
Tuan Alex bisa tidur di sini, kalau duduk terus satu malam seperti itu pasti akan pegal. apalagi perjalanan kita dari Jakarta dan mengerjakan membersihkan rumah tadi pasti menguras tenaga. lebih baik berbaring di sini saja dibatasi dengan bantal guling ini ujar Vika sambil berusaha mengembangkan senyumnya.
Jika saya tidur di situ, Bagaimana kalau saya kebablasan?" tanya Alex penuh selidik.
" Paling juga Vika meminta pertanggungjawaban kepada Tuan Alex." sahut Vika dengan santai yang mampu membuat Alex langsung tertawa ngakak.
Karena merasa tubuhnya sangat lelah dan pegal, akhirnya Alex pun membaringkan tubuhnya di sisi kiri tempat tidur yang ada di kamar itu. Apalagi penerangan yang terbatas membuat mereka harus tidur bersama di atas kasur yang sama.
"Awas sampai kebablasan!" ucap Alex berniat untuk menjahili Vika.
"Sudah Tuan Alex tidak perlu banyak mengoceh. Lebih Baik istirahat dan tidur bermimpi yang indah." sahut Vika sambil memejamkan matanya. Vika berusaha memejamkan matanya. Tetapi matanya tak kunjung terpejam. Membuat dirinya tampak gelisah putar kiri putar kanan, tak kunjung tertidur.
"Aduh apa-apaan sih? ini mata tak bisa tidur? Vika merutuki dirinya dalam hati. "Kenapa sayang?kok terlihat gelisah seperti itu? tanya Alex memanggil Vika dengan panggilan sayang.
"Apa?
"Sayang?
"Apa Vika tidak salah dengar?
"Sudah tidak perlu mengoceh." ucap Alex sambil langsung meraih tubuh Vika ke pelukannya.
"Kamu pasti takut kan? sini aku peluk kamu tidak akan merasa takut lagi." ujar Alex yang mampu membuat Vika terhenyak.
"Tapi......
"Tidak idak perlu tapi tapi." ucap Alex sambil langsung mengecup bibir ranum Vika. Vika mendapat serangan mendadak dari Alex merasa ada Desiran yang cukup hebat ditubuhnya. Ketika Alex memberikan kecupan hangat di bibir manis Vika.
Vika menikmati kecupan itu. Hingga Vika membalas kecupan yang diberikan Alex kepadanya. Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga lidah mereka saling bertautan di sana. Tangan Alex sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar memiliki Vika yang berukuran mangga itu.
Hal itu membuat desiran yang sangat hebat di tubuh Vika. Tidak dapat di pungkiri, Vika menikmati segalanya, apalagi suasana yang dingin membuat Vika dan Alex larut dalam keadaan. Vika tidak dapat menahan de$@hannya. de$@han demi de$@han saling bersahutan disana.
__ADS_1
Hingga akhirnya Vika menyadari kalau yang mereka lakukan itu salah. "Maaf Mas jangan dilanjutkan. Kita belum ada ikatan pernikahan." mohon Vika kepada Alex. Padahal Alex sudah merasa sensasi yang sangat luar biasa.
"Aduh sedikit lagi malahan." gumam Alex sambil memegang bagian adik kecilnya yang sudah lancang depan.
Tetapi Alex berusaha menghargai Vika. "Maafkan mas juga. Mas terbawa suasana." sahut Alex berusaha menahan gairahnya yang sudah terlihat berada di puncak. Melihat Alex yang tampak kesakitan, Vika merasa tidak tega.
Vika langsung memainkan adik kecil milik Alex dengan jemari tangannya. Agar Alex benar-benar mencapai puncaknya. Vika sangat mengetahui jika lelaki yang tidak melampiaskan hasratnya yang sudah hampir mencapai puncaknya, membuat Vika berusaha membuat Alex merasa puas. Walau tidak merenggut kesucian Vika.
Vika melakukan seperti yang pernah ia tonton bersama teman temannya. Hingga Alex benar benar mencapai puncaknya.
" Terima kasih sayang. Kamu sangat mengetahui apa yang Mas inginkan saat ini." "Terima kasih juga kamu menjaga kesucian Ku.
Padahal sebenarnya mas memiliki kesempatan untuk melakukannya. Tetapi Mas menghargai." sahut Vika sambil mengembangkan senyumnya. Keduanya pun akhirnya tertidur pulas mengarungi alam mimpi mereka masing-masing.
