PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 109. TANGIS DANIEL PECAH


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari. kini kondisi Olivia semakin lemah.Membuat Aska merasa semakin kwatir akan kondisi Olivia saat ini. Ingin rasanya Aska segera membawa Olivia ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan di sana.


Tetapi ia takut melakukannya karena itu menjadi masalah besar untuknya dan juga untuk keluarganya. "Aska diam-diam kembali mengirimkan pesan Whatsapp kepada Daniel untuk segera tiba di tempat Olivia berada.


Sementara Daniel yang sudah ada di dalam perjalanan menuju Tempat Olivia berada sesuai dengan alamat yang di berikan oleh Aska kepadanya, melihat pesan dari Aska membuat Daniel semakin khawatir dan meminta kepada Alex dan Arif untuk segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Cepat!" kondisi Olivia Saat ini semakin lemah Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada istriku." perintah Daniel agar Arif dan Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi begitu juga dengan beberapa anak buahnya.


Di sepanjang perjalanan Daniel terus memanjatkan doa untuk meminta keselamatan istrinya dari tangan orang penjahat itu. Daniel sama sekali tidak mengetahui Siapa yang menculik Olivia dan apa motifnya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam Daniel tiba di lokasi di mana Olivia berada. Tampak gedung itu terasa gelap hanya lampu penerangan seadanya saja. "Ini beneran tempatnya kan?" tanya Daniel penuh selidik kepada Arif dan Alex sambil melihat alamat yang diberikan oleh Aska kepada Daniel.


"Ia Tuan, sepertinya ini tempat yang dimaksud yang mengirimkan pesan Whatsapp itu. Arif sembari berjalan berhati-hati untuk memeriksa situasi yang ada di dalam gedung itu. Tampak beberapa anak buah Hendarson dan juga Nyonya Julia masih tetap berjaga di sana.


Beberapa anak buah Hendarson kembali menghampiri Olivia. "Bagaimana apa dia masih hidup? tanya salah satu rekan dari Aska. Entahlah tapi sepertinya semakin melemah. sahut Aska gugup.


"Gawat Jika dia kenapa-kenapa,Bisa habis nyawa kita. Kemudian salah satu rekan Aska kembali menghubungi Nyonya Julia dan Hendarson. Berharap Nyonya Julia dan Hendarson membawa Olivia ke rumah sakit.


"Maaf Tuan, kondisi Nyonya Olivia sangat melemah. Apa tidak sebaiknya kita bawa ke rumah sakit? tanya rekan Aska kepada Hendarson dan juga Nyonya Julia yang kebetulan saat ini nyonya Julia berada di hotel yang sama dengan Pak Hendarson. Yang lokasinya tidak jauh tempatnya dari gedung Olivia sekap.


"Biarkan saja dia disitu, hidup atau mati aku tidak akan peduli. Jika dia mati hidup Daniel dan Gladuks akan menderita. Saya yakin hidup mereka akan hancur berantakan jika Olivia mati dengan mengenaskan seperti itu." ucap Nyonya Julia kepada beberapa anak buahnya.

__ADS_1


"Kata bos Biarkan saja begitu." ucap lelaki bertubuh besar itu kepada beberapa rekannya. Membuat Aska menggelengkan kepalanya. Ia bingung untuk melakukan apa. dari luar gedung tua tampak Arif sudah berhasil menerobos rerumputan yang begitu lebat agar dirinya dapat melihat situasi yang ada di dalam gedung.


Arif terhenyak melihat Olivia sudah mengenaskan tergeletak di lantai. Sementara ada 12 orang anak buah Hendarson berjaga di sana. Tampak Arif memberi kode kepada Daniel dan juga Alex agar memerintahkan beberapa anak buah yang ikut bersama mereka untuk melakukan penyergapan dan menyelamatkan Olivia.


Tampak beberapa personil kepolisian pun sudah bersiap untuk melakukan penyergapan. Tentunya Daniel sama sekali tidak mengetahui siapa Aska yang mengirimkan pesan Whatsapp itu kepadanya, Agar mereka dapat menyelamatkan Olivia.


Kini anak buah Daniel dan beberapa personil kepolisian langsung melakukan penyergapan. terjadi baku tembak di antara anak buah Henderson dengan beberapa anak buah dan juga personil Kepolisian. Hingga anak buah Hendarson pun dapat dilumpuhkan.


Aska juga mengalami luka yang lumayan parah. Karena beberapa anak buah Daniel menghajarnya habis-habisan. "Olivia!" teriak Daniel sambil menangis histeris melihat kondisi istrinya yang begitu mengenaskan.


" Apa yang terjadi? Mengapa mereka tega menyakitimu sayang? tangis Dani sambil langsung meraih tubuh istrinya kepelukannya ia berusaha untuk menyadarkan Olivia. Tetapi Olivia tak kunjung sadar membuat Daniel semakin khawatir.


Daniel menggendong tubuh Olivia dan membawanya masuk ke dalam mobil. "Tolong kalian goreskan itu semua, aku akan membawa istriku ke rumah sakit. Perintah Daniel sambil langsung membawa Olivia masuk ke dalam mobil dan meminta kepada salah satu anak buahnya untuk menyetir mobil miliknya menuju rumah sakit.


Personil Kepolisian langsung memboyong seluruh anak buah Hendarson dan nyonya Julia ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan segala apa yang mereka lakukan. Termasuk Aska. "Ya Allah apa yang harus aku lakukan? Bagaimana Ibu Ya Allah, semoga ibu dapat bertahan." ratap Aska di dalam hati. Ketika mereka sudah berada di dalam balik jeruji besi.


Aska saat ini sangat bingung, bagai dilema. Ia menyesal telah pemberitahuan kepada Daniel lokasi dimana berada Olivia. Karena dirinya akhirnya masuk ke dalam balik jeruji besi, dan tidak dapat mencari uang pengobatan untuk ibu kandungnya.


"Jika aku tidak memberitahu kepada Daniel keberadaan Olivia dan membiarkan Olivia begitu saja, mungkin aku tidak berada di sini dan aku bisa mendapatkan uang itu. agar bisa membiayai pengobatan ibu. Aska bermonolog sendiri menyalahkan dirinya sendiri.


Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah sakit dimana Olivia mendapatkan perawatan. Daniel terus menangis menatap istrinya yang begitu mengenaskan akibat perbuatan Anak buah Hendarson dan juga Nyonya Julia.

__ADS_1


"Sayang kamu harus bertahan, demi Putra kita demi mas dan semua yang menyayangimu. "Ayolah sayang bangun, bangun sayang! tangis Daniel sembari terus mengusap wajah istrinya yang tampak pucat dan lebam lebam.


Dokter yang membantu melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Olivia saat ini menggelengkan kepalanya.


"Maaf Pak sepertinya Nyonya Olivia harus segera kita lakukan tindakan operasi. Karena terlihat menurut pemeriksaan kami ada gumpalan darah di kepalanya. Mungkin akibat benturan yang cukup hebat di bagian kepala Nyonya Olivia. Itulah yang mengakibatkan nyonya Olivia tidak sadarkan diri." ucap dokter itu kepada Daniel.


Membuat Daniel pun langsung terhenyak menangis histeris. "Aku tidak akan mengampuni siapapun yang melakukan ini kepadamu Sayang. Sampai ke ujung dunia pun mas akan mencarinya." tangis Daniel membuat dokter itu pun tidak berdayanya melihat seorang pengusaha kaya raya mengemis kepada dokter untuk segera menyelamatkan istrinya.


"Tuan Tenang saja. lebih baik Tuan berdoa agar Nyonya Olivia dapat terselamatkan.


"lakukan yang terbaik kepada istri saya Dokter. Tolong selamatkan dia. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu kepada istriku." Mohon Daniel meraung-raung kepada dokter itu agar dokter itu segera menyelamatkan Olivia.


Kami akan berusaha semaksimal mungkin Tuan dan tolong bantu dalam doa." ujar dokter itu sambil meminta tim medis lainnya untuk mempersiapkan tindakan operasi terhadap Olivia. Tentunya setelah mendapat persetujuan dari Daniel.


Daniel benar-benar tidak berdaya kali ini. Uang tidak menjadi patokan untuk menyelamatkan Olivia. Tetapi ia berharap tim medis yang menangani Olivia mampu memberikan yang terbaik kepada Olivia.


Sementara di tempat lain, tampak Nyonya Eliana sangat gelisah karena belum mendapatkan kabar tentang menantu dan putranya saat ini." Ya Allah cobaan apa yang kamu berikan kepada keluargaku? baru saja Kami merasa bahagia, engkau sudah memberikan cobaan yang begitu berat kepada kami ya Allah." Nyonya Eliana meratap seolah berbicara kepada Alloh, yang dapat didengar oleh Tuan Gladuks.


BERSAMBUNG......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN


__ADS_2