Panggil Aku Rain

Panggil Aku Rain
Drum pengiring mimpi ?


__ADS_3

Sementara disebuah rumah mewah dikawasan elit daerah ibukota, lokasi yang sudah sejak lama dikenal sebagai Beverly Hills Indonesia ini, seorang pemuda sedang asik meringkuk menggulung tubuhnya dibawah selimut dengan nyaman.


Seperti biasa, setiap weekend datang bangun siang adalah kebiasaan yang sudah menjadi hak paten pemuda itu. sementara sang mama yang dari tadi menggedor-gedor pintu hanya dianggap sebagai penabuh drum pengiring mimpinya.


"Mir... Emiir.." teriak sang Mama dengan tangan yang tak berhenti menggedor pintu kamarny. suaranya lengkingannya selalu terdengar merdu, semerdu penyanyi seriosa.


"Mir.. Mirza buka pintunya !" teriaknya lagi .


"Buka ngga Emir ! kalo ngga Mama potong uang jajan kamu ."sang Mama menggerutu dengan ancaman nya.


Sang anak dengan wajah bantalnya beranjak dari tempat tidur, ia berjalan kearah pintu dan segera membuka pintu kamarnya.


"Apaan sih Ma, ini masih pagi Ma, masih gelap ! hoaaamz". sang anak membuka pintu tanpa membuka matanya.


"Allohuakbar , makanya buka mata kamu Emir !" perintah sang Mama bonus jeweran di telinganya.


"Ampuun.. iya iya ma ini Emir bangun, lepasin dulu !" setelah terlepas dari jewerannya anak itu masuk kembali kedalam kamar dilihatnya jam dinding menunjukan pukul 9.30 . selama itukah ia tidur habis subuh tadi ? pikirnya.

__ADS_1


"Nahh sadar kan sekarang udah terang !" ucap sang Mama yang ikut masuk ke kamar anaknya.


"hehee iya Ma" ia menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal sama sekali.


"Nyengir kan jadinya." sang Mama melipat tangannya didepan dada.


"Maaf Ma, ada apa sih Ma biasanya juga ga pernah dibangunin"


"Mama mau minta tolong anterin Mama kerumah singgah Mir, Mama udah lama sekali gak kesana".


"Bila Mama sudah memita, anakmu ini pasti harus menyetujui bukan? " jawab sang anak yang sudah tau keinginan Mamannya tak pernah bisa ditolak.


"Emir.." langkah sang Mama terhenti, ia membalikan badannya ke arah sang anak "jangan lupa dandan yang cakep ! siapa tau ketemu cewe secantik peri disana " godanya pada sang anak.


"Emir harus pake liptint sama bedak gitu Ma."jawab sang anak dengan nada sindiran. Mama hanya cekikikan. ia tau anak laki-lakinya itu sangat tampan bahkan saat bangun tidur dan belum mandipun pesonanya tak diragukan lagi.


Emir, atau Mirza Permana Mahesa adalah anak pertama seorang pengusaha asli Jakarta, sedangkan anak keduanya adalah seorang perempuan. siapa yang tidak kenal dengan Sanjaya Mahesa seorang direktur utama perusahaan ternama di Jakarta. ia memiliki istri bernama Indri Sabrina perempuan asli sunda yang dinikahinya 20 tahun yang lalu.

__ADS_1


Hari ini Mama Indri mengajak anak laki-lakinya Emir untuk mengunjungi sebuah rumah singgah yang sudah lama tidak ia kunjungi. Mama Indri adalah salah satu dermawan yang sering menyumbangkan uangnya untuk kepentingan rumah singgah. dulu hampir setiap minggu Mama Indri membawa anak perempuannya mengunjungi rumah singgah itu, mengajaknya bermain dengan anak-anak disana dan memperkenalkannya sebagai teman.


Tapi setelah kecelakaan yang menimpanya 10 tahun lalu, ia jarang sekali mengunjungi rumah singgah itu lagi. hanya dua kali dalam setahun atau bahkan hanya satu kali dalm setahun, tapi ia cukup dekat dengan pengurus rumah singgah itu.


"Tumben banget Mama pengen kesana" ucap Emir yang saat ini sedang mengendarai mobilnya.


"Mama kangen sama anak-anak disana, udah kamu fokus aja nyetir ! Mama gak mau kejadian dulu terulang lagi."Mama sedikit takut jika berkendara sambil mengobrol.


Kejadian 10 tahun lalu cukup membuatnya terpuruk. ia kehilangan seorang anak saat mengendarai mobil. Mama Indri mengalami kecelakaan tunggal karena tidak fokus mengendarai mobilnya . ia terus menjawab pertanyaan-pertanyaan anak perempuannya ketika pulang dari rumah singgah. anak perempuannya yang baru berusia 5 tahun itu memiliki kecerdasan diatas rata-rata anak seusianya.


Anak itu cukup penasaran kenapa di rumah singgah banyak sekali anak-anak yang biasa disebutnya teman. dimana ibu mereka ? kemana ayah mereka ? apa mereka punya adik atau kakak? pertanyaan-pertanyaan itu terus terlontar hingga membuat konsentrasi sang Mama terganggu dan akhirnya mengakibatkan kecelakaan yang merenggut nyawa anak perempuannya itu. ia terjepit badan depan mobil karena mobil itu menabrak pembatas jalan dijalur kiri.


"Iya Ma, maaf". Emir melanjutkan kembali perjalannannya sampai dirumah singgah tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.


.


.

__ADS_1


.


.hallo readers, minta tolong diklik jempolnya yah biar tambah syamangat . satu sentuhan yang berarti satu apresiasi buak aku 😁.


__ADS_2