
Nyonya Eliana bangkit berdiri, berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. padahal sebelumnya Nyonya Eliana sudah mandi, tetapi ia harus membersihkan diri lagi setelah gempuran malam yang dilakukan oleh suaminya. Dikuti oleh Tuan Gladuks dari belakang.
Tuan Gladuks harus kembali lagi ke kamar mandi, untuk membersihkan diri Padahal baru sajak Tuan Gladuks selesai melakukan ritual mandinya. Tetapi ia harus kembali lagi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sementara Daniel memberitahu mengenai kejadian yang menimpa Arif. Membuat Olivia mendengar apa yang terjadi terhadap Arif. "Sebenci itukah Nyonya Anjani kepada keluarga kami Mas? tanya Olivia kepada Daniel.
"Sudahlah sayang tidak perlu dipikirkan semua orang prinsipnya berbeda-beda. mungkin tante Anjani belum mengenal Anisa. jika tante Anjani mengenalnya mungkin tidak akan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan sebelumnya.
Tetapi Mas mohon sama kamu. Tolong bujuk Anisa agar bersedia menjenguk Arif di rumah sakit. Mungkin dengan kedatangan Anisa ke rumah sakit kondisi Arif akan semakin cepat membaik. Apa kamu tahu saya betapa sibuknya Mas Jika Arif dan Alex tidak ada di kantor. Hingga Mas hampir tidak memiliki waktu untuk berkomunikasi kepadamu setidaknya di dalam sambungan telepon seluler. ucap Daniel mengeluh kepada istrinya.
Tampak Olivia menghela nafas. Ia seolah tidak yakin berhasil membujuk Anisa untuk menjenguk Arif. Tetapi Olivia kurang yakin Mas kalau Anisa akan bersedia menjenguk Arif jika tante Anjani berada di rumah sakit ucap Olivia kepada Daniel karena dirinya benar-benar tahu sikap asli Anisa yang tidak ingin keluarganya direndahkan oleh orang lain.
Jika Anisa sendiri yang direndahkan Anisa masih bisa terima tetapi Kalau keseluruhan keluarganya itu tidak bisa ya ampuni begitu saja. Mencoba tak mengapa Mas berharap kamu berhasil membujuknya. Sayang ini semua untuk kesembuhan Arif." ucap Daniel memohon kepada istrinya Olivia mengangguk paham permohonan suaminya membuat Olivia tidak bisa menolak.
Malam itu Olivia masih tetap memikirkan permintaan Daniel untuk membujuk Anisa. Ia memikirkan Bagaimana caranya untuk membujuk Anisa agar bersedia menemui Arif di rumah sakit.
****
Keesokan paginya sebelum Daniel berangkat ke kantor, ia terlebih dahulu menghantarkan istrinya ke rumah sederhana Milik ibu Nurhaida. Olivia sengaja membawa baby Arya Vito karena Ibu Nurhaida sudah berpesan kepadanya. Jika Olivia datang ke sana ia harus membawa baby Arya Vito yang membuat Ibu Nurhaida sangat merindukan cucu kesayangannya.
__ADS_1
Ketika mobil mewah milik Daniel sudah tiba di rumah itu. Daniel turun dari mobil miliknya untuk membukakan pintu agar Olivia dan baby Arya Vito, dapat keluar dengan leluasa melihat kehadiran Olivia disana. Anisa langsung berhamburan menghampiri Olivia dan langsung meraih tubuh baby Arya Vito kepelukannya.
"Sayang, mas langsung ke kantor saja ya. takut telat soalnya. ucap Daniel berpamitan kepada istrinya. lalu Daniel pun memberi salam kepada ibu nurhaida dan Pak Roberto.
"Loh nak Daniel tidak singgah dulu? tanya Pak Roberto kepada Daniel.
Nanti setelah pulang kantor saja ayah, Sepertinya kalau Daniel singgah Daniel tidak dapat mengejar waktu ada penting dengan klien." ucap Daniel memohon maaf kepada Pak Roberto dan juga Ibu Nurhaida.
Pak Roberto memahami situasi kalau Daniel benar-benar sibuk di kantor. Karena ia mengetahui siapa sosok menantunya itu. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit dari rumah sederhana milik keluarga Ibu Nurhaida Daniel tiba di kantor.
Sementara Olivia sudah masuk bersama baby Arya Vito dan juga Anisa. Sekarang giliran Pak Roberto yang menjaga warung sembako milik mereka. Sedangkan ibu Nurhaida Anisa dan Olivia masuk ke rumah untuk sekedar melepas rindu kepada baby Arya Vito . tampak mereka begitu bahagia melihat kehadiran baby Arya Vito disana. Anisa dapat melupakan kejadian saat berada di rumah keluarga dokter Iskandar, kalau dirinya mendapat hinaan dari Nyonya Anjani.
