PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 102. LAPAR APA DOYAN?


__ADS_3

Di tempat lain, terlihat Daniel sedang menggendong Putra yang sangat ia sayangi. sementara Olivia dengan telaten memasak di dapur dibantu oleh asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Tuan Gladuks.


Padahal ada koki yang sudah dipersiapkan Daniel untuk memasak segala apa yang mereka inginkan. Tetapi entah mengapa Olivia selalu ingin melakukan kewajibannya sebagai seorang istri mempersiapkan segala keperluan suaminya termasuk juga sarapan pagi untuk Daniel sebelum Daniel berangkat ke kantor.


Daniel ingin menyelesaikan tugas-tugasnya di kantor yang masih terkendala. Karena ia berniat untuk melakukan perjalanan bulan madu bersama Olivia setelah pekerjaan yang terkendala itu usai. Daniel benar-benar menikmati kesehariannya sebagai seorang ayah dan juga CEO di kantor yang ia Pimpin selama ini.


Ia tidak menyangka kebahagiaan yang selama ini tidak didapatkan Daniel, kini Daniel benar-benar bahagia dengan rujuknya tuan Gladuks dan nyonya Eliana saat ini. Begitu juga dirinya telah menikahi wanita yang sangat ia cintai. Apalagi dengan kehadiran baby Arya Vito membuat kebahagiaan Daniel berlipat-lipat ganda.


Menu sarapan pagi sudah tertata rapi di atas meja makan. Olivia tinggal menunggu anggota keluarga untuk mencicipi menu sarapan pagi yang sudah ia sediakan di sana. Tampak Olivia berlalu meninggalkan ruang makan itu, setelah makanan tertata rapi berniat untuk membersihkan diri.


Ia terhenyak melihat Daniel menimang putranya begitu telaten. Ia tidak menyangka Daniel dapat melakukannya. Padahal yang ia tahu Daniel tidak akan mampu melakukan hal yang di lihat Olivia saat ini. Karena ia tahu, selama ini Daniel selalu mengandalkan anak buahnya.


"Sayang kamu bisa melakukannya?" tanya Olivia kepada Daniel. Daniel hanya mengembangkan senyumnya. Menurut istrinya dengan tatapan penuh cinta. Lalu Olivia pun berpamitan kepada suaminya.


" Kalau saat itu juga dia harus segera melakukan ritual mandinya. Karena Olivia tidak ingin lebih lama ditunggu oleh juga Daniel. Olivia sengaja mempersingkat ritual mandinya. Hingga Ia pun langsung menggunakan pakaian yang biasa ia gunakan di rumah.


Tampak Nyonya Eliana terhenyak melihat menu makanan sudah tertata rapi di atas meja makan. Dan itu sepertinya bukan masakan asisten rumah tangga atau koki yang bekerja di rumah utama Tuan Gladuks


Karena nyonya Eliana dan Tuan Gladuks sangat paham masakan asisten rumah tangga dan koki yang sudah lama bekerja di sana. " loh menu sarapan pagi sudah tertata rapi di atas meja. Tidak mungkin hanya Bibi yang menyelesaikan ini semua dan masakan koki kita ini mas." ucap Nyonya Eliana kepada suaminya.


Lalu asisten rumah tangga itu pun menjawab, dan memberitahu hal yang sebenarnya. Tanpa ada niatan menutupi apa yang dilakukan Olivia di dapur pagi itu. Tuan Gladuks, Nyonya Eliana mengembangkan senyumnya membayangkan Olivia memasak di dapur .


Mas sebaiknya kita langsung sarapan deh, "Pasti Mas sudah lapar kan? Apalagi mas harus segera pergi ke kantor." ujar Olivia meminta kepada suaminya menyusul Nyonya Eliana dan Tuan Gladuks ke ruang makan.

__ADS_1


"Tidak sayang kita barengan saja keluarnya dan sarapan juga bersama. Lagian kan hari ini weekend. Mas tidak ke kantor Sayang." sahut Daniel kepada istrinya. Olivia masih menata rambutnya agar terlihat rapi. baby sitter yang biasa membantu Olivia menjaga baby Arya Vito pun menghampiri mereka. Agar baby Arya Vito dijaga olehnya ketika Olivia dan suaminya menikmati sarapan pagi yang sudah dihidangkan.


Olivia dan Daniel turun menghampiri Nyonya Eliana dan Tuan Gladuks.


"Wow makanannya banyak banget. Sepertinya makanya enak nih." ucap Daniel sambil langsung menyantap menu sarapan pagi yang sudah dihidangkan oleh Olivia.


