
Daniel langsung menarik tangan Olivia hingga Olivia terjatuh ke pelukannya."Saya tidak ingin berpisah lagi dengan Mu. Aku ingin kita hidup bersama-sama membesarkan anak yang ada di rahim kamu." ucap Daniel.
"Jika anda menghargai saya sebagai seorang wanita. Biarkan saya hidup tenang di sini bersama orang-orang yang menerima aku apa adanya.
"Saya tidak akan membiarkan kamu hidup sendiri, membesarkan anak yang ada di dalam rahim kamu tanpa kehadiran aku disisi kalian." ucap Daniel.
Olivia tersenyum sinis menatap Daniel dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Tidak Tuan!" pulang lah ke Jakarta dan biarkan Olivia menjalani hari hari Olivia disini bersama anak yang ada di rahimKu." mohon Olivia yang tidak ingin memiliki hubungan dengan pria yang ada dihadapannya.
"Apa kamu tidak pernah berpikir kalau anak yang ada di dalam rahim kamu butuh figur seorang ayah? Tanya Daniel kepada Olivia berharap Olivia terima akan apa yang dikatakan Daniel kepadanya.
"Maaf untuk saat ini aku belum bisa ikut Tuan. Saya lebih nyaman tinggal disini." sahut Olivia sambil langsung berlalu meninggalkan Daniel disana.
"Aku tidak akan pergi dari sini, sebelum kamu bersedia pulang ke Jakarta bersama Ku." teriak Daniel. Olivia tidak peduli akan teriakan Daniel. Ia seolah tidak mendengarnya.
Daniel terdiam di tempatnya. Daniel seolah seperti lelaki pecundang yang tak dapat melakukan apa-apa untuk kebahagiaan wanita yang sudah mengandung darah dagingnya sendiri. Ibu Florida menghampiri Olivia sambil membereskan barang dagangannya.
"Olivia sepertinya ada raut penyesalan di wajah Tuan Daniel. Apa tidak sebaiknya kamu memberikan kesempatan untuknya? Karena bagaimanapun anak yang ada di dalam kandungan kamu butuh figur seorang ayah."Ujar ibu Florida sambil berusaha menenangkan hati Olivia.
Sepertinya Olivia belum siap untuk kembali ke Jakarta Bu. Olivia juga belum siap bertemu dengan ibu dan kak Anisa. Mereka akan kecewa kepada Olivia melihat perut Olivia yang sudah membuncit tetapi tidak memiliki seorang suami.
Mungkin ada waktunya kelak Olivia akan kembali ke Jakarta. Tetapi sepertinya Olivia kembali ke Jakarta setelah Olivia melahirkan bayi yang ada di rahim Olivia." ucap Olivia kepada Ibu Florida memberitahu kepada Ibu Florida Apa yang sebenarnya apa yang ia pikirkan, sehingga dirinya Berat untuk kembali ke Jakarta saat ini.
Ibu Florida mengangguk paham apa yang ada di dalam hati Olivia saat ini. Ibu Florida kan berlalu meninggalkan Olivia menghampiri Daniel yang masih setia berdiri di sana.
__ADS_1
"Begini saja Tuan Daniel. Sepertinya Olivia belum siap untuk kembali ke Jakarta. Tuan Daniel saja saya akan menjaga Olivia dan anak yang ada di dalam kandungan. Olivia belum siap bertemu dengan ibu Nurhaida dan juga kami sama kakaknya.
Sudah pasti ibu Nurhaida dan Anisa akan kecewa kepadanya. Kalau mereka melihat kondisi Olivia seperti ini. tolong pikirkan dari sisi Olivia. Jangan hanya berpikir dari sisi Tuan Daniel saja. Jujur saya kasihan melihat Olivia. Ia sudah menderita selama ini harus berjauhan dengan orang-orang yang ia sayangi.
"Tapi bagaimanapun, anak yang ada di dalam kandungan Olivia membutuhkan Figur seorang ayah Bu."ucap Daniel memohon kepada Ibu Florida.
"Saya juga tahu itu Tuan, Tapi sepertinya kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepadanya. Karena tidak mudah baginya menerima Ini semua. Daniel terdiam kali ini dirinya tidak mampu melakukan apa-apa.
