
Olivia datang menghampiri Daniel. Mas kenapa berbicara sendiri? seperti orang yang tidak waras." ucap Olivia sambil terkekeh. "Memangnya kamu mau Papinya Arya Vito lelaki yang tidak waras?" ucap Daniel sambil langsung meraih tubuh Olivia kepelukannya. "Habis mas ngomong sendiri , siapa coba yang tidak mengira Mas itu seperti yang tidak waras berbicara sendiri." ucap Olivia sambil mengembangkan senyumnya
"Nanti kamu juga akan tahu." ucap Daniel kepada Olivia
Hal itu membuat Olivia menjadi penasaran. Tetapi Daniel meyakinkan Olivia bahwa suatu saat Olivia akan mengetahui apa yang sedang dipikirkan Daniel saat ini.
"Kalau mas tidak mau memberitahu Olivia sekarang juga, Olivia ngambek nih."ancam Olivia membuat Daniel bergidik ngeri. Ia tidak ingin Olivia mendiamkannya lagi.
Daniel langsung meraih tubuh Olivia kepelukannya. "Jangan ngambek dong Sayang, okey Mas akan memberitahumu segalanya. Tetapi kamu harus janji jangan memberitahu Papi dan mami."ucap Daniel kepada Olivia.
"Memangnya ada apa sih Mas? kok mas merahasiakannya dari Papi dan mami?
Daniel memberitahu segalanya kepada Olivia tanpa ada yang ditutup-tutupi. Mengenai kedatangan Amara ke kantor milik Tuan gladuks yang sudah diambil alih oleh Daniel.
"Mengapa mas mengambil alih perusahaan papi? itu sama saja Mas menghancurkan perasaan Papi? ucap Olivia yang belum mengetahui jalan pikiran Daniel.
"Kamu tenang saja sayang, mas melakukan itu agar harta kekayaan Papi terlepas dari orang-orang tidak tahu diuntung itu.
Karena Mas sudah menduga kalau mereka akan menggugat harta gono gini, sehingga Mas mengambil alih perusahaan Papi, tanpa sepengetahuan Papi sama sekali.
"Apa kamu tahu? Papi marah besar kepada Mas ketika mas memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan yang dipimpin Papi.
Saat itu papi mengira perusahaan yang ia Pimpin akan bangkrut. Sehingga Mas membeli saham milik Papi kala itu. Tetapi saham itu sama sekali bukan untuk Mas. Mas lakukan itu semua untuk menyelamatkan harta kekayaan Papi dari keluarga Nyonya Julia.
Karena Mas mengetahui mereka hanya mengejar harta kekayaan Papi bukan karena sayang dan cinta kepada Papi. "Nah hari ini benar, Amara datang ke kantor Papi untuk mencari keberadaan papi. Untuk apa dia datang ke sana Kalau tidak untuk meminta bagian?
__ADS_1
Arif menghubungi Mas beberapa menit yang lalu sebelum kamu datang menghampiri mas dan memberitahu apa saja yang dilakukan Amara di sana. Sehingga Mas pun tertawa dan berbicara sendiri kalau dugaan Mas benar adanya.
Olivia terdiam. Kamu memang cerdas Mas. jujur mendengar Nyonya Julia menjadi perusak rumah tangga Papi dan mami, Olivia sangat kesal. Karena Olivia juga seorang wanita. Dipisahkan dari anak yang terlahir dari rahim sendiri itu sulit kita terima.
Jujur Jika Olivia di posisi mami, mungkin entah apa yang sudah Olivia lakukan. Tetapi mami wanita tangguh dan kuat, mampu menjalani hari-harinya walaupun itu jauh dari anak yang ia sayangi. Bahkan suaminya tega menghianati cintanya berulang kali. Pasti mami begitu sakit kalau itu.
Entahlah, makanya dari awal Olivia katakan kepada mas, sebelum kita melangkah ke jenjang pernikahan lebih baik mas berpikir terlebih dahulu. Karena Olivia tidak akan terima dikhianati." ucap Olivia sambil menundukkan kepalanya.
Daniel kembali meraih tubuh Olivia. Ia langsung memberikan kecupan hangat di wajah cantik calon istrinya itu. "Mas janji tidak akan menghianati cinta kamu Sayang. Kamu bersedia menikah dengan mas saja itu sudah cukup bagi Mas." ucap Daniel.
Sementara Nyonya Eliana hanya terpaku duduk di atas ranjang, setelah Tuan Daniel terus bersujud di kakinya untuk meminta maaf kepada Nyonya Eliana. Berharap Nyonya Eliana memberi kesempatan untuk memperbaiki diri.
Sulit bagi Nyonya Eliana dapat memaafkan Tuan Gladuks.Tetapi karena permohonan Daniel, Nyonya Eliana berusaha untuk memaafkan Tuan Gladuks
Putra semata wayangnya yang selalu memohon kepada nyonya Eliana agar Nyonya Eliana memberi maaf kepada Tuan Gladuks di hari tuanya.
Sehingga Nyonya Eliana merasa harus mengabulkan permohonan putranya
"Demi Putraku, aku sudah memaafkanmu. Tetapi bukan berarti kamu aku terima kembali di dalam hati Ku." ucap Nyonya Eliana sembari langsung meninggalkan Tuan Gladuks begitu saja.
lalu Nyonya Eliana masuk ke dalam kamar di dalam kamar Nyonya Eliana menangis sesungguhkan. "Mengapa tidak dari dulu kamu mau minta maaf kepadaku kenapa baru sekarang Gladuks? tangis Nyonya Eliana meratapi segala apa yang terjadi di masa lalunya bersama Tuan Gladuks.
Ingin rasanya Nyonya Eliana menjerit saat itu. Tetapi ia tidak ingin Daniel dan Olivia mengkhawatirkannya. Daniel dan Olivia yang melihat Tuan Gladuks keluar dari kamar yang selama ini ditempati Arya Vito dan Olivia langsung menghampiri tuan Gladuks.
"Bagaimana Pi? apa Mami memaafkan Papi?" tanya Daniel penyelidiki. Tuan Daniel menggelengkan kepalanya pelan. Kesalahan Papi sudah cukup fatal sepertinya Mami kamu sulit untuk memaafkan Papi. Tapi Mami kamu tidak salah semua ini kesalahan Papi. Jika Papi berada di posisi Mami kala itu, mungkin Papi akan melakukan hal yang sama seperti yang mami lakukan juga.
__ADS_1
Jadi jangan salahkan mami kamu. Papi yang salah di sini." ucap Tuan Gladuks sambil duduk di hadapan Daniel dan juga Olivia.
Daniel dan Olivia saling pandang. Mereka seolah ingin berbuat sesuatu agar Nyonya Eliana dan Tuan Gladuks dapat bersatu kembali seperti yang diinginkan Daniel, sebelum pernikahan mereka diadakan, Tuan Gladuks dan nyonya Eliana sudah bersatu.
Daniel berniat untuk menghampiri Nyonya Eliana. Tetapi Olivia menahannya. "Jangan sekarang Mas. Besok atau lusa masih ada waktu. Biarkan Mami Tenang lebih dulu baru kita berbicara kepada mami." ujar Olivia menahan langkah Daniel.
Daniel menghela nafas berat. Ia seolah ingin langsung berbicara kepada Nyonya Eliana agar Nyonya Eliana bersedia kembali bersatu dengan Tuan Gladuks.
****
"Tidak.... tidak mungkin Tuan Gladuks bangkrut secepat itu. Aku tahu ini pasti rencana Daniel. Tidak mungkin seorang Papi Gladuks bangkrut. Sementara perusahaan Papi cukup besar, aku tidak terima kