
"Emm,, Bu apa gapapa kalo aku tinggal disini terus ?" pagi itu Alula sedang duduk di depan teras. ia dikejutkan dengan Ibu Indah yang tiba-tiba ada dihadapannya. ia merasa sungkan sudah beberapa hari ini ia tinggal di rumah singgah.
"Loh ga apa-apa dong, Ibu malah senang. kan Risma jadi ada temen baru disini" bu Indah dengan senyuman ramahnya mengelus lembut kepala Alula.
Sebenarnya Alula merasa Risma tidak pernah suka jika Alula tinggal disana. didepan bu Indah, ia selalu baik dan perhatian. tapi jika hanya berdua ia selalu menatap sinis pada Alula, selalu ketus bahkan sering kali berkata kasar pada Alula. mungkin karena Risma adalah anak kandung Ibu Indah jadi ia tidak suka berbagi perhatian maupun berbagi kasih sayang dengan orang lain apalagi Alula yang baru dikenalnya.
Dulu Ibu Indah tinggal bersama suami dan adik perempuannya. sudah 3 tahun pernikahannya ibu Indah belum dikaruniai keturunan. ketidak hadiran seorang anak membuatnya kesepian, hingga ia mulai mendirikan rumah singgah yang saat itu masih dalam tahap pengurusan izin. beberapa bulan kemudian adik perempuannya pergi karena kesalah pahaman. ia pergi meninggalkan rumah dengan kekasihnya dan sampai sekarang tidak ada yang tahu keberadaannya.
Dua tahun setelah mendirikan rumah singgah, Ibu Indah hamil Risma.dan disaat yang bersamaan suami Ibu Indah pergi meninggalkan Ibu Indah. entah apa penyebabnya, hanya ia yang tau. itulah kenapa Ibu Indah sangat menyayangi Risma, keluarga satu-satunya yang ia miliki, walaupun begitu bu Indah tidak pernah membeda-bedakan Risma dengan anak asuhnya yang lain.
"Maaf ya bu, aku jadi ngerepotin Ibu. aku gatau harus kemana lagi mencari ayah, satu-satunya petunjuk hanya nomor telpon dan itupun ternyata sudah tidak bisa dihubungi". Alula tertunduk, mencoba menyembunyikan kesedihannya.
"Sudah ..sudah.. gapapa nak kamu jangan sungkan-sungkan yah. anggap saja kita semua saudaramu" Ibu indah mengusap-usap lengan Alula. Alula hanya menganggukan kepalanya.
"Ya sudah ibu pergi dulu ke ruko depan yah, mau beli telur sama minyak goreng. persediaan di dapur sudah mulai habis"
"Biar aku saja ya bu yang beli, sekalian biar tau daerah sini" Ibu Indah mengangguk ia memberikan uang dan catatan belanjaannya.
"Kita ikuuut" Jeni dan Tata tiba-tiba keluar dari rumah.
__ADS_1
apa mereka dari tadi nguping?
"Kalian ini, selalu saja hadir disaat yang tidak dibutuhkan" Alula berdecak melihat duo upin ipin itu. duo anak kembar yang ternyata tidak kembar itu hanya cekikikan. Jenita !
Setelah beberapa menit Alula pergi bersama Jenita, sebuah mobil yang tak asing datang, setelah terparkir sempurna dihalaman rumah singgah. seorang perempuan yang masih terlihat cantik diusia senja nya turun dari mobil tersebut.
"Assalamu'alaikum Bu" sapa Mama Indri pada bu Indah yang ternyata sedang menyapu halaman.
"Wa'alaikumusalam, Bu Indri ?" bu Indah terkejut,ia tak menyangka akan kedatangan tamu sepagi ini.
"Bagaimana kabarnya Bu ? wahh sudah lama sekali ga kesini, anak-anak pasti senang" mereka saling berjabat tangan dan berpelukan .
"Kami semua baik Bu" jawab mama Indri
"Oh, nak Emir. sudah besar yah , ganteng lagi " bu Indah menyapa Emir yang datang dengan beberapa kantong keresek menghampirinya dan mencium tangannya.
"Gantengnya kebangetan kan Bu."sang Mama mulai membanggakan anaknya sementara yang dibicarakan hanya cengar-cengir sambil menyalami bu Indah.
"Iya, iya makin ganteng bu" mereka berjalan menuju ruang tamu.
__ADS_1
Lama tak mengunjungi rumah singgah banyak hal yang diceritakan oleh bu Indah pada Mama Indri. tentang perkembangan rumah singgah juga tentang anak-anak yang tinggal disana.
"Ma, Mama masih lama disini kan ? Emir mau ke rumah Marko dulu sebentar yah, kalo udah selesai Mama telpon Emir aja !" Mirza mulai bosan dengan obrolan para emak-emak, yang mulai berbelok dari topik keseharian rumah singgah.
Setelah Mama Indri mengiyakan, Mirzapun pamit pada kedua orang tua itu. ia kembali ke mobil dan mulai menghidupkan mesinnya.
Disaat beberapa meter keluar dari halaman rumah singgah, ia perpapasan dengan Alula yang baru saja pulang dari ruko.
"Laki-laki itu..." gumam Alula seperti mengenal sosok dalam kemudi mobil itu.
"Siapa ?" ucap Jeni dan Tata saling berhadapan dengan kompak, lalu sama-sama menaik turunkan bahu .
.
.
.
.
__ADS_1
Emang siapa Lula, kamu kenal ? ga mungkin dia tukang ojek, kan dia bawa mobil .. 🤔
minta bantuannya ya readers, aku cuma minta diklik aja like nya ,segitu juga udah berbinar" mataku ... 😁