"Tolong berikan ini kepada Olivia. Jika ia membutuhkan sesuatu atau apa saja yang dia inginkan gunakan ini untuk memenuhi keinginannya dan untuk kebutuhan bayi kami yang ada di dalam kandungannya." ucap Daniel sambil memberikan Black card kepada Ibu Florida.
Nomor pin-nya akan saya kirimkan nomor whatsApp Olivia. Apapun yang menjadi keinginan Olivia tolong dipenuhi dengan uang yang ada card ini. Saya tidak ingin Olivia dan anak kami yang ada di dalam kandungannya kekurangan suatu apapun." ucap Daniel memohon kepada Ibu Florida untuk menjalankan apa yang ia katakan sebelumnya.
Daniel berpamitan kepada Ibu Florida setelah memberikan black card kepada Ibu Florida untuk digunakan biaya hidup sehari-hari Olivia selama berada di Limbangan. Ibu Florida berjanji kepada Daniel akan tetap menjaga Olivia.
"Terima kasih Bu sudah bersedia menjaga Olivia untukku. Aku tidak tahu bagaimana membalas Budi baik ibu. Suatu saat nanti ibu akan Olivia akan saya bawa ke Jakarta bersama Olivia dan anak kami.
"Sampaikan salam saya kepada Olivia Bu. Dan katakan kepadanya. Aku pasti akan menunggunya sampai dia siap kembali ke Jakarta bersamaku." ucap Daniel sambil langsung berlalu dari sana.
Ibu Florida menatap kepergian Daniel. Sesungguhnya hati ibu Florida terenyuh, melihat kepedulian Daniel kepada Olivia dan anak yang ada di dalam kandungan Olivia. Itu terlihat jelas. Daniel berusaha mencari keberadaan Olivia sampai ke limbangan.
Bahkan Ia rela menurunkan egonya sebagai orang ternama dan disegani di dunia bisnis bersujud memohon kepada Olivia, agar Olivia bersedia untuk kembali ke Jakarta bersamanya.
"Semoga Olivia kelak bersedia kembali ke Jakarta dan bersatu dengan Daniel. gumam Ibu Florida dalam hati sembari berjalan menghampiri Olivia."Apa dia sudah pergi Bu? tanya Olivia kepada ibu Florida. Ibu Florida melakukan kepalanya lalu berjalan masuk meninggalkan Olivia.
Sementara Daniel meminta kepada Pak Hasan dan ibu Surti untuk segera membereskan barang bawaannya, untuk segera kembali ke Jakarta. Hal itu membuat Pak Hasan merasa heran melihat Daniel sepertinya memiliki masalah yang cukup besar.
__ADS_1
"Ada apa Tuan? sepertinya Tuan ada masalah. Apa ada yang bisa kami bantu ? tanya pak Hasan dan BI Surti kompak.
"Saya bisa minta tolong tidak?
"Apa itu Tuan?
"Pak Hasan kenal dengan wanita yang jualan sarapan pagi yang ada di ujung sana?" tanya Daniel kepada pak Hasan dan BI Surti.
"Ya kenal dong Tuan. Dia Olivia, masakannya enak dan sarapan pagi yang tadi pagi saya suguhkan kepada Tuan, itu kan masakan Olivia."Ada apa dengan wanita itu Tuan apa dia membuat masalah kepada Tuan?
"Tidak!"
"Terus?"
"Jaga Dia untukku. Yang terbaik untuknya, karena anak yang ada di dalam kandungannya adalah anak Ku." ucap Daniel membuat Pak Hasan seolah tidak percaya.
"Anda serius Tuan?
"Ya saya serius. Kedatangan saya kesini, bukan untuk liburan tetapi untuk mencari keberadaannya. Yang pergi begitu saja tanpa memberikan kabar.
"Tapi bagaimana Tuan bisa yakin, kalau anak yang ada didalam rahim neng Olivia anak Tuan?
"Karena hanya saya yang melakukannya kepadanya. Saya yakin seratus persen anak itu anak saya. Tetapi sepertinya saat ini Olivia belum bersedia pulang bersamaku ke Jakarta. Jadi tolong jaga dia untukku." ujar Daniel kepada Pak Hasan dan juga Bi Surti yang selama ini menjaga villa milik keluarga Gladuks di Limbangan.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