PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 78. BERTERUS TERANG


__ADS_3

Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Ibu nurhaida dan Anisa sudah tidak sabar menunggu kedatangan Olivia, Putri dan adik yang mereka rindukan.


"Bu, kira-kira Olivia Jam berapa sampainya ya Bu? tanya Anisa kepada ibu Nurhaida. "Sepertinya Anisa sudah tidak sabar melihat adikku yang paling baik itu." ucap Anisa membayangkan kedatangan adik yang sangat ia sayangi.


"Iya, Ibu juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan adik kamu. Sudah 10 bulan lamanya, kita tidak bertemu dengan adik kamu itu. Pengorbanan yang sangat luar biasa dilakukan Olivia untuk kita. Mudah-mudahan Tuhan selalu melindungi Olivia.


Tetapi sepertinya Ibu memiliki Firasat, kalau Olivia menyembunyikan sesuatu dari kita." ucap ibu Nurhaida yang merasa putrinya menyembunyikan sesuatu darinya.


"Mengapa ibu mengatakan demikian? tanya Anisa penuh dengan selidik."


Entahlah, yang pasti Ibu memiliki perasaan seperti itu." ucap Ibu Nurhaida sembari menyusun barang dagangan mereka. Berharap barang dagangan mereka laris Manis, agar dapat membutuhi kehidupan mereka sehari-hari, tanpa mengharapkan uang kiriman dari Olivia.


Sementara di tempat lain, Olivia tampak gelisah merangkai kata apa yang akan Olivia katakan kepada Ibu Nuraida dan Anisa mengenai rahasia besar yang ia sembunyikan selama ini.


Daniel menghampiri Olivia. "Kamu jangan gelisah sayang, bicarakan saja apa adanya. Tidak perlu kamu tutup-tutupi lagi. Karena dengan berterus terang kepada orang yang sangat kita sayangi, pasti kita merasa lega dan terasa nyaman. Walaupun itu menyakitkan bagi mereka.Tetapi Lebih Baik berterus terang langsung, daripada terus menutupi kenyataan ini." ujar Daniel sambil mengelus pundak Olivia.


Olivia menatap Daniel dengan Tatapan yang sulit diartikan. "Jika kamu tidak berani menjelaskannya nanti, biarkan Mas dan Mami yang menjelaskannya. Pasti mereka akan memahaminya." ucap Daniel karena melihat kegelisahan di wajah Olivia.


Nyonya Eliana menghampiri keduanya. sembari menggendong tubuh mungil cucu yang sangat ia sayangi.


" Olivia kamu jangan khawatir, mereka juga pasti akan memahami situasi. Mami yakin mereka tidak akan marah kepadamu. Walaupun mereka kecewa akan kebohongan yang kita ciptakan ini. Tetapi Mami yakin mereka akan memahami keadaan kita saat ini." ujar Nyonya Eliana berharap Olivia dapat tenang, pasca bertemu dengan ibu Nurhaida dan juga Anisa.


Tuan Gladuks juga mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Nyonya Eliana. "Kamu tenang saja , Biarkan kami yang akan menjelaskan segalanya. lebih baik kita berterus terang kepada Ibu Nurhaida dan Anisa.Mau sampai kapan kita menyembunyikan ini semua? pasti suatu saat Ini Nurhaida akan mengetahuinya juga, walau kita tidak memberitahunya.


lebih baik kita langsung berangkat ke rumah orang tuamu." ujar Tuan Gladuks dibalas tatapan tajam dari Nyonya Eliana. Nyonya Eliana tidak ingin melibatkan Tuan di sana. Tetapi ia juga tidak dapat menghentikan Tuan Gladuks,Karena bagaimanapun Arya Vito merupakan cucu kandung dari Tuan Gladuks, sehingga Nyonya Eliana membiarkan Tuan Gladuks ikut bersama mereka menghampiri ibu Nurhaida dan Anisa.

__ADS_1


Saat itu juga, mereka berangkat ke rumah Ibu Nurhaida dengan menggunakan mobil mewah milik Daniel. Daniel dan Olivia bersama dengan putranya baby Arya Vito,dan ibu Florida di satu mobil yang sama.


Sementara Daniel sudah merencanakan agar Tuan Gladuks dan nyonya Eliana satu mobil dengan Tuan Gladuks. Dengan demikian Tuan Gladuks dan nyonya Eliana dapat menjadi lebih dekat. Rencana itu yang dilakukan Daniel, sehingga meminta ibu Florida ikut bersama mereka di mobil yang sama.


"Mami ikutan mobil kamu deh." ucap Nyonya Eliana.


"Bagaimana mungkin mami ikut di mobil Daniel mom, bukannya Daniel tidak ingin Mami bersama Daniel, tetapi mami lihat sendiri barang bawaan kami cukup banyak. dan ibu Florida menggendong tubuh mungil Putraku. Tidak mungkin juga kan Olivia yang duduk bersama Papi di sana. Sementara calon suaminya di sini" ucap Daniel sambil mengebangkan senyumnya.


"Masuklah Eliana, kamu ikut bersamaku." ujar Tuan Gladuks dibalas tatapan tajam dari Nyonya Eliana. Karena tidak memiliki pilihan lain, akhirnya Nyonya Eliana pun naik ke mobil yang dikendarai oleh Tuan Gladuks.


"Ayo kita berangkat." ucap Tuan Gladuks kepada Daniel, setengah berteriak dari dalam mobilnya. Sopir pribadi yang biasa mengendarai mobil milik Daniel pun, langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya, menuju rumah yang ditempati oleh ibu Nuraida dan Anisa.


Di sepanjang perjalanan, Olivia tampak gelisah. Tetapi Daniel berusaha untuk menenangkan wanita yang sangat ia cintai. "Kamu jangan khawatir Sayang, ada Mas di sini." ucapnya sambil mengecup punggung tangan Olivia.


Olivia hanya diam saja. Sementara di mobil Lain tepatnya mobil yang dikendarai oleh Tuan Gladuks, tampak Nyonya Eliana hanya diam saja menatap kaca nako mobil yang mereka tumpangi, menikmati bahu jalan yang mereka lewati.


"Memangnya saya harus bicara apa sama kamu?" tidak ada yang patut dibicarakan dengan lelaki penghianat seperti kamu." ucap Nyonya Eliana dengan nada emosi. Ia belum benar-benar terima penghianatan dan fitnah keji yang dilakukan oleh Tuan Gladuks terhadapnya.


"Ayolah Eliana, kita mulai dari awal. Cucu kita sudah mulai besar. Daniel Juga sebentar lagi akan menikah. Memangnya kamu tidak ingin menyaksikan pernikahan putra kita, dengan orang tua lengkap?" ucap Tuan Gladuks berharap nyonya Eliana menerima Maaf dari Tuan Gladuks dan menerima Tuan Gladuks kembali untuk memulai hubungan mereka dari awal lagi.


Nyonya Eliana menghela nafas berat. Karena yang dikatakan Tuan Gladuks benar adanya. Karena semakin hari, cucu yang sangat ia sayangi semakin besar. Apalagi rencana Daniel yang ingin menikah dengan Olivia.


" Apa yang kamu pikirkan Eliana? tanya Tuan Gladuks, karena melihat raut wajah Nyonya Eliana tampak memikirkan sesuatu.


Nyonya Eliana tidak menjawab. Dan memilih untuk bungkam. Pandangannya lurus ke depan. Tidak ada niatan sama sekali melihat ke arah Tuan Gladuks. Sekalipun Tuan Gladuks berusaha agar Nyonya Eliana melihat ke arahnya.

__ADS_1


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam lamanya menelusuri jalan ibukota, yang lumayan macet, akhirnya mereka pun tiba di rumah yang selama ini ditempati oleh ibu Nurhaida dan Anisa.


Terlihat ibu Nuraida dan Annisa sedang sibuk melayani para pembeli di warung sembako yang mereka kelola. Daniel meminta sang sopir menghentikan mobil miliknya. Ia memilih tidak keluar dari mobil terlebih dahulu, sebelum keramaian yang ada di warung semakin berkurang.


Setelah warung terlihat sepi, Daniel keluar Begitu juga dengan Olivia. Tetapi Daniel meminta ibu Florida dan Arya Vito, tetap di mobil. Sebelum Daniel memanggil Ibu Florida membawa Arya Vito ke rumah ibu Nurhaida.


Ibu Florida setuju apa yang direncanakan oleh Daniel. "Selamat siang Bu." Sapa Daniel dan juga Olivia. Ibu nurhaida terhenyak dan langsung berlari memeluk Olivia. Karena rasa rindu yang selama ini dirasakan oleh ibu Nurhaida.


"Ya ampun Olivia, Ibu sangat merindukanmu nak." ucap Ibu Nurhaida sembari Mengecup wajah cantik Olivia. Sementara Anisa yang baru mendengar suara dari ibu Nurhaida memanggil nama Olivia, langsung berlari menghampiri Olivia.


Anisa langsung memeluk Olivia.


" Kamu dari mana saja dek? kakak sangat merindukanmu." ucap Anisa sambil terisak. Olivia juga sangat merindukan Kakak dan juga Ibu.Tetapi karena keadaan yang membuat kita harus berpisah untuk sementara waktu.


" Apa kalian membiarkan kami berdiri saja di sini?" tanya Olivia sambil mengembangkan senyumnya. Ibu Nurhaida Pun mempersilakan Olivia dan juga Daniel masuk ke rumah. Tiba-tiba Nyonya Eliana muncul dan juga Tuan Gladuks, membuat Ibu Nurhaida merasa heran melihat gerombolan Daniel datang menghampiri rumah yang selama ini mereka tempati.


Setelah nyonya Eliana Tuan Gladuks begitu juga dengan Daniel dan Olivia sudah berada di rumah. Ibu Nurhaida menanyakan kepada Olivia ke mana Olivia selama ini.


Olivia Langsung menangis sesungguhkan dan meminta maaf kepada Ibu Nurhaida dan Anisa. Ia tak sanggup memberitahu segala apa yang terjadi di kehidupannya 10 bulan terakhir.


Kemudian Daniel pun angkat bicara. memberitahu segalanya kepada ibu Nurhaida dan Annisa. Membuat Ibu Nurhaida terhenyak tampak ada rasa kesal dan emosi di wajah Ibu Nurhaida, ketika Daniel memberitahu segalanya kepada ibu Nurhaida.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


__ADS_2