Panggil Aku Rain

Panggil Aku Rain
Mengkhianati


__ADS_3

Disinilah Alula sekarang, sebuah Paviliun milik keluarga Mahesa yang terletak di belakang rumah utama. disana, terdapat dua bangunan paviliun kecil yang dikhususkan untuk para pekerja. seperti tukang kebun, satpam penjaga gerbang dan supir tentunya. sementara asisten rumah tangga tinggal dirumah utama.


Mama Indri sebelumnya sudah meminta agar Alula tinggal didalam rumah utama, mengingat ia sering merasa kesepian didalam rumah sebesar itu. tapi Alula menolak dengan alasan ingin tinggal bersama Ayahnya.


Alula tengah duduk disebuah kursi anyaman bambu diteras paviliun. udara pagi ini cukup menyegarkan paru-paru nya yang terasa sesak. pikirannya dipenuhi banyak pertanyaan yang belum sempat ia tanyakan pada sang Ayah. ia menatap kosong pada kolam air mancur didepannya. puluhan anak ikan berenang dengan tenang didalamnya.


Tatapannya teralihkan saat sesosok pria menghampirinya dengan membawa sebuah kantong makanan ditangannya. tubuh tingginya nampak sedikit kurus dari yang terakhir ia lihat. kerutan diwajahnya bertambah saat ia tersenyum kearahnya. lihatlah, apakah istri barunya tidak mengurusnya dengan baik? pikirnya.


"Lula."Ayah memecah lamunan Alula.


"Apa yang sedang kamu pikirkan nak?" Ayah duduk di kursi kosong samping Alula.


"Ayah.. "Alula nampak ragu untuk mengatakan sesuatu.


"Ada apa?" Ayah meletakkan makanannya diatas meja.


"Emm... apa benar Ayah sudah menikah lagi? bagaimana dia, apa dia baik, apa dia sayang sama Ayah?" Alula menggenggam erat kedua tangan Ayah. tatapan matanya menuntut jawaban.


"Apa maksudmu nak? siapa yang menikah lagi?"


"Dia bilang, ayah mengkhianati Ibu. dia bilang, Ayah sudah menikah lagi." Mata bulatnya nampak berkaca-kaca, entah mengapa membayangkan jika ia mempunyai Ibu tiri adalah hal yang menakutkan. mengingat ia mempunyai kenangan buruk dengan Ayah tirinya.


"Dia? Dia siapa nak? Ayah tidak mengerti maksudmu." Ayah mengusap pipi Alula yang kini basah karena air mata.


"Paman Leon bilang, Ayah sudah menikah lagi, Dia bilang Ayah per_ "


Ayah menyela ucapan Alula. matanya membulat mendengar satu nama "Leon? "


"Iya Ayah. Dia ! Dia yang sudah membuat Dwi dan Ibu pergi. dia yang sudah membuat Lula seperti ini Dia yang _ haaaa " tangisnya mulai pecah mengingat sosok laki-laki yang paling ia benci.

__ADS_1


Ayah merengkuh tubuh Alula kedalam pelukannya "Maafkan Ayah sayang. maafkan Ayah! ini semua salah Ayah." Ayah mengeratkan pelukannya.


Alula menggeleng cepat "Katakan Ayah, semuanya itu tidak benar kan?" ia mendongkangkan kepalanya menatap penuh harap, jika apa yang dikatakannya itu salah.


"Lula percaya sama Ayah?" Ayah menjauhkan sedikit tubuh Alula lalu meraup wajah cantik putrinya dengan lembut, Alula membalasnya dengan anggukan.


"Ayah tidak pernah mengkhianati Ibumu sayang. sekalipun dia mengkhianati Ayah." ucap Ayah penuh penekanan. kalimat terakhir Ayah membuatnya mengernyit tak mengerti. apa maksud Ayah?


"Ayah tidak pernah meninggalkan kalian, tapi kalian yang meninggalkan Ayah." Alula terdiam, ia mencerna setiap kalimat yang Ayah ucapkan.


"Percayalah ! Ayah tidak benar-benar pergi." Ayah menghela nafas panjang. seakan menumpahkan apa yang selama ini bercokol didalam hatinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi Ayah?" Alula menatap dalam mata Ayahnya.


"Dulu, Lula masih terlalu kecil untuk mengerti permasalahan orang dewasa. sekarang, Ayah lihat Lula ! Lula sudah cukup besar untuk mendengarkan penjelasan Ayah bukan?" Alula berdiri dihadapan Ayahnya, ia menunjuk dirinya dari ujung kepala sampi ujung kaki. memperlihatkan pada ayahnya bahwa ia sudah tumbuh beranjak dewasa.


