PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB.86 PERMINTAAN OLIVIA


__ADS_3

Setelah berpamitan kepada ibu Nurhaida dan juga Anisa, Olivia Daniel dan Arya Vito meninggalkan rumah Ibu Nurhaida terlihat Anisa tidak ingin berpisah dengan adik yang sangat ia rindukan selama ini. Tetapi ia juga tidak boleh egois. Karena saat ini Olivia harus menuruti keinginan calon mertuanya itu.


Di sepanjang perjalanan Olivia memberitahu kepada Daniel. Apa yang terjadi sepanjang hari, ketika Daniel meninggalkan rumah Ibu Nurhaida yang ditempati oleh ibu Nuraida berlalu ke kantor.


"Kamu serius sayang?tetangga mengatakan seperti itu? Daniel terkejut mendengar apa yang diucapkan Olivia


"Kamu tenang saja sayang, nanti mereka tidak akan bisa bicara apa-apa lagi. Jika pesta pernikahan kita sudah berlangsung.


Doakan saja secepatnya Mami dan Papi kembali rujuk. Agar kita segera langsung menikah. Dan rencana Mas akan mengundang mereka semua. Supaya mereka percaya kalau kamu itu sudah menjadi Nyonya Daniel Gladuks. Daniel mengeratkan pelukannya kepada Olivia. Ia pun mengecup tangan calon istrinya itu, Ibu dari anaknya. Hati Olivia menjadi penghangat setelah mendengar apa yang dikatakan Daniel kepadanya.


Setelah melakukan perjalanan sekitar 1 jam menelusuri jalanan ibukota, yang kebetulan jalanan macet karena saatnya para karyawan dan pekerja lainnya Waktunya pulang. Membuat kemacetan yang sangat luar biasa. Itu sudah menjadi ciri khas di kota ini.


"Aduh setelah melewati jalanan macet, akhirnya kita sampai juga." Daniel menatap Olivia ketika mendengar keluhan dari calon istrinya itu. Daniel meraih tubuh putranya lalu meminta ibu Florida untuk segera membantu Olivia memandikan Arya Vito.


"Mas Pasti capek nyetirnya tadi. Karena jalanan macet. Olivia menatap suaminya yang terlihat kelelahan. Apalagi Daniel jarang sekali menyetir sendiri karena selalu menggunakan jasa supir pribadi. "Tidak apa-apa sayang, santai saja ini belum seberapa." sahut Daniel.


Tiba-tiba Nyonya Eliana langsung menghampiri keduanya. Olivia memberi salam kepada Nyonya Eliana. " Maaf mom sudah membuat Mami menunggu."


"Tidak apa-apa sayang, yang penting kalian kan sudah pulang." sahut Nyonya Eliana tanpa memperhatikan sosok Tuan Gladuks baru keluar dari kamarnya.


Daniel mengembangkan senyumnya ketika melihat Tuan Gladuks keluar dari kamar milik Nyonya Eliana. "Maaf apa Mami sudah rujuk dengan papi? tanya Daniel berbisik kepada Nyonya Eliana. Wajah Nyonya Eliana merah merona seperti kepiting rebus.


Nyonya Eliana tidak langsung menjawab pertanyaan putranya. Justru menatap Daniel dengan tatapan tajam. Membuat Daniel bergedik ngeri.


"Kalian sudah pulang?" Tuan Gladuks melontarkan pertanyaan kepada Daniel.

__ADS_1


"Ya seperti yang Papi lihat. Kami kan sudah ada di sini, Itu berarti kami sudah pulang dong.


Tapi sepertinya ada yang aneh di rumah ini. wajah Papi seperti berseri-seri."Apa Papi sudah rujuk Kembali dengan mami?" bisik Daniel tepat di telinga Tuan Gladuks membuat Tuan Gladuks langsung tertawa cengengesan mendengar pertanyaan putranya.


"Kamu tenang saja. Ini lagi proses, tapi sepertinya Mami kamu sudah mulai membuka hatinya kembali. Jawab Tuan gaduks kembali berbisik dengan Daniel. membuat Nyonya Eliana dan Olivia saling memandang. Seolah mereka tidak menyukai lelaki yang spesial di hati mereka berbisik-bisik di hadapan mereka.


"Ada apa sih Mas kok main bisik-bisik segala? Memangnya rahasia apa yang kalian sembunyikan dari kami? Olivia menggerutu melihat calon suaminya dan Tuan Gladuks sedang membicarakan sesuatu. Tetapi sepertinya mereka tidak ingin didengar oleh Olivia dan juga Nyonya Eliana.


"Ah biarin saja Olivia. nih Kedua lelaki ini seperti emak-emak rempong yang selalu ingin ngegosip. lebih baik kamu langsung mandi gih. Daripada kepo dengan apa yang mereka bicarakan. Padahal yang mereka bicarakan pun tidak ada pentingnya.