Dengan sekejap Daniel menghabiskan sarapan pagi yang ada di hadapannya. Nyonya Eliana menggelengkan kepalanya melihat putranya yang begitu lahap memakan sarapan pagi itu.


"Kamu lapar apa doyan? tanya Nyonya Eliana sambil terkekeh melihat putranya yang begitu lahap memakan menu sarapan pagi itu.


"Jarang-jarang memakan makanan yang lezat dan gurih seperti ini mom." ucap Daniel sambil terus menyantap menu makanan yang ada di hadapan. Ia pun meminta kepada Olivia agar Olivia menambah makanan ke dalam piringnya.


Nyonya Eliana menatap putranya dengan intens. "Hati-hati awas nanti kamu terlalu kenyang." ujar Nyonya Eliana yang memperhatikan cara makan putranya seolah tidak makan satu bulan. Olivia hanya terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh Nyonya Eliana kepada suaminya.


"Sayang masakan kamu enak sekali. Kalau setiap hari makan lahap seperti ini, bisa-bisa badanku gemuk." ucap Daniel sambil mengembangkan senyumnya menatap istrinya dengan tatapan penuh arti.


"Serius Sayang apa tidak merepotkanmu?


"Tidak Mas Lagian Olivia rindu juga ke sana. sudah lama juga kan Olivia tidak ke kantor!" ucap Olivia


****


Anisa dan Arif berlalu dari rumah yang selama ini ditempati ibu Nurhaida. Pergi menghadiri sebuah pesta ulang tahun pernikahan salah satu teman Arif. "Bu kami pamit dulu kami tidak lama kok hanya menghadiri pesta ulang tahun pernikahan temannya Mas Arif." ucap Anisa berpamitan kepada ibu Nurhaida.

__ADS_1


" Ya sudah tidak apa-apa. Yang penting kalian hati-hati di jalan, jaga kesehatanmu ya nak." ucap Ibu Nurhaida berharap agar Anisa tetap menjaga pola makan dan juga kesehatannya. Arif memberi salam kepada ibu Nurhaida lalu mereka masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Arif sebelumnya.


Para tetangga yang masih berada di warung milik Bu Nurhaida menatap kepergian Anisa dan juga Arif. "Ibu nurhaida lelaki itu siapa ya? tanya salah satu tetangga ibu Nurhaida.


" Oh itu nak Arif salah satu asisten menantu saya Daniel. Memangnya kenapa ya Bu? tanya ibu Nurhaida. Karena baru pertama sekali ibu Hamidah bertanya kepada ibu Nurhaida.


"Tidak apa apa Bu, sepertinya dia lelaki yang baik. Terlihat dari raut wajahnya yang bersahabat." ucap Ibu Hamidah salah satu guru ngaji di lokasi tempat tinggal ibu Nurhaida.


"Oh ya bu, bagaimana kabar Olivia apa dia sehat? tanya ibu Hamidah. Karena Olivia adalah salah satu murid ibu Hamidah saat duduk di bangku SD.


"Alhamdulillah Olivia saat ini baik baik saja Bu." sahut Nurhaida ramah.


"Syukurlah kalau Olivia sehat dan baik-baik saja di sana. Jujur saya sedikit khawatir ketika mendengar apa yang dikatakan para ibu-ibu perwiritan yang ada di sini. Yang mengatakan kalau Olivia akan disiksa habis-habisan oleh suaminya. Karena suaminya orang kaya raya. Sementara Olivia hanya hidup sederhana.


Tetapi kita hanya menyerahkan segalanya kepada Allah. Semoga Olivia diberikan kesehatan dan kehidupan rumah tangganya menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Mudah-mudahan suaminya dapat menjadi imam yang baik untuk Olivia." ucap Ibu Halimah salah satu guru SD dan guru ngaji Olivia kala itu.


"Iya bu, saya juga berharap seperti itu dan saya juga sempat khawatir juga seperti yang dikatakan para ibu-ibu tetangga yang ada di sini. Tetapi setelah asisten Daniel memberitahu kalau menantu saya sangat menyayangi Olivia. Begitu juga dengan ibu mertuanya yang sangat menyayangi putri saya, hatiku merasa lega.


Dan Olivia juga mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh asisten menantu saya." ucap Ibu Nurhaida sambil mengembangkan senyumnya kepada Ibu Halimah yang ikut perhatian terhadap keluarga Ibu nurhaida. Karena banyak gosip yang beredar di daerah tempat tinggal ibu Nurhaida tentang kehidupan keluarga ibu Nurhaida.


Bersambung......


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA ADA GIVEAWAY DI AKHIR BULAN


__ADS_2