
Di tempat lain terlihat Ibu Nurhaida begitu gelisah. Pikirannya terus kepada Olivia. "Apa yang terjadi kepada Putri Ku Olivia sepertinya aku memiliki firasat yang buruk tentang Olivia." gumam Ibu Nurhaida ketika dirinya sedang melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Anisa datang menghampiri ibu Nurhaida yang terlihat gelisah dan mondar-mandir. "Ada apa Bu? sepertinya Ibu tanpak gelisah? tanya Anisa ketika melihat ibu Nurhaida tanpak khawatir seperti memiliki beban pikiran yang cukup berat.
Padahal Daniel sudah memberikan mereka usaha kecil-kecilan membuka toko sembako di lokasi tempat mereka tinggal. Agar ibu Nurhaida tidak perlu bekerja sebagai buruh cuci lagi atau menjual gorengan dengan menjajakan gorengannya ke setiap rumah-rumah.
"Entahlah firasat Ibu begitu buruk tentang adikmu Olivia. Entah apa yang terjadi. Ibu menghubungi nomor ponselnya tetapi tak kunjung diangkat. Membuat Ibu semakin khawatir." ucap Ibu Nurhaida kepada Anisa. Anisa kembali menghubungi nomor ponsel Olivia. Ia pun tak kunjung mendapat jawaban.
Sementara di rumah sakit,ibu Florida yang melihat ponsel Olivia yang terus berdering, Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi nomor ponsel Olivia, adalah ibu Nurhaida. Membuat Ibu Florida khawatir, kalau ibu Nurhaida kepikiran kepada putrinya yang sedang berjuang melawan rasa sakit yang dirasakan oleh Olivia saat ini.
Apa yang harus aku lakukan Tuan? Ibu Nurhaida sudah Terus menghubungi nomor ponsel Olivia pasti mereka akan khawatir karena Olivia tak kunjung mengangkat nomor ponselnya." ucap Ibu Florida meminta pendapat kepada Daniel.
Daniel pun akhirnya meminta kepada Ibu Florida agar mengangkat sambungan telepon selulernya dan memberitahu kalau Olivia baik-baik saja. Dengan alasan Olivia sedang pergi dan ponselnya ditinggal.
Ibu Florida pun melakukan seperti yang dikatakan oleh Daniel. Ibu Florida terpaksa harus kembali berbohong kepada Ibu Nurhaida. Karena Ibu Florida tidak ingin membuat Ibu Nurhaida merasa khawatir terhadap Olivia saat ini.
Ibu Florida langsung memutuskan sambungan telepon seluler dari ibu Nurhaida ketika sudah mengatakan kalau Olivia baik-baik saja. Setelah mematikan sambungan telepon selulernya, Ibu Florida merasa bersalah.
Ia menangis sesungguhkan dan berharap Olivia akan cepat sadarkan diri dan dapat pulih kembali seperti semula. " Ya ampun Olivia apa yang harus aku lakukan aku terpaksa berbohong kepada ibumu, agar mereka tidak mengkhawatirkan dirimu. Aku tidak mengetahui apa yang akan mereka katakan kepadaku jika mereka mengetahui keadaanmu seperti ini." tangis Ibu Florida. membuat Nyonya Eliana langsung menghampiri Ibu Florida.
Ibu tenang saja, Olivia pasti baik-baik saja terlihat Nyonya Eliana, tampak tenang seperti sudah biasa menghadapi hal seperti, yang terjadi saat ini kepada Olivia. Yang ternyata ketika melahirkan Daniel 35 tahun yang lalu Nyonya Eliana juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Olivia.
Membuat Nyonya Eliana semakin yakin kalau Olivia dapat bertahan. Ia tahu kalau Nyonya Eliana sama seperti dirinya. Siang itu Alex datang menghampiri Daniel ke rumah sakit. ketika Alex sudah masuk ke ruang rawat inap Olivia.
__ADS_1
Alex sebenarnya tidak tega melihat kondisi Olivia sedang berjuang menahan rasa sakit yang ada di tubuhnya. Wanita yang ia cintai berbaring lemah di atas brangker tetapi Daniel tidak mengetahui kalau selama ini Alex juga mencintai Olivia .
Alex berusaha untuk mengalah kepada Daniel yang merupakan sahabat sekaligus bosnya itu."Bertahanlah Olivia, aku yakin kamu wanita yang kuat kamu pasti bisa melewati ini semua." ucap Alex sembari menatap Olivia.
Daniel hanya terpaku mendengar apa yang dikatakan Alex kepada Olivia dibawah alam sadarnya. Ada rasa curiga di hati Daniel ketika mendengar kata-kata tulus dari Alex untuk menyemangati Olivia.
Daniel curiga kalau selama ini diam-diam Alex mencintai Olivia. Tetapi Daniel tidak dapat menuduh karena Daniel tidak memiliki bukti yang kuat.
"Ibu maafkan aku!"
"Ibu aku sudah berdosa"
"Ibu aku sudah membohongi ibu dan kak Anisa selama ini.
Tiba-tiba kondisi Olivia semakin drop denyut nadi yang terhubung ke monitor terlihat semakin melemah. Membuat Daniel panik Ia pun menjerit minta tolong kepada dokter agar segera memberikan pertolongan kepada Olivia.
Terlihat di monitor itu sudah lurus, itu berarti denyut jantung Olivia sudah tidak berdetak. jeritan tangis Daniel Ibu Florida Begitu juga dengan Alex yang hadir di sana menggema isi ruang rawat inap Olivia.
Nyonya Eliana tidak sanggup menahan tangisnya melihat jeritan tangis putranya yang sangat ia sayangi. Dokter dan suster berlari menghampiri Olivia berniat untuk memberikan pertolongan.
"Bantu saya tolong saya selamatkan istri saya Saya tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya." ucap Daniel memohon kepada dokter agar segera berupaya menyelamatkan Olivia. "Maaf Tuan denyut jantung Nona Olivia sudah tidak berdetak lagi dan sekarang Olivia sudah tiada!" ucap dokter itu meminta maaf kepada Daniel .
"Tidak!"
__ADS_1
"Tidak mungkin, tidak mungkin istri saya sudah tiada. Aku yakin kamu salah dokter tolong periksa lagi." Tangis Daniel sembari terus mengguncang Tubuh Olivia.
"Bangun sayang!"
"Bangun, bangun sayang!" tangis Daniel sembari terus goyang tubuh Olivia . "Maaf tuan sabar, sepertinya Tuhan lebih sayang kepada Nona Olivia." ucap dokter itu kepada Daniel.
Tidak....!"
Tidak mungkin istri saya meninggalkanku." ucap Daniel kepada dokter itu. Dokter itu ingin melepas alat-alat medis dari tubuh Olivia. tetapi Daniel menghentikannya. Membuat dokter itu pun mengerutkan keningnya.
"Maaf Tuan, Nona Olivia sudah tidak ada lagi." ucap dokter itu kepada Daniel.
" Tolong lakukan sesuatu lakukan pemicu jantung." ujar Daniel memohon dan bersujud kepada dokter. Dokter itu pun menggelengkan kepalanya lalu melakukan seperti yang dikatakan Daniel Untuk memicu jantung Olivia, berharap apa yang dikatakan Daniel dapat berhasil.
Tetapi ketika sekali, dua kali Sampai tiga Kali pemicu jantung dilakukan, denyut jantung Olivia tak kunjung berdetak membuat dokter itu pun putus asa dan kembali meminta maaf kepada Daniel.
Jeritan tangis Daniel semakin menggema di seisi ruang rawat inap Olivia membuat Dokter Itu pun tidak dapat berkata-kata. "Ya ampun Olivia apa yang harus aku lakukan dan katakan kepada ibumu." suara tangis Vika yang baru hadir di sana pun langsung menjerit histeris tidak mampu melihat sahabatnya.
Karena Daniel tak kunjung memberikan izin kepada dokter dan suster yang bertugas di sana, untuk melepaskan alat-alat medis yang ada di tubuh istrinya. Akhirnya dokter itu pun memberikan waktu kepada Daniel dan berlalu dari ruang rawat inap Olivia saat itu.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