"Kak aku mohon jangan seperti ini terus. Jangan lari dari masalah. Jika kakak benar-benar mencintai Arif, Kenapa Kakak tidak memperjuangkannya? tanya Olivia kepada Anisa penuh selidik.
"Diperjuangkan pun tidak akan ada gunanya. Kami tidak akan mendapat restu dari Nyonya Anjani. Karena apa yang dikatakan Nyonya Anjani benar adanya. Kakak juga tidak mengalahkan Nyonya Anjani. Karena setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk putra-putri mereka sama halnya. Yang dilakukan oleh Nyonya Anjani mungkin bagi Nyonya Anjani kakak tidak orang yang tepat untuk putranya Arif." sahut Anisa.
Ya sekalipun Nyonya Anjani tidak menyetujui hubungan kalian. Setidaknya kakak harus mengetahui kondisi Arif. Saat ini sangat memprihatinkan ia berbaring lemah di rumah sakit." ucap Olivia berharap hati Anisa luluh dan bersedia untuk melihat Arif di rumah sakit.
Bagaimana mungkin Kakak bisa datang ke sana. Nyonya Anjani pasti berada disana. Ia akan mengusirku dan aku tidak akan mempermalukan diriku sendiri, hanya karena yang namanya cinta." ucap Anisa bersikeras tidak bersedia menemui Arif di rumah sakit.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Arif terus saja menyebut-nyebut nama Anisa. Di bawah alam sadarnya. Dokter Iskandar dan nyonya Anjani yang mendengarkan itu pun merasa sangat bingung ternyata cinta putranya terhadap Anisa begitu mendalam.
"Kamu memang begitu tega kepada Putra Mu? lihat di bawah alam sadarnya saja, dia masih menyebut nama Anisa. itu artinya Dia sangat mencintainya." ucap dokter Iskandar kepada istrinya dengan nada meninggi membuat Nyonya Anjani pun langsung terdiam.
Olivia terus membujuk Anisa agar Anisa bersedia untuk melihat kondisi Arif saat ini. akhirnya Anisa pun bersedia pergi ke rumah sakit. Pergilah sekarang sebelum semuanya terlambat kondisinya saat ini sangat memprihatinkan." ucap Olivia agar Anisa segera pergi ke rumah sakit saat itu juga.
Olivia menghubungi sopir pribadi keluarga Gladuks untuk menghantarkan Anisa ke rumah sakit dimana Arif dirawat saat ini. Ketika Anisa sudah bersiap membersihkan diri dan menggunakan pakaian yang terlihat rapi. Membuat aura kecantikannya semakin terpancar. Mobil yang dikendarai oleh supir pribadi keluarga. Daniel sudah tiba di halaman rumah yang selama ini ditempati oleh keluarga ibu Nurhaida.
"Kak lebih baik kakak langsung naik. Biar Pak sopir yang langsung menghantarkan Kakak ke rumah sakit." ujar Olivia sambil mengembangkan senyumnya menatap Anisa dengan tatapan penuh arti. Anisa menganggukkan kepalanya lalu ia melangkah masuk ke dalam mobil milik Olivia pemberian dari suaminya. mobil itu berlalu tentunya setelah berpamitan kepada ibu Nurhaida dan Pak Roberto.
15 menit di dalam perjalanan mobil yang ditumpangi oleh Anisa tiba di rumah sakit. Dengan langkah gontai Anisa masuk ke rumah sakit dan bertanya kepada suster ruang rawat inap Arif. Suster yang bertugas di sana pun memberitahu kalau ruang rawat inap Arif berada di ruang VVIP. Anisa melangkah berjalan menelusuri trotoar rumah sakit. Ia pun ingin masuk ke dalam ruangan VVIP itu, tetapi ia mengurungkan niatnya ketika melihat Nyonya Anjani disana.
Ia membalikkan tubuhnya ingin meninggalkan ruang VVIP. Itu tidak sanggup harus berhadapan dengan Nyonya Anjani. Dokter Iskandar yang menyadari bayangan seseorang melintas di pintu ruang rawat inap putranya pun keluar, ingin mencari tahu siapa yang ingin sekali melihat putranya disana dan ternyata pak Roberto melihat sosok Anisa berdiri tampak gelisah di sana.
Anisa Panggil dokter Iskandar. Membuat Anisa terhenyak seolah dirinya ingin lari dari sana. Anisa mengembangkan senyumnya lalu ia pun berpamitan kepada dokter Iskandar kalau dirinya ingin segera pulang. Tetapi dokter Iskandar langsung meraih tangan Anisa.......,Jangan pergi! Arif membutuhkanmu." mohon dokter Iskandar yang mampu membuat Anisa terdiam.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