PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 158. MERASA MUAL


__ADS_3

Ketika Anisa sedang berada di kamar mandi,Arif terbangun dari tidurnya. Nak Arif Mengapa tidur di sofa? Apa nak Arif terlalu kelelahan? tanya Pak Roberto kepada Arif yang tertidur di sofa sederhana milik keluarga Anisa.


"lebih baik nak Arif pulang sekarang. ini sudah malam. Jika belum terselesaikan masalah antara kalian berdua, lebih baik nak arif kembali besok pagi. Mungkin mod Anisa lagi tidak stabil, membuat Anisa seperti itu harap maklum saja.


Berikan dia waktu nanti akan bapak coba pelan-pelan berbicara kepadanya." ucap Pak Roberto kepada Arif berharap Arif paham akan situasinya saat ini. Arif dengan berat hati meninggalkan rumah sederhana keluarga ibu Nurhaida sama seperti yang dikatakan oleh Anisa.


Ketika Anisa sudah keluar dari kamar mandi dan menggunakan pakaian tidurnya. Ia melihat sudah tidak ada Arif lagi di sana. karena sebelumnya pak Roberto sudah meminta Arif untuk segera kembali.


"syukurlah dia sudah pulang, Anisa membatin. lalu ia kembali masuk ke kamar. "Anisa Apa kamu sudah makan? "teriak Ibu Nurhaida dari ruang makan. Kalau kamu belum makan, lebih baik kita makan sekarang. " ujar Ibu Nurhaida setengah berteriak.


Berharap putrinya mendengar dari kamarnya. Anisa Kembali keluar menghampiri Pak Roberto dan ibu Nurhaida yang sedang berada di ruang makan. Di sela-sela makan malam, keluarga Pak Roberto berbicara kepada Anisa.


"Sebenarnya ada masalah apa kamu dengan nak Arif?coba cerita kepada ayah ."tanya Pak Roberto kepada Anisa. "Sudahlah Ayah, tidak perlu dibahas lagi. Anisa tidak ingin membahas itu. Anisa ingin menikmati makan malam ini, tanpa dibayang-bayangi hinaan orang lain. "ucap Anisa kepada Pak Roberto yang masih setia menatap putrinya dengan tatapan penuh kasih sayang.


Putri yang dulu ia harapkan enyah dari muka bumi. Karena penyakit yang diderita oleh Anisa selama ini,dianggap oleh Pak Roberto menjadi beban keluarga.


Sejujurnya saat itu Anisa merasa tidak berdaya dan merasa bersalah karena ia menjadi beban keluarga seperti yang dikatakan oleh Pak Roberto kepadanya . awalnya Anisa pesimis kalau dirinya tidak akan dapat sembuh.


Tetapi Olivia dan ibu Nurhaida selalu menyemangati Anisa. Terkadang ketika Anisa mengingat kata-kata Pak Roberto yang begitu menyakitkan itu rasa benci Anisa terhadap Pak Roberto kembali berapi-api.

__ADS_1


Sehingga ia tidak ingin membahas masalah Anisa jika itu bersangkutan dengan masa lalu Pak Roberto yang begitu kelam. Pak Roberto langsung terdiam karena ia mengetahui penyebab masalah yang dihadapi Anisa, merupakan kehidupan masa lalu Pak Roberto.


Sekarang putrinya yang menanggung akibat perbuatan masa lalu Pak Roberto yang urakan. Malam itu Anisa Pak Roberto dan ibu Nurhaida selesai makan malam, Anisa memilih untuk segera masuk ke dalam kamar.


Berharap Pak Roberto dan ibu Anisa tidak akan bertanya lagi mengenai hubungannya dengan arif. Aku semakin bersalah kepada putri-putri kita. Mereka harus menanggung akibat dari perbuatan yang aku perbuat. Hingga Anisa mendapat hinaan dari Nyonya Anjani ibu kandung Arif.


Mereka tidak Sudi Anisa menjadi menantu mereka. Karena Anisa itu merupakan darah dagingku. Aku minta maaf kepadamu Nurhaida telah membuat masalah di kehidupan kalian Pak Roberto semakin merasa bersalah.


"Sudahlah mas, ngapain menyalahkan diri sendiri. Semuanya sudah berlalu tidak perlu disesalkan lagi. Karena semua sudah terjadi. Mudah-mudahan ke depannya kehidupan kita semakin membaik.


Penyesalan memang selalu datang terlambat. Tetapi Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali ujar ibu Nurhaida untuk yang kedua kalinya kepada Pak Roberto.


Karena sebelumnya ibu Nurhaida pernah mengatakan hal yang sama kepada Pak Roberto saat berada di penjara. Pak Roberto meraih tubuh istrinya ke pelukannya, meminta ampun kepada ibu Nurhaida.


****


Di tempat lain, terlihat Vika sedang menikmati liburan bulan madunya bersama Alex. Di negri sakura Jepang. sebuah negara dan kota impian Vika melakukan liburan. Tetapi kali Ini Alex Mengabulkan impian Vika membuat Vika merasa bahagia. Ia tidak menyangka dapat menggapai impiannya untuk liburan di Kota Hiroshima dan Tokyo kota yang selama ini ingin di jalani Vika.


"Mas, apa kamu tau? Vika saat ini sangat bahagia karena akhirnya Fika dapat meninjakan kaki di negara ini. Dan dapat menikmati salju dan bunga Sakura yang ingin sekali Vika lihat dan kenikmati saat Vika masih duduk di bangku SMP. Tetapi saat ini,Mas mengabulkan impian Vika. Alex mengembangkan senyumnya melihat senyum bahagia dari istrinya karena ia mampu membuat istrinya bahagia.

__ADS_1


Sementara Daniel merasa bahagia karena Ia mendapatkan Proyek besar dari perusahaan milik Tuan Thomson. Ketika mereka, sudah selesai menikmati makan siang bersama para karyawannya. Daniel kembali ke rumah sore itu, dan langsung menghampiri istri dan putranya baby arya Vito yang sedang berada di kamar.


Ada Rona bahagia di hati Daniel,ketika ia melihat Olivia sedang menimang Putranya. Olivia dengan Teladan mengurus Baby Arya Vito. ia tidak ingin hanya mengandalkan Ibu Florida dan asisten rumah tangga lainnya untuk mengurus putranya.


Tetapi dia juga ingin mengurus putranya sendiri dengan penuh kasih sayang terhadap putranya. Sayang apa Putra kita rewel? tanya Daniel yang tiba-tiba datang menghampiri Olivia yang sedang berada di kamar.


"Mas, kalau masuk itu harusnya beri salam dulu. Supaya Olivia tidak terhenyak seperti ini." gerutu Olivia yang tiba lihat suaminya yang datang menghampirinya.


"Maaf Sayang, Assalamualaikum Daniel kembali mengulangi salam kepada istrinya nyebut istri itu menggelengkan kepalanya menatap suaminya dengan kakaknya penuh cinta.


Ketika Olivia menggerutu, tiba-tiba Olivia merasa mual dan muntah sama seperti pagi-pagi tadi. Olivia membaringkan tubuh putranya di atas tempat tidur. lalu berlari masuk ke kamar mandi mengeluarkan seluruh isi perutnya.


"Sayang, kamu kenapa? apa kamu sakit? tanya Daniel kepada Olivia sambari menghampiri Olivia ke kamar mandi. "Entahlah Mas, tiba-tiba saja Olivia merasa pusing dan mual tubuh olivia terasa lemah ." ucap Olivia mengutarakan keluhannya kepada suaminya.


Daniel meraih Tubuh istrinya kepelukannya. "Kita ke dokter ya sayang ,Mas khawatir melihat kondisi kamu seperti ini. wajahmu sudah terlihat pucat. "ucap Daniel kepada Olivia berharap Olivia bersedia memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit.


"Tidak perlu Mas, Mungkin dengan istirahat sebentar saja Olivia akan baik-baik saja ." ucap Olivia agar Daniel tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi kesehatannya.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2