
Terkadang Ibu Nurhaida merasa tidak tahan mendengar gosip para tetangga mengenai kehidupan keluarganya sehari-hari. Tiba-tiba Ibu Nurhaida teringat dengan sosok suaminya Pak Roberto. Ibu Nurhaida ingin mencari tahu hal yang sebenarnya yang menimpa Pak Roberto. Karena simpang siur Ibu Nurhaida mendengar pemberitaannya.
Tetapi ibu Nurhaida tidak mengetahui dari mana awalnya. Ia harus mencari tahu keberadaan Pak Roberto saat ini. Anisa dan Olivia sama sekali tidak ingin memberitahu kepada Ibu Nuraida. Karena mereka sangat mengetahui sikap asli dari Pak Roberto.
Anisa dan Olivia khawatir Kalau Pak Roberto akan kembali menyakiti Ibu Nurhaida seperti hari-hari sebelumnya. Bukan Daniel tidak bisa membebaskan Pak Roberto dengan menggunakan uang jaminan. Tetapi Olivia tidak mengizinkan Daniel untuk membebaskan Pak Roberto, dengan alasan agar Pak Roberto dapat berubah.
Olivia meminta kepada Daniel agar membiarkan Pak Roberto mendekam di penjara. Hingga Pak Roberto benar-benar menyadari segala kesalahan yang ia perbuat terhadap orang-orang yang ia sakiti. Apalagi perbuatan Pak Alberto cukup memalukan. Membuat Olivia enggan untuk membebaskannya. karena takut Pak Roberto akan melakukan hal yang sama lagi.
dan itu dapat mencoreng nama baik keluarga suaminya kelak sehingga Olivia tidak mengizinkan suaminya untuk membebaskan Pak Roberto. Bukan Olivia tidak menyayangi Pak Roberto. Tetapi justru karena Olivia sangat menyayangi Pak Roberto, sehingga Olivia membiarkan Pak Roberto mendekam di penjara.
Karena Olivia menginginkan Pak Roberto benar-benar bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Di usia Pak Roberto yang sudah tidak muda lagi, seharusnya Pak Roberto menjadi panutan untuk anak-anaknya. Tetapi Apa yang dilakukan Pak Roberto? justru membuat malu keluarga.
Ibu nurhaida memang wanita yang tangguh. berulang kali Ibu Nurhaida disakiti oleh Pak Roberto. Tetapi Ibu Nurhaida sedikitpun tidak merasa dendam kepada Pak Roberto. Sungguh wanita yang berhati mulia. Tetapi Pak Roberto sanggup berulang kali menyakiti ibu Nurhaida.
"Aku harus mulai dari mana mencari tahu keberadaan mas Roberto? sementara aku tidak mengetahui sama Sekali keberadaannya terakhir sekali." Ibu Nurhaida bermonolog sendiri. Sambil menjaga warung miliknya. Ibu Nurhaida dalam kesehariannya menikmati hari-harinya berjualan sembako dan kebutuhan lainnya.
Modal yang diberikan Daniel kala itu, membuat kehidupan Ibu nurhaidah dan Anisa saat ditinggal oleh Olivia di ke limbangan, kondisi ekonomi mereka semakin membaik. Apalagi warung sembako Milik ibu nurhaida terlihat ramai. Walaupun para tetangga ibu Nurhaida selalu ingin ikut campur dalam urusan keluarga Ibu Nuraida. Tetapi ada juga yang prihatin melihat keluarga ibu Nurhaida
Ibu Nurhaida tidak pernah ambil pusing apa yang digosipkan para tetangga tentang keluarga mereka. Yang ia inginkan barang dagangannya berjalan dengan lancar. Terkadang mulut pedas dari para tetangga membuat hati ibu Nurhaida terasa sakit. Tetapi ia tetap berusaha untuk menahan emosi.
"Lebih baik aku bertanya langsung kepada Anisa. Kalau Anisa sudah kembali dari pesta ulang tahun pernikahan teman Arif." gumam ibu Nurhaida dalam hati. Berharap Anisa mengetahui kabar yang sebenarnya menimpa ayah kandung mereka.
****
"Hai semuanya!" sapa Arif ketika Arif dan Annlisa sudah tiba di lokasi acara ulang tahun resepsi pernikahan salah satu teman Arif.
__ADS_1
"Eh Arif sudah datang? ada yang lain nih. tumben Banga datang menghadiri pesta seperti ini dengan seorang wanita cantik? biasanya kamu datang selalu sendiri. Sepertinya akan ada kabar baik nih." celetuk Roland yang melihat kehadiran Arif dan Anisa di sana.
Arif hanya mengembangkan senyumnya menatap Roland dengan Tatapan yang sulit diartikan. "Oh iya kenalin ini Anisa,Anisa perkenalkan ini Roland." ucap Arif memperkenalkan Anisa kepada Roland yang menyelenggarakan pesta ulang tahun pernikahannya. Tampak seorang wanita cantik dan anggun datang menghampiri ketiganya.
"Hai kamu sudah datang ka Arif? sapa Arumi yang merupakan istri dari Roland sekaligus sepupu dari Arif. "Selamat ya atas ulang tahun pernikahan kalian yang kedua." ucap Arif sembari memberi salam kepada Roland dan juga Arumi.
Arumi menatap Anisa dengan intens lalu Arumi menarik tangan Arif dan membisikkan sesuatu di sana. "Ini calon istri kamu? jangan lama-lama keburu disambar orang. Lebih baik kamu langsung melamar saja." bisik Arumi tepat di telinga Arif membuat Arif langsung terkekeh.
"Aku serius. Sepertinya dia wanita yang baik pantas menjadi pendamping hidup kakak. ingat usia Kakak sudah tidak muda lagi, sudah sepantasnya Kakak menikah dan memiliki anak. Usia kita berbeda jauh, Arumi jauh lebih muda daripada kakak. Tetapi Arumi sudah menikah dan memiliki seorang anak. Mau nunggu apa lagi kak? lebih baik kakak langsung melamar wanita itu." ujar Arumi.
Arif terdiam. Ia tidak dapat menjawab apa yang dikatakan oleh Arumi kepadanya. Karena hubungan diantara Arif dengan Anisa masih sebatas berteman saja. Belum ada ada kata-kata yang keluar dari Arif kepada Anisa mengenai isi hatinya terhadap Anisa.
"Ya Allah apalah jawabanku Kepada adikku ini? dia tidak tahu kalau hubunganku dengan Anisa hanya sebatas berteman saja. Tetapi pikirannya sudah berkelana kemana-mana." gumam Arif dalam hati sambil memperhatikan sang adik yang menatapnya secara bergantian dengan Anisa.
"Pikirkan matang-matang jangan sampai keburu disambar orang." teriak Arumi sambil kembali menghampiri suaminya yang masih setia berdiri di sana. Sementara Anisa tampak takjuk melihat kemewahan pesta ulang tahun pernikahan Roland dan Arumi yang merupakan teman dan juga sepupu Arif.
"Pelaminan?
"Maksudnya apa sih? pertanyaan demi pertanyaan timbul di pikiran Anisa tentang pelaminan yang diucapkan oleh Arumi, kepadanya. Ia bingung maksud dan tujuan Arumi berkata seperti itu terhadapnya. "Hei, kenapa bengong?" ucap Arif ketika ia kembali menghampiri Anisa yang masih setia duduk di sana.
"Oh tidak!" tidak apa-apa." sahut Anisa gugup
"Mas Arif kita tidak lama di sini kan?
"Memangnya kenapa?
__ADS_1
Anisa hanya melihat para tamu undangan yang hadir di sana, terlihat berpenampilan yang begitu menarik perhatian Anisa.
"Mas Aku tidak percaya diri di sini penampilanku dengan mereka jauh berbeda bisik Anisa kepada Arif. Yang mampu membuat Arif langsung mengembangkan senyumnya.
Lebih baik berpenampilan sederhana seperti kamu. Tetapi penampilan natural tidak seperti mereka yang menor.
"Menor? Maksudnya apa sih
"Lihat Mereka, terlihat cantik karena memakai make up. Sementara kamu tanpa olesan make up pun, terlihat cantik dan anggun seperti ini. Kecantikan kamu banyak mengundang perhatian yang menghadiri pesta di sini.
Terbukti adik sepupuku menyukai kamu. Dan memintaku ingin langsung melamar kamu.
"Melamar?
"Jangan ngaco Mas?
"Itulah yang sebenarnya dibicarakan oleh Adik sepupuku kepadaku. Sehingga aku ditariknya ke sana." ucap Arif berterus terang kepada Anisa, mengenai hal apa yang dibicarakan Arumi kepadanya.
Sementara para undangan yang ikut hadir di sana terlihat tajuk melihat kecantikan yang dimiliki Anisa yang tampak polos tanpa olesan make up. "Wow Arif, akhirnya kamu datang menghadiri pesta ulang tahun Roland sudah tidak sendiri lagi. Bahkan hadir dengan wanita cantik." ucap salah satu teman undangan yang hadir di sana. Membuat Arif dan Anisa langsung mengembangkan senyumnya.
Bersambung......
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA ADA GIVEAWAY DI AKHIR BULAN