
Pagi ini Alula kembali pada rutinitasnya, membantu Ibu Indah membersihkan rumah dan mengurus anak-anak yang masih sangat kecil. Ibu Indah adalah pengurus sekaligus pendiri rumah singgah 'Anugerah' atau sering disebut dengan panti asuhan.
Rumah singgah itu diberi nama Anugerah karena bagi Ibu Indah setiap bayi atau setiap anak-anak yang datang padanya adalah sebuah anugerah yang telah tuhan kirimkan. tak terkecuali Alula, kedatangannya kerumah singgah disambut dengan tangan terbuka oleh Ibu Indah. dan setelah beberapa hari tinggal dirumah singgah, ia bisa menyesuaikan diri dengan penghuni yang lain.
Ya, disaat Alula duduk termenung diterminal siang itu, ia melihat dua orang anak perempuan sedang duduk disebuah kursi yang terbuat dari tembok dibawah pohon beringin. salah satu dari mereka sedang memainkan gitarnya, Alula memberanikan diri mendekat pada mereka dan mengajak kedua anak itu mengobrol.
***
"Hey, kalian lagi apa ? apa aku boleh gabung ?" Alula menghampiri mereka. kedua anak perempuan itu mengernyitkan dahi. mereka yang sedang asik bermain gitar tiba-tiba berhenti dan langsung menyimpan gitarnya ditengah-tengah mereka.
"Kakak bicara pada kita?" tanya salah seorang dari mereka.
Alula mengangguk mengiyakan pertanyaan itu "Apa aku boleh gabung ?" tanyanya tanpa basa basi
"Boleh aja, duduk sini ka" satu orang dari mereka menggeser tubuhnya dan menepuk-nepuk tembok yang sedang mereka duduki.
"Terimakasih. emm namaku Alula, nama kalian siapa ?"Alula mendudukan didinya, lalu ia melepaskan ransel yang sejak tadi di gendongnya.
"Aku Jeni, dan dia Tata". ucap salah seorang dari mereka.
__ADS_1
"tapi kalo Kaka mau panggil kita berdua sekaligus, panggil saja JENITA" mereka saling berhadapan dan mengucapkan nama itu secara kompak.
Alula hanya cekikikan melihat tingkah mereka
"Ehh tunggu, apa kalian kembar ?"Alula memperhatikan wajah mereka bergantian. secara fisik wajahnya memang berbeda. tapi secara postur tubuh, mereka hampir sama. seperti upin dan ipin yang hanya berbeda satu ujung rambut dan baju bergambar huruf U dan I.
"Hahaha saye Upin ini adik saye Ipin" suaranya dimirip-miripkan dengan tokoh kartun asal negara Malaysia. mereka malah asik bercanda.
"Kamu yang botak,aku yang ada rambutnya"timpal satunya.
"Bukannya kamu yang gendut dan pake kacamata itukan? hahaha". mereka masih saja meributkan tokoh kartun itu.
"Hey sudah, kenapa malah jadi pada becanda, aku serius tau." Alula melerai tawa kedua anak itu.
"Lagian Kaka ada-ada aja, wajah kita jelas beda gini ko dibilang kembar" sekali lagi Tata tak bisa menahan tawanya.
"Lucu aja, nama kalian bisa menyatu seperti itu". Alula terkekeh , tapi kemudian tawanya terhenti saat dia teringat masa-masa bersama adiknya dulu sebelum orang tuanya berpisah.
"Ibu yang ngasih kita nama itu, soalnya kita dikirimnya barengan, dihari yang sama". Jeni tersenyum getir. kali ini Jeni yang menjawab, diantara keduanya Jeni lah yang wajahnya nampak lebih kalem.
__ADS_1
"Dikirim?" tanya Alula yang tidak mengerti dengan jawaban Jeni.
"Kita berdua tinggal dirumah singgah. katanya malam itu Ibu kedatangan dua bayi sekaligus, entah siapa duluan yang disimpan diteras malam itu, tapi Ibu menemukan kita disaat kita sudah bersama." Jeni menundukan kepalanya, dia merasa tidak diinginkan oleh orang tuanya. terlebih ibunya. sementara Tata mengusap-usap lengan Jeni seolah merasakan apa yang Jeni rasakan.
Degg..
Saat itu pula mata Alula mulai berkaca-kaca, dia merasakan apa yang mereka berdua rasakan, kehilangan seorang ibu rasanya seperti kehilangan dunianya. ibu yang selalu merawatnya, membelainya dengan kelembutan, menyayanginya dengan sepenuh hati.
Hatinya perih mengingat tubuh Ibu tercintanya terbujur kaku dihadapannya waktu itu. Alula melihat banyak kesedihan diwajah Ibunya. ia yang rela mengorbankan kebahagiaannya demi melindungi orang-orang yang dicintainya. sungguh begitu besar cinta Alula pada ibunya.
Tapi mendengar cerita Jeni dan Tata, hati Alula merasakan perih yang berbeda, bagaimana bisa seorang ibu tega meninggalkan anak perempuannya didepan rumah singgah ? entah terbuat dari apa hati mereka.
Sejak saat itu Alula meminta izin untuk ikut dengan mereka kerumah singgah dan bertemu dengan Ibu Indah.
.
.
mohon dukungannya ☺ cuma sentuh likenya aja biar syemangat..
__ADS_1