
Alula masuk kedalam rumah, kemudian ia menghampiri bu Indah yang sedang berbincang dengan mama Indri diruang tamu.
"Maaf bu ini belanjaannya ditaruh dimana yah?" Alula membungkuk lalu tersenyum pada mama Indri yang dari tadi menatapnya.
"Oh iya, taruh didapur saja yah"Alula mengiyakan lalu ia pergi kedapur dan meletakan barang belanjaannya diatas meja .
"Bu, aku kedepan dulu ya , mau gabung sama anak-anak yang lain" ucapnya
"Terimakasih ya nak." setelah melihat Alula keluar dari rumah dan bergabung dengan anak-anak yang lain, bu Indah melanjutkan kembali pembahasannya.
"Ituloh bu anaknya, Alula. saya kasihan sama dia, dia selalu berharap bisa menemukan ayahnya, padahal tidak ada petunjuk satupun. dia cuma punya nomor telpon, tapi sayangnya sudah tidak bisa dihubungi" bu Indah memandang iba pada Alula yang sedang bermain dengan anak-anak yang lain diluar rumah.
"Tapi dia kuat, dia tidak pernah terlihat menangis. dia anak yang hebat. selalu ceria didepan orang-orang. padahal saya tau betul sakitnya seperti apa. ditinggalkan adik dan ibunya, terlebih saya juga mendengar anak itu sering diperlakukan tidak baik oleh ayah tirinya sehingga dia memilih pergi mencari ayah kandungnya. dan sekarang ayah kandungnya juga tidak tau ada dimana" Alula memang menceritakan semuanya pada bu Indah, tapi tidak dengan drama percobaan pemerkosaan malam itu, ia tak berani menceritakannya, ia lebih memendam sendiri kejadian itu.
"Sudah berapa lama dia tinggal disini ? dan berapa tahun usianya ?" tanya Mama Indri yang mulai penasaran dengan sosok Alula.
"Baru beberapa hari ini Bu, umurnya sekitar 15 tahun. seusia Risma anakku." seketika air wajah Mama Indri berubah sendu, seusia Risma berarti seusia mendiang anak perempuannya juga.
Lama mereka mengobrol diruang tamu dan bermain-main sebentar dengan anak-anak disana hingga akhirnya Mama Indri pamit pada bu Indah. ia menghubungi Mirza agar segera menjemputnya. namun ternyata Mirza tidak bisa menjemput kembali Mama Indri karena mobil yang Mirza bawa mengalami pecah ban. akhirnya Mama Indri memanggil taxi untuk pulang.
"Saya pulang dulu ya bu, lain kali saya mampir kesini lagi" mereka berjalan ke halaman rumah yang sering dijadikan lahan parkir.
"Terimakasih karena masih ingat pada kami, dan terimakasih juga oleh-olehnya tadi, tuh anak-anak langsung suka". bu Indah mengarahkan pandangannya pada anak-anak .
Mama Indri hanya tersenyum, ia selalu merasa senang melihat kebahagiaan dari wajah anak-anak disini. dan sekarang tatapannya sendu pada sosok Alula. anak yang malang pikirnya.
"Semoga selalu dikasih rezeki yang barokah ya Bu."Mama Indri tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Aamiin, semoga kita semua diberi kesehatan ya Bu. itu taksinya sudah datang. saya pamit dulu." Mama Indri melambaikan tangannya pada anak-anak disana.
"Anak-anak ibu pulang dulu yah, Assalamu'alaikum"ucap Mama Indri.
"Wa'alaikumsalam."semua serempak menjawab salam.
"Oh iya, jangan lupa acara minggu depan ya Bu, saya harap semuanya hadir dirumah".
"Saya usahakan bu" Mama Indri kembali berjalan ia masuk kedalam taxi dan kemudian pergi dari rumah singgah.
...****************...
Sementara disebuah kamar, seorang gadis sedang berdecak kesal setelah mendengarkan percakapan Mama Indri dan Ibu Indah tadi.
"Selalu saja Alula ! sejak dia datang kerumah singgah ini, semua jadi memihak pada dia. apa hebatnya dia ? bahkan Bu Indri pun sangat terkesan pada dia. lihatlah tadi ! so' kecakepan pake senyum-senyum sama bu Indri, cari perhatian banget" rupanya Risma anak kandung Ibu Indah, ia sedang kesal karena perhatian semua orang sekarang tertuju pada Alula.
Mungkin karena sifatnya yang selalu ketus, pemarah dan tidak sabaran membuat anak-anak disana menjadi sungkan pada Risma. mereka memilih membatasi diri, tidak mau sekedar menyapa ataupun meminta bantuan pada Risma.
Hari semakin terik, anak-anak mulai masuk kedalam rumah, saat ini bu Indah sedang menyiapkan makanan untuk semua anak-anak didapur . Alula sedang diruang makan membantu Ibu indah menyiapkan semuanya, menata piring, gelas dan menghidangkan makanan diatas meja.
"Cari perhatian sekali". Risma tiba-tiba datang mengagetkan Alula. raut wajahnya sama sekali tak bersahabat.
"Risma , apa maksudmu ?"Alula heran mengapa sikap Risma tidak pernah ramah padanya.
"Iya, kamu jangan suka caper deh, cuma numpang disini juga . harusnya kamu sadar diri, menyusahkan saja. kapan kamu pergi dari sini ?"
"Aku.." ucapannya terhenti saat Jeni dan Tata datang. Risma segera pergi meninggalkan Alula yang masih berdiri disana.
__ADS_1
"Kenapa ka ?" tanya Jeni, melihat raut wajah Alula yang tiba-tiba sendu.
"ehh, engga ko, gapapa" ia mengembangkan senyuman.
"Kaka mules yah ? pasti nahan pengen pup. sana ke kamar mandi !" Tata dengan polosnya mendorong tubuh Alula.
"Apaan sih kamu Ta, ka Risma ngomong apa ke Kakak?" Jeni seperti sudah tau apa yang terjadi disana.
"Kalian ini apaan sih, kakak gak apa-apa. sudah sana panggilkan anak-anak yang lain, makanan sebentar lagi sudah siap" Alula mencoba mengalihkan perhatian kedua anak yang tidak kembar itu.
"Ka, kaka jangan dengerin ka Risma yah, dia memang seperti itu, tapi sebenarnya dia baik ko" Alula tersenyum mendengar perkataan Jeni, anak ini memang beda sekali dengan Tata yang lebih suka bercanda.
Jeni dan Tata memanggil anak-anak yang lain sementara Alula kembali melanjutkan pekerjaannya, sesekali ia melamun mengingat perkataan Risma tadi.
Apa aku memang menyusahkan semua orang ?
apa aku pergi saja dari sini ya. ayah.. ayah dimana , Lula mencari ayah, Lula rindu ayah.. cairan bening menetes disudut mata sendu Alula.
Lalu ayah menjawab..
.
.
.
Like dulu nanti ayah jemput Lula ! 😁
__ADS_1