PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB. 84 MANUSIA KEPO


__ADS_3

Drama sarapan pagi telah usai. Daniel sengaja pergi ke kantor agak siangan. Daniel masih ingin berlama lama bersama Olivia dan Putranya, di rumah Ibu Nurhaida.


"Mas tidak kekantor?


"Agak siangan sayang."


"Kenapa? tidak apa apa kok kalau mas tinggalkan Olivia dan putra kita disini. Nanti sore mas datang lagi."


Terlihat Daniel berpikir sejenak. "Apa ini? mengapa aku seolah tidak ingin meninggalkan mereka? Ah mungkin karna aku terlalu mencintai Olivia." Daniel. bermonolog. Sambil netranya terus kearah Olivia. Wanita yang mampu memporak porandakan hati seorang Daniel Gladuks.


Lelaki songong, dan selalu ingin menang sendiri. Tetapi dengan kehadiran Olivia di kehidupannya membuat pola pikir Daniel berubah. Bahkan saat ini Daniel menurut kepada wanita yang dulunya ia pandang sebelah mata.Saat Olivia memohon kepada Daniel, agar Daniel meminjamkan uangnya kepada Olivia, untuk biaya pengobatan kakaknya.


Olivia memberikan motivasi Kepada Daniel agar Daniel tidak melupakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan. Karena beberapa hari ini Daniel di sibukkan dengan permasalahan pribadinya. Pikirannya tidak terpusat ke perusahaan.


Oleh karna itu Olivia mengingatkan Daniel agar Daniel jangan larut dalam masalah pribadi mereka. Dan harus fokus mengurus perusahaan. Olivia tidak ingin kalau perusahaan yang dipimpin oleh Daniel memiliki masalah. Banyak di antara pengusaha lainnya yang ingin menghancurkan perusahaan milik Daniel. yang selalu terdepan dibandingkan perusahaan-perusahaan lainnya.


Ibu nurhaida menghampiri Daniel dan Olivia yang baru selesai menyantap sarapan pagi mereka. "Jika Tuan Daniel pergi ke kantor, Olivia dan Arya Vito Biarkan saja dulu di sini. nanti sore Tuan Daniel datang lagi ke sini." ujar ibu Nurhaida agar Daniel mempercayakan Olivia dan Arya Vito di sana hingga sore hari.


"Bu jangan manggil Daniel seperti itu dong. Daniel kan anak ibu juga, panggil Daniel aja Bu. Ibu Nurhaida menatap Daniel dan memulas senyumnya, Kepada calon menantunya. Sambil berlalu meninggalkan Daniel dan Olivia dari sana tanpa berkomentar apa apa lagi.


Daniel mengangguk paham. Ia pun langsung bergegas bersiap hendak ke kantor. "Sayang mas pamit dulu. Jaga Putra kita baik-baik Mas tidak ingin kamu kenapa-kenapa dan Putra kita.


"Kamu tenang saja mas, ada ibu dan kak Anisa yang selalu setia menjaga Olivia dan juga Arya Vito. Olivia meyakinkan calon suaminya.

__ADS_1


Daniel memberikan kecupan hangat di bibir dan wajah cantik Olivia. Tidak lupa ia bertegur sapa dengan putranya yang masih tertidur pulas. Daniel terlihat gemas melihat putranya yang imut dan tampan. Seolah dirinya tidak sanggup meninggalkan putranya. "Baik-baik di rumah ya sayang, Jangan merepotkan mami." Daniel berbicara kepada putranya seolah putranya mengerti apa yang ia ucapkan.


Daniel berlalu dari kediaman ibu Nurhaida dengan menggunakan mobil mewah miliknya. Bi Narsih yang selalu kepo dan urusan orang lain. Ia mengerutkan keningnya Melihat mobil mewah yang keluar dari halaman rumah Ibu Nuraida. "loh Bu nurhaida itu mobil siapa? mobilnya mewah sekali? Ibu nurhaida tidak langsung menjawab. Ibu Nurhaida tahu kalau Bu Narsih akan menyebar gosip kepada tetangga kalau Bu Narsih mengetahui keadaan yang sebenarnya.


Ibu Nurhaida memilih untuk berpura-pura tidak mendengar pertanyaan Ibu Narsih. Dan mengalihkan pertanyaan kepada ibu-ibu lainnya yang sedang berbelanja di sana.


"Banyak pertanyaan yang terngiang-ngiang di pikiran ibu Narsih, ketika melihat mobil milik Daniel keluar dari halaman rumah Ibu Nurhaida.


Tiba tiba suara tangis baby Arya Vito terdengar jelas di telinga para ibu-ibu yang berbelanja di sana. Membuat para ibu-ibu ingin mengetahui bayi Siapa yang menangis itu di rumah milik ibu Nurhaida. "loh ada suara bayi terdengar dari rumah Ibu nurhaida. Itu anak siapa Bu Nurhaida? tanya ibu yang satunya yang tidak kalah kepo dari Bu Narsih.


Ibu nurhaida tidak dapat menyembunyikannya lagi. Ia pun akhirnya berterus terang. Dia cucuku putra dari Olivia.


Bu Narsih dan ibu-ibu lainnya tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh ibu Nurhaida, kalau saat ini Olivia sudah memiliki seorang Putra.


"Yang bener dong Bu Nurhaida. Jangan bercanda.Memangya kapan nikahnya? Olivia saja tidak pernah terlihat hamil? Celetuk ibu-ibu yang ikutan mendengar suara tangis baby Arya Vito.


"Tidak semua urusan keluarga harus diketahui para tetangga bukan? ngapain kalian kepo dengan urusan orang lain. Lebih baik kita membicarakan Bagaimana supaya kedepannya, kehidupan ekonomi kita semakin membaik. Daripada kepo akan kehidupan pribadi orang lain. Seorang ibu sepertinya paham apa yang ada di dalam pikiran ibu Nurhaida. Ia tahu persis Ibu Nurhaida dan Anisa bagaimana. Begitu juga dengan Olivia. karena ibu Nurhaida begitu dekat dengan ibu Almeira.


"Memangnya salah kita mengetahui kabar terbaru tetangga kita? tidak bukan? Celetuk Ibu Narsih. Ibu Almira menggelengkan kepalanya. Ia juga tahu betul Siapa ibu Narsih. Yang selalu menginginkan Olivia menjadi menantunya. Padahal ibu Narsih tidak intropeksi diri. Tidak mungkin seorang Olivia bersedia menikah dengan putranya yang hanya seorang pengangguran dan bertingkah urakan.


"Atau jangan-jangan Olivia hamil diluar nikah? Ibu Narsih menebak-nebak membuat Ibu Nurhaida tidak dapat menjawab apa-apa. Karena apa yang dikatakan oleh Bu Narsih benar adanya.


"Bu kalau ibu datang ke warung ini ingin berbelanja, lebih baik ibu langsung belanja daripada menyelidiki kehidupan pribadi orang lain.

__ADS_1


"Bu almaira Kenapa sepertinya membela ibu nurhaida? apa jangan-jangan Ibu Almaira mengetahui apa yang sebenarnya, dan berusaha menutupi aib keluarga Ibu Nuraida?"


"Jangan asal bicara Bu Narsih. Kehidupan kita tidak selalu mulus seperti yang kita impikan. Begitu juga dengan kehidupan keluarga ibu Nurhaida. Jadi stop untuk tetap mengurusi urusan pribadi orang lain." Ibu almaira sudah terlihat geram mendengar ocehan Ibu Narsih ya tak kunjung diam.


Olivia keluar membawa putranya menghampiri Ibu Nuraida. Ia tidak ingin Ibu Nurhaida menjadi bahan olok-olokan tetangganya. Olivia angkat bicara.


"Kalian mau tahu kan kehidupan pribadiku? Olivia menjelaskan kepada setiap ibu-ibu disana.


Dia Putraku namanya Arya Vito Daniel Gladuks. Tentunya kalian sudah tahu siapa ayah kandung dari Putraku. Kalau nama belakang Putraku itu Daniel gladuks. Ibu Narsih tercengang mendengar apa yang diucapkan oleh Olivia.


Karena mereka tahu persis siapa Daniel Gladuks, wajah Daniel Gladuks sering sekali menghiasi layar kaca. Karena keberhasilannya di dalam dunia bisnis.


Daniel Gladuks pemilik perusahaan ternama di negara ini.


"Yang benar saja dong Olivia, tidak mungkin seorang Daniel menikah denganmu Olivia. Kamu tidak perlu membual kepada kami.


Olivia menghela nafas berat. "Jika Ibu Narsih tidak percaya, kalau Putra saya darah daging dari Daniel Gladuks. Ibu datang saja nanti sore ke sini. Suami saya Daniel akan menjemput Olivia bersama Putraku.


Olivia sudah terlihat geram melihat ibu Narsih yang meremehkannya dan keluarga Ibu Nurhaida. Dari awal Olivia selalu meladeni Ibu Narsih bercanda gurau dengannya. Agar ibu Narsih tidak terlalu ikut campur dengan urusan mereka. Tetapi untuk saat ini Ibu Narsih sudah kelewat batas. Membuat Olivia pun akhirnya angkat bicara dan berbicara sedikit menyombongkan diri.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏💙

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2