PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 154.MAKAN BESAR


__ADS_3

Pagi itu Arif pagi-pagi sekali pergi ke kantor untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya di perusahaan milik Daniel sebagai salah satu petinggi perusahaan. Arif masuk ke dalam ruang kerjanya. Sedangkan Daniel belum tiba di kantor. Pikiran Arif saat ini sedang kacau. Tampak iya kurang konsentrasi dalam melakukan pekerjaannya.


Hingga Arif berulang kali melakukan kesalahan. Hanya wajah Anisa yang berada di pikirannya. Daniel yang baru masuk ke ruang kerjanya meminta kepada Arif untuk segera menyiapkan bahan meeting pagi itu. Arif berlalu meninggalkan ruang kerjanya menuju ruang kerja Daniel.


"Apa Tuan Daniel memanggilku?


"iya, dimana materi meeting kita pagi ini? Arif menggaruk kepalanya yang tidak gatal. pertanda Ia melakukan kesalahan lagi. Ia memberikan file materi kepada Daniel. Terlihat Daniel mengerutkan keningnya karena tidak biasanya Arif melakukan kesalahan fatal seperti yang ia lihat kali ini.


"Apa ini?


"Apa yang terjadi kepadamu sehingga kamu tidak fokus mengerjakan pekerjaanmu? Daniel merasa bingung dengan hasil kerja Arif kali ini. Daniel berusaha untuk membuat Arif jujur kepadanya. "Jika kau ada masalah bicara kepadaku siapa tahu aku bisa bantu."


"Tidak ada yang bisa membantuku selain Mami memberikan Restu di hubungan aku dengan Anisa."Arif membatin menatap Daniel dengan Tatapan yang sulit diartikan. Daniel meminta kepada Arif untuk merevisi materi yang akan digunakan untuk meeting dengan klien penting. Berharap Arif dapat menyelesaikannya.


Daniel menatap wajah Arif yang kusut. membuat dirinya tidak yakin kalau Arif mampu merevisi materi itu. Hingga Daniel pun mengambil alih tugas yang seharusnya dikerjakan oleh Arif. Sejujurnya Daniel mengetahui kalau saat ini Arif tidak konsentrasi mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya.


Yang entah apa yang membuat asisten dan juga sekaligus sahabatnya itu tidak konsentrasi. Yang pasti Daniel belum mengetahui apa penyebabnya. Saat ini yang ada di benak Arif hanyalah Anisa dan Anisa. selesai melakukan revisi materi untuk meeting pagi, Daniel beranjak dari tempat duduknya. Berniat langsung ke lokasi meeting.

__ADS_1


"Ingat Setelah saya selesai meeting kamu harus menjelaskan segalanya kepadaku. Jangan pernah menutup-nutupi sesuatu kepadaku." ucap Daniel dengan tegas menatap sahabat sekaligus asistennya itu dengan tatapan tajam.


Daniel berlalu meninggalkan Arif begitu saja disana. Ia tahu persis kalau saat ini pikiran Arif sedang kacau. Daniel meninggalkan kantor menuju restoran di mana klien mereka menunggu disana. setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian, Daniel tiba di salah satu restoran ternama bintang 5 yang ada di pusat kota.


Daniel masuk ke restoran dan salah satu pola yang di sana menyapa Daniel. "Selamat pagi tuan Daniel yang terhormat, anda sudah ditunggu di dalam." ucap pelayan itu sambil mengembangkan senyumnya membungkukkan badan.


Daniel masuk. Ia melihat seorang pria paruh baya dengan seorang wanita cantik yang duduk di sebelahnya. "Bagaimana apa Tuan terlalu lama menungguku? Maaf sudah membuat Anda menunggu. Karna tadi ada kesalahan teknis sedikit." ucap Daniel sambil memberi salam kepada Tuan Thomson.


Yang mana Tuan Thomson merupakan salah satu pengusaha kaya raya dari Thailand. ingin mengembangkan perusahaannya di tanah air. hingga ia memilih Daniel untuk bekerja sama dengannya. Daniel melihat peluang bisnis yang ditawarkan oleh Tuan Thomson kepadanya. Yang menurutnya jika mereka menjalin hubungan kerjasama maka perusahaan Daniel akan memiliki untung yang besarnya.