"Ini berawal dari rasa cemburu Ayah pada Ibumu."Ayah mengingat kembali kejadian yang sudah 3 tahun berlalu.


Pagi itu Ayah tiba-tiba pulang ke rumah dengan penuh amarah. bahkan Ayah sampai tega membentak Ibu yang tidak tau apa-apa.


"Harus berapa kali lagi aku memaafkanmu Dira? sebelas tahun lebih kita hidup bersama, inikah balasanmu? inikah arti cinta yang kamu maksud DIRA?" Bentak Ayah pada Ibu setelah berhasil membuka pintu kamar.


"Apa yang kamu maksud Mas? aku tidak pernah mengkhianatimu sekali pun." Ibu yang baru saja akan keluar dari kamar dikagetkan dengan kedatangan Ayah yang tiba-tiba muncul dibalik pintu.


"Lalu apa ini?" Ayah melempar sebuah map berwarna cokelat kehadapannya. seketika foto didalamnya berhamburan didepan Ibu.


Ibu terbelalak tak percaya. 'fitnah' apalagi yang sudah Laki-kaki itu lakukan padanya. dengan tega baj*ngan itu merusak ketenangan rumah tangganya.


"Aku mohon Mas, ini tidak seperti yang kamu lihat." Ibu memohon dan mengiba pada Ayah.

__ADS_1


"Cukup! untuk kali ini aku tidak bisa memaafkanmu Dira. aku kecewa padamu. apa karena karirku hancur kamu tega mengkhianati kepercayaan aku."


Dulu, Ayah memiliki usaha percetakan yang cukup besar. banyak dari cliennya yang memiliki perusahaan besar. Ayah bersyukur bisa mendapatkan kepercayaan dari orang-orang terkemuka. namun beberapa tahun terakhir usahanya mendadak sepi. tidak ada lagi yang berminat dengan jasa yang ditawarkan perusahaan Ayah. hingga akhirnya Ayah terpaksa harus memberhentikan puluhan karyawannya dan menutup usahanya.


Proyek terakhir yang Ayah kerjakan adalah proyek dari Mahesa group. sebuah perusahaan yang bergerak diberbagai bidang, salah satunya di bidang Indudtri. Textile dan Garment.proyek inilah yang membawa Ayah bekerja sebagai supir sekaligus Asisten pribadi pemilik Mahesa Group.


Bukankah seorang wanita diuji ketika laki-lakinya tidak memiliki apa-apa ?tapi apa yang dilakukan istrinya?diam-diam ia menjalin hubungan dengan laki-laki lain? Ayah bahkan rela menjadi seorang supir demi menghidupi istri dan kedua anak perempuannya. juga untuk biaya pengobatan anak keduanya yang menderita penyakit paru-paru sejak balita.


Sebenarnya Ayah tau, ada seseorang yang bertanggung jawab atas kebangkrutan usahanya. bahkan beberapa dari cliennya menawarkan untuk menyelidikinya. tapi Ayah dengan tegas menolak. karena ia tau siapa orang itu. yang sebenarnya ia incar adalah keretakan rumah tangganya.


Dan terbukti, sejak bangkrutnya usaha Ayah, satu persatu masalah datang dalam keluarganya.


Sebelum kejadian itu, Ayah beberapa kali menerima telpon dari laki-laki yang mengaku sebagai kekasih istrinya itu. Ayah tidak pernah menghiraukannya. karena Ayah yakin jika mereka mampu melewati setiap ujian jika mereka saling percaya. Yah, Ayah selalu percaya jika Ibu tidak akan pernah mengkhianatinya meskipun ia tidak memiliki apapun.


Tapi tidak untuk kali ini. sekalipun Ibu menyangkal, bukti didepannya sangat jelas. Ayah menerima beberapa foto yang dikirim padanya. dalam foto itu Ibu tengah terlelap dengan tubuh ditutupi selimut,sedangkan disampingnya seorang laki-laki tengah tel*njang dada.


Suami mana yang tidak cemburu melihat Istrinya tidur dalam pelukan laki-laki lain ?


Bahkan ayah juga pernah memergoki seorang laki-laki keluar dari rumah. Ayah tidak pernah secara langsung melihat wajahnya. tapi ia yakin, jika laki-laki itu adalah laki-laki yang sama dengan laki-laki yang ada didalam foto.


.


.


.


Happy readding gaes. . ☺


monmaap setengah ngantuk nih..

__ADS_1


__ADS_2