
Satu minggu sudah berlalu. Kini kondisi Olivia sudah berangsur-angsur membaik. Dokter juga sudah mengizinkan Olivia untuk kembali ke rumah. Nyonya Eliana menghampiri Olivia "Sayang terima kasih sudah bertahan untuk kami. Dokter sudah mengizinkan kamu pulang ke rumah. Mami berharap kita pulang bareng ke rumah." ucap Nyonya Eliana berharap Olivia bersedia ikut bersama Nyonya Eliana dan Daniel pulang ke rumah milik Daniel.
Olivia menghela napas berat. Perlahan Olivia mengembangkan senyumnya. Menatap Nyonya Eliana dengan tatapan penuh arti."Maaf nyonya sepertinya saya tidak pantas berada di sana. Biarkan saya ikut ibu Florida kelimbangan bersama Putra saya."
"Tolong pahami situasi ini, Ibu bukan tidak mau membawa kamu ke Limbangan lagi. Tetapi sudah sepantasnya kau berada di sini bersama ayah kandung Putra kamu Arya Vito. Karena bagaimanapun Arya Vito pasti akan membutuhkan figur seorang ayah. Sejujurnya Ibu juga tidak ingin berpisah dengan kamu. Tetapi pikirkanlah masa depan Putra mu kelak." ucap Ibu Florida kepada Olivia.
Olivia hanya terdiam menatap putranya yang berada di gendongannya dan memberi ASI untuk putranya. "Sayang please Maafkan Aku. kamu boleh marah sesukamu kepadaku tetapi tolong pikirkan masa depan anak kita nanti."mohon Daniel kepada Olivia.
Olivia tersenyum sinis menatap Daniel yang dulunya arogan terhadapnya kini Daniel tidak merasa malu memohon kepada wanita yang dulu ia pandang rendah.
"Jangan seperti ini. Saya tidak suka melihat kamu cengeng seperti ini. lebih baik kamu intropeksi diri dan saya tidak Sudi hidup bersama lelaki yang selalu gonta-ganti pasangan menjijikkan bagiku." ucap Olivia sambil memalingkan wajahnya dari Daniel.
__ADS_1
"Saya memang berhutang nyawa kepada Nyonya Eliana. Karena telah mendonorkan darahnya kepada saya. Sehingga saya dapat bertahan hingga saat ini. Tetapi untuk tinggal di sana bersama kamu itu sudah tidak mungkin rasanya.
Nyonya Eliana mengangguk paham perasaan Olivia yang disakiti oleh putranya.
"Saya tidak akan memaksa kamu tinggal di rumah yang Daniel tempati. Tetapi Mami berharap kamu tinggal di rumah Mami bersama mami dan juga Ibu Florida. Anggap saja dengan kamu bersedia tinggal bersama mami, di rumah milik mami membalas atas apa yang mami lakukan kepada kamu." ucap Nyonya Eliana sambil mengelus pundak Olivia.
Ibu Florida menganggukkan kepalanya karena sebelumnya Nyonya Eliana dan Daniel sudah berbicara kepada Ibu Florida kalau ibu Florida akan tinggal bersama Olivia di rumah milik Nyonya Eliana, jika Olivia tidak bersedia tinggal di rumah Daniel.
Olivia menghela nafas. Dan ia pun mengangguk pelan membuat Nyonya Eliana senyum semringah. Akhirnya Olivia bersedia tinggal di rumah milik Nyonya Eliana. "Terima kasih sayang, Mami sangat bahagia kamu bersedia tinggal bersama mami. Selama ini Mami merasa kesepian. Kini hidup mami semakin berwarna dengan kehadiran kamu dan juga baby Arya Vito." ucap Nyonya Eliana sambil memeluk Olivia
****
__ADS_1
"Wow...., rumahnya besar dan juga terlihat asri. Sepertinya ibu akan betah tinggal di sini." puji Ibu Florida, ketika melihat rumah utama milik Nyonya Eliana yang begitu megah dan mewah. "Syukurlah kalau ibu betah tinggal di sini. Saya juga berharap Olivia akan betah tinggal di sini bersama cucuku disini."Nyonya Eliana mengembangkan senyumnya sambil menggendong tubuh Arya Vito yang baru tiba di rumah.
Daniel berjanji kepada dirinya sendiri akan tetap berusaha untuk mendapatkan hati Olivia. Dia tidak ingin berpisah dengan wanita yang sudah mempertaruhkan nyawanya melahirkan darah dagingnya ke muka bumi ini. "Aku berjanji akan membuat hatimu luluh nanti dengan kasih sayang yang aku berikan kepadamu dan putra kita.
Aku tidak akan menyerah Olivia. Kamu benar-benar wanita yang sangat luar biasa bagiku. Kamu berbeda dengan wanita-wanita lainnya yang hanya mengejar harta kekayaanku saja. Daniel bermenolak sendiri sambil menatap Olivia dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Nyonya Eliana paham apa yang dipikirkan Daniel saat ini. "Kamu tenang saja, Mami sengaja memintanya tinggal di sini agar kamu dapat bertemu bersama Olivia dan Putra kamu. Cepat atau lambat Olivia pasti luluh Jika kamu benar-benar sayang dan cinta kepadanya." ucap Nyonya Eliana sambil mengelus pundak putranya. "Semoga Olivia dapat luluh ya mom," sahutnya sambil menatap Nyonya Eliana dengan sendu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏💓