan kado absurd itu untuk Prima sebagai bentuk balas dendamnya. Ia butuh pelampiasan untuk menyelesaikan perasaannya sekaligus untuk mengerjai Prima. Dan terpikirlah ide gila itu.
Prima benar-benar di buat malu dan tidak bisa berkutik. Rasa kesalnya bertambah ketika ia melihat senyuman kepuasan dari Harvey yang memang sengaja mengerjainya.
“Lihat aja nanti kalau lo merid. Gue bakal balas.” Dendam Prima.
Harvey hanya terkekeh saja. Kemudian ia menepun pundak pirma dan bergeser kepada Faya.
Kali ini senyuman Faya berubah menjadi sangat manis. Sangat berbeda ketika dengan Prima tadi. Ia mengulurkan tangan untuk memberi selamat kepada gadis yang tidak bisa ia miliki itu.
“Selamat ya, Fay. Aku tulus doain kalian semoga kalian bahagia. Prima memang beruntung bisa dapetin kamu. Dan kamu juga beruntung, karna dapet suami yang sayangnya sebesar itu sama kamu.”
“Makasih Harv. Makasih banyak.” Faya hanya mampu mengucapkan dua kalimat itu. Karna kalau ia berbicara lebih banyak, ia yakin tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak memeluk temannya itu. smentara sekarang ia harus menjaga perasaan suaminya. Apalagi di depan banyak tamu.
“Tenang aja. Sekarang aku udah bener-bener ikhlasin kamu, kok. Aku udah move on dari kamu. Aku janji aku bakalan dapat cewek yang lebih cantik dari kamu. Hehehehhee” Harvey sedang bercanda.
“Ya wajar kalau kamu dapet yang lebih cantik dari aku. Kamu
kan artis. Apalagi di Prancis itu ceweknya tekenal cantik-cantik. Jangan lupa
kenalin sama aku nanti ya.”
“Tenang aja. Nanti aku kenalin kalau udah dapet.”
__ADS_1
Kedatangan Harvey itu langsung di manfaatkan untuk berfoto
bersama. Mereka semua memasang wajah bahagia.