Olivia langsung tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan Nyonya Eliana. lalu ia pun meninggalkan Kedua lelaki itu di sana. Dan masuk ke kamar mandi. Dan membersihkan diri di sana.


Sementara Daniel menggelengkan kepalanya melihat interaksi Nyonya Eliana dan Olivia yang begitu kesal melihat Daniel dan Tuan Gladuks berbisik-bisik mengenai kedekatan antara Nyonya Eliana dan Tuan Gladuks.


" Ya sudah Pi, lanjutkan saja perjuangan Papi saat ini. Daniel ingin membersihkan diri. Daniel langsung meninggalkan tuan Gladuks dan nyonya Eliana di sana.


" Yang pasti Putra kita menginginkan kalau kita kembali rujuk. Nyonya Eliana menatap tuan Gladuks dengan tatapan tajam. "Jangan menatapku seperti itu sayang. Tuan Gladuks langsung mengecup bibir manis Nyonya Eliana. Tanpa menyadari keberadaan para asisten rumah tangga yang ada di sana.


Nyonya Eliana memberontak. Tetapi Tuan Gladuks tidak peduli. Ia justru kembali mencium bibir manis Nyonya Eliana. Tuan Gladuks benar-benar ingin mengulangi memori mereka yang sudah berlalu.


Tiba-tiba Olivia kembali turun setelah selesai melakukan ritual mandinya. Membuat Tuan Gladuks langsung menghentikan aksinya. Aksi yang mampu membuat Nyonya Eliana ngos-ngosan. Sekalipun tidak bekerja rodi.


"Eh maaf mom sudah mengganggu Papi dan mami." ucap Olivia sambil berniat berlalu meninggalkan Nyonya Eliana dan Tuan Gladuks di sana. " Kamu kenapa pergi Nak? Di sini saja." ujar Nyonya Eliana meminta agar Olivia tidak meninggalkan mereka.


Olivia hanya nyengir. lalu kembali duduk di sana. Mom Olivia bisa berbicara sesuatu tidak? tapi hanya berdua. Olivia merencanakan sesuatu yang besar untuk Nyonya Eliana.

__ADS_1


"Memangnya ingin bicara apa sih sayang? sepertinya penting sekali." Tanya Nyonya Eliana penasaran. Olivia mengajak Nyonya Eliana ke taman belakang menikmati indahnya bunga-bunga bermekaran dan sayuran yang ditanam oleh Nyonya Eliana sendiri.


Ketika mereka sudah berada di taman belakang dan duduk di gazebo, Olivia mengutarakan apa yang ada di dalam isi hatinya kepada Nyonya Eliana.


"Mom .. Mami ingin Olivia dan Mas Daniel Bahagia tidak?


"Tentu dong sayang!" kebahagiaan kalian yang terpenting di dalam hidup mami. Mami akan melakukan apapun asalkan itu membuat kalian bahagia." sahut Nyonya Eliana dengan tegas.


"Beneran Mami akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kami? Olivia kembali mengulangi kata-kata Nyonya Eliana.


"Iya sayang, mami akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kalian.


"Kebahagiaan Olivia dan mas Daniel, Begitu juga dengan Arya Vito melihat Mami kembali rujuk dengan Papi. Itu salah satu yang membuat Olivia dan Mas Daniel bahagia. Jika Mami dan Papi sudah kembali rujuk, maka pernikahan Daniel dan Olivia akan segera dilangsungkan. Olivia memberitahu keinginan mereka dari Nyonya Eliana.


Nyonya Eliana terhenyak mendengar permintaan Olivia saat ini. Nyonya Eliana sudah terlanjur berjanji akan melakukan apapun demi kebahagiaan Daniel dan Olivia. Ia bagai dilema. Tidak dapat berbuat apa-apa saat ini.


Nyonya Eliana hanya terdiam dan tak dapat menjawab apa yang dikatakan oleh Olivia. Mom Kenapa diam? bukannya Mami mengatakan akan melakukan apapun demi kebahagiaan Olivia dan Mas Daniel?" tanya Olivia kembali.


Nyonya Eliana menghela nafas berat.


" Kamu tenang saja, kalau Papi kamu benar-benar sudah berubah, Mengapa mami mau rujuk dengannya? karena di dalam lubuk hati Mami yang paling dalam, Mami masih sangat mencintai Papi." ucap Nyonya Eliana membuat Olivia langsung memeluk nyonya Eliana.


" Terimakasih Mami. Mami Memang benar wanita yang sangat luar biasa." Olivia mengeratkan pelukannya dan mencium wajah cantik Nyonya Eliana


Bersambung...

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA


__ADS_2