Tuan Thomson melihat penawaran yang diberikan Daniel kepadanya. Sepertinya ia tertarik apalagi wanita muda cantik nan rupawan yang dikirimkan Daniel kepadanya dapat membuat Tuan Thomson terpesona dan langsung menandatangani hubungan kerjasama itu.


Daniel langsung berpamitan kepada Tuan Thomson, ingin segera kembali ke kantor. karena Daniel tidak kuat melihat tingkah Tuan Thomson yang sama sekali tidak mencerminkan seorang lelaki yang memiliki wibawa. Karena di hadapan Daniel sendiri, pria paruh baya itu mengobok-obok wanita penghibur yang dikirimkan Daniel khusus untuk Tuan Thomson. Guna melancarkan agar kontrak kerjasama itu cepat ditandatangani oleh Tuan Thomson.


Daniel berlalu meninggalkan Tuan Thomson sambil mengembangkan senyumnya. karena Daniel berhasil mendapatkan proyek besar dari tuan Thomson yang ia perkirakan keuntungan yang diperoleh perusahaan Daniel akan sangat besar.


Setelah melakukan perjalanan 15 menit kemudian Daniel tiba di kantor. Beberapa karyawan yang bertugas di sana merasa heran melihat wajah dan yang berseri-seri. itu artinya mood Bos mereka sedang baik. beberapa karyawan Daniel. Yang biasanya hanya diam saja jika disapa oleh para karyawan kali ini ia mengembangkan senyumnya dan menyahut teguran para karyawan.

__ADS_1


Melihat itu semua, para karyawan menggelengkan kepalanya. Seolah mereka tidak percaya kalau yang mereka lihat itu Daniel yang merupakan Bos mereka.


"Semuanya kumpul! langsung menuju restoran yang ada di bawah. kali ini kita makan siang besar. saya yang akan mentraktir semua." ucap Daniel kepada para karyawan karyawati Yang bertugas disana.


Membuat prakaryawan karyawati Yang bertugas di sana bersorak kegirangan.Berbeda dengan Arif yang masih duduk santai di ruang kerjanya. Daniel mencari sosok asisten sekaligus sahabatnya itu tetapi ia tidak melihatnya.


Ia meminta salah satu karyawan yang di sana untuk mencari Arif di ruang kerjanya. Beberapa menit kemudian Arif menghampiri Daniel yang masih berdiri di tengah-tengah para karyawan."Ada apa ini Mengapa tiba-tiba para karyawan kumpul di sini? tanya Arif kepada Daniel karena dirinya penasaran Apa penyebab para karyawan berkumpul di sana.


"Sekarang juga kita menuju restoran. kalian makan sepuasnya di sana." perintah Daniel dengan lantang dari tengah-tengah kerumunan para karyawan. Sementara Arif diam dan berdiri disana seperti patung. Padahal Yang lain sudah bersorak kegirangan turun ke lantai dasar ke sebuah restoran yang lokasinya tidak jauh dari kantor milik Daniel.


Daniel melihat Arif yang hanya berdiri mematung di sana pun, menepuk pundak Arif. "Ada apa mengapa kau hanya diam saja? jika kau memiliki masalah cerita kepadaku ucapnya sambil menarik tangan Arif mengikuti para karyawan menuju restoran.


Arif mengikuti Daniel duduk di ruang VVIP yang ada di restoran itu. Sebelumnya Daniel sudah menghubungi pihak restoran kalau para karyawannya akan meramaikan restoran itu. "Ada apa cerita kepadaku? pertanyaan itu kembali dilontarkan Daniel kepada Arif.


"Aku mencintai Anisa. jauh dari sebelumnya kalian menjodoh-jodohkan Arif dengannya. tetapi masalahnya Mami Anjani tidak merestuinya. Berbeda dengan Papi Iskandar ia merestui hubungan kami berdua. Tetapi Mami Anjani menolaknya dengan keras dan bersumpah tidak akan menerima Anisa menjadi menantu di tengah-tengah keluarga besar kami.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2