****
Pagi itu, Alex terbangun dari tidurnya. Ia tersenyum melihat wajah polos Vika yang memeluk dirinya dengan erat. "Gadis kecil Ku yang menggemaskan." gumam Alex sambil mengecup kening Vika. Alex tidak ingin mengganggu tidur Vika dan memilih untuk membiarkan Vika memeluknya dengan erat.
Huyammm
"Loh Mas tidur di sini?
"Kamu sendiri yang minta Mas tidur di sini sayang. Sahut Alex sambil mengembangkan senyumnya menatap Vika dengan tatapan penuh cinta.
"Maaf sudah membuat tangan mas pasti pegal. Karena Vika tidur di tangan mas.
"Tidak apa-apa, Asalkan kamu tidur nyenyak saja Mas sudah bahagia." sahut Alex sambil meraih tubuh Vika kepelukannya. Alex memberikan kecupan hangat di bibir manjd Vita. "Cup!' morning kiss sayang." ucap Alex sambil bangkit dari pembaringannya.
Alex berlalu masuk ke dalam kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Alex keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Hingga dada bidang milik Alex terekspos jelas di mata Vita.
"Ahhhhk!" Vika berteriak karena melihat sosok Alex keluar tanpa menggunakan baju. dan hanya handuk dililitkan di pinggangnya.
__ADS_1
"Mas pakai bajunya."ujar Vika sambil langsung menutup matanya dengan Kedua telapak tangan Vika.
Alex hanya tertawa ngakak melihat tingkah Vika yang salah tingkah ketika melihat Alex keluar dengan bertelanjang dada. "Ngapain harus menutup mata? toh Adik kecil Mas saja sudah kamu lihat dan kamu pegang tadi malam." ucap Alex berniat untuk menjahili Vika. Membuat Vika merasa malu wajahnya sudah merah merona seperti kepiting rebus.
Vika langsung bangkit dari tempat tidur dan berlari keluar. Melihat tingkah Vika yang terlihat malu-malu, membuat Alex semakin ingin menjahilinya. Ketika Vika berlari keluar pintu kamar yang mereka tempati malam itu, Alex langsung menarik Vika hingga Vika terjatuh ke pelukan Alex.
"Mas jangan bercanda." mohon Vika sambil langsung menutup matanya dengan Kedua telapak tangannya. "Jangan malu-malu, toh semua yang ada di diri Mas akan menjadi milikmu." ucap Alex sambil melepaskan pelukannya dan membiarkan Vika bangkit berdiri.
Berdebat dengan Mas, nggak ada menangnya Lebih baik aku mandi." ucap Vika sambil langsung masuk ke dalam kamar mandi di kamar sebelahnya. Alex hanya menggelengkan kepalanya menatap kepergian Vika ke kamar sebelah.
Selesai melakukan ritual mandinya, Vika menggunakan baju ganti yang sudah ia bawa sebelumnya. Vika sengaja menggunakan pakaian santai, karena Vika hari itu berniat untuk nyekar ke makam almarhum ayahnya.
Vika mengoles bedak tipis ke wajahnya, di oleskan lipstik tipis dan rambut diikat ekor kuda. Dipadukan dengan kaos oblong agak ketat dengan celana jeans warna biru. membuat aura kecantikan Vika semakin terpancar.
Vika mengambil tas selempangnya lalu mencari keberadaan Alex. Berniat ingin berpamitan kepada Alex, pergi nyekar ke makam almarhum ayahnya. Ketika Vika sudah melihat sosok Alex duduk santai di teras villa. Vika menghampiri Alex. "Dicariin ternyata di sini,sedang duduk santai." gerutu Vika.
"Kamu mau ke mana Sayang?" tanya Alex penuh selidik. "Mas Vika ingin nyekar ke makam almarhum ayah." ucap Vika memberitahu kepada Alex Kalau hari itu Vika berniat untuk nyekar ke makam ayahnya.
Karena tujuan utama Vika kembali ke Limbangan, hanya untuk melepas rindu kepada almarhum ayahnya.
"Mas bisa ikut tidak?
"Mas Serius mau ikut?
"Memangnya kapan mas tidak serius sama kamu Vika sayang?" tanya Alex sambil mengembangkan senyumnya.
Terlihat Alex juga sudah tampak rapi dan bersih. Menggunakan pakaian santai sama seperti Vika. "Ya sudah kalau mas tidak keberatan, kita berangkat sekarang." sahut Vika sambil berjalan melenggang.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN