PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 29. MENCARI OLIVIA


__ADS_3

Dua Minggu sudah berlalu. Daniel tetap mengalami hal yang sama. Setiap pagi ia mengalami Pusing mual dan muntah Sehingga kondisi tubuhnya semakin kurus. "Apa yang terjadi kepada Tuan? mengapa Tuan sering sekali mual dan muntah? tanya sang asisten kepada Daniel.


Saya juga tidak mengetahui apa yang terjadi kepada Ku. Akhir akhir ini aku sering pusing, mual dan muntah." Sahut Daniel kepada sang asisten. Sang asisten pun merasa bingung apa yang terjadi kepada Daniel saat ini."Jangan-jangan ada seseorang wanita yang sudah Tuan tiduri hamil saat ini, Sehingga Tuan sendiri yang mengalami mual dan muntah. Seperti orang hamil yang lagi mengidam


Soalnya yang aku tau ciri orang hamil yang mengidam seperti yang tuan alami. Itupun menurut yang aku baca di internet, lelaki juga dapat mengidam menggantikan wanita yang ia hamili." ucap sang asisten membuat Daniel langsung melototkan matanya kepada sang asisten. Hingga Alex pun langsung menundukkan kepalanya.


"Maksud kamu apa berkata seperti itu kepadaku?" sang asisten hanya terdiam. Ia tidak mampu menjawab pertanyaan Daniel. Ia khawatir Daniel akan marah besar kepadanya."Maafkan aku Tuan, aku hanya mengatakan yang pernah aku baca di internet saja." sahut sang asisten merasa ketakutan. Daniel memecingkan matanya kearah Alex lalu meraih ponsel yang ada di atas meja. berniat untuk membaca apa yang dikatakan sang asisten.


Daniel pun membaca sama seperti hal yang dibaca oleh sang asisten. Membuat Daniel mengerutkan keningnya. Begitu banyak wanita yang sudah aku tiduri, tetapi selama ini aku tetap memakai pengaman. Lain halnya dengan Olivia. Selama aku bersamanya Aku tidak pernah menggunakan pengaman. Daniel bermonolog sendiri.


"Jangan-jangan Olivia hamil dan ska merasa malu dan takut sehingga dia memutuskan untuk resign dari kantor ini."tebak Daniel di dalam hati. Tetapi ia enggan mengungkapkannya kepada sang asisten.


"Cari Olivia sekarang juga. Saya tidak mau tahu dia harus diketemukan saat ini juga." Perintah Daniel kepada sang asisten membuat sang asisten pun mengerutkan keningnya. Ia bingung Mengapa Daniel tiba-tiba memintanya mencari Olivia saat ini juga. Hari ini sang asisten ditugaskan untuk menemui Olivia di rumah kontrakan yang ditempati oleh ibu Nurhaida dan juga Anisa.


Saat itu juga sang asisten berlalu meninggalkan Daniel di sana. Berniat untuk mencari keberadaan Olivia. Sejujurnya sang asisten juga sudah mencurigai kepergian Olivia yang tiba-tiba menghilang begitu saja. Tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa. Karena jika ia salah bicara Daniel bisa marah besar kepadanya.


"Saya pamit dulu Tuan, ingin mencari keberadaan Olivia." ucap sang asisten kepada Daniel dibalas anggukan dari Daniel lalu menghempaskan tangannya seperti mengusir sang asisten dari ruangannya.


"Olivia Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dariku? Mengapa kamu tiba-tiba menghilang begitu saja dari kantor ini? gumamnya dalam hati sembari mengutak-atik ponselnya. Lalu ia pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, ketika melihat nomor ponsel milik Olivia.


Ketika Daniel menghubungi nomor ponsel milik Olivia, ternyata nomor ponsel itu sudah tidak aktif lagi. Membuat Daniel merasa kesal dan geram dan melemparkan ponselnya kelantai sampai berkeping-keping.

__ADS_1


"Aku tidak akan memaafkanmu Olivia. Kamu berani bermain-main denganku. Ingat siapapun tidak bisa membantah keinginanku. Aku akan segera mendapatkanmu Olivia. lihat saja nanti apa yang dapat aku lakukan kepadamu, jika aku menemukanmu. Saat ini juga aku pasti bisa menemukanmu." ucap Daniel bermonolog sendiri.


Di tempat lain, tepatnya di kediaman Ibu Nurhaida. Sang asisten sudah tiba di sana membuat ibu nurhaida dan Anisa merasa heran melihat Alex berada di sana."Tuan Alex ada gerangan apa datang ke rumah kontrakan kami?" tanya ibu Nurhaida berhati-hati.


"Saya ingin bertemu dengan Olivia apa olivianya ada? tanya Alex kepada ibu Nurhaida membuat Ibu Nurhaida pun mengerutkan keningnya. "Pertanyaan macam apa ini Tuan Alex? bukankah Olivia mendapatkan tugas dari Tuan Daniel kalau Olivia saat ini ditugaskan ke luar kota?" tanya ibu Nurhaida merasa heran.


"Maksud ibu apa?


"Iya Olivia bekerja di luar kota setelah dipindah tugaskan oleh Daniel di sana. sehingga Olivia tidak tinggal di sini lagi.dan bekerja di luar kota." sahut ibu Nurhaida membuat Alex merasa heran.


"Tahu dari mana Ibu kalau saat ini Olivia bekerja di luar kota?l dengan perintah Tuan Alek Tuan Daniel?


"Saya langsung mendapat sambungan telepon seluler dari Olivia. Karena saat ini Olivia ditugaskan Daniel bekerja di luar kota. Itu menurut penuturan Olivia di dalam sambungan telepon selulernya. Dan sudah 3 minggu lamanya, Olivia tidak pulang ke rumah dan bekerja di luar kota." sahut Ibu nurhaida dibenarkan oleh Anisa.


Ketika Alex sudah tiba di samera company, iya langsung menuju ruang kerja Daniel.


Tok ...


Took ....


Toook ....

__ADS_1


Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Daniel. Sekalipun Daniel merasa pusing, Ia pun langsung berteriak.


" Masuk teriak Daniel dari dalam ruang kerjanya. Dengan sekali hentakan Alex pun membuka pintu ruang kerja Daniel.


"Maaf tuan saya mengganggu waktu Tuan." ucap Alex sembari masuk ke dalam ruang kerja Daniel.


"Ya silakan masuk!" perintah Daniel. Dapat informasi Apa kamu hari ini?" ucap Daniel kepada Alex membuat Alex pun langsung membuka suara.


Alex pun memberitahu apa yang didengarnya dari ibu Nurhaida dan Anisa membuat Daniel mengerutkan keningnya. "Berani Olivia membohongi orang tuanya dan juga membohongi kita semua!" berarti ini ada sesuatu yang tidak beres." gumam Daniel yang dapat didengar oleh Alex.


"Ya, Alex selama ini memang sangat mencintai Olivia. Tetapi Olivia tidak pernah mengetahui akan hal itu. Yang ia tahu selama ini, Alex begitu baik terhadapnya yang selalu membantu dirinya dalam segala hal. Itu terlihat jelas ketika Olivia jatuh pingsan di ruang kerja Daniel.


"Saya tidak mau tahu kamu harus segera menemukan Olivia. Cari informasi di mana Olivia saat ini. Saya tidak akan melepaskannya begitu saja." ucap Daniel dengan nada emosi menatap Alex dengan tatapan elang.


"Maaf Tuan, Untuk apa kita membuang-buang waktu mencari wanita seperti Olivia. Masih banyak wanita yang lebih cantik dan lebih mapan darinya." celetuk sang asisten yang mampu membangkitkan amarah Daniel.


"Saya sudah katakan kepada kamu. Cari Olivia sampai dapat. Saya tidak mau tahu berapapun biayanya, segeralah bawa Olivia ke hadapanku sekarang juga dalam keadaan apapun." Perintah Daniel dengan nada yang sudah sangat emosi.


Membuat Alex menggelengkan kepalanya.Ia tidak mengerti mengapa Daniel begitu marah ketika dirinya, menyamakan Olivia dengan wanita-wanita lainnya. Yang sering berdatangan ke ruang kerjanya untuk memuaskan nafsu birahi Daniel.


Bersambung.....

__ADS_1


hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


__ADS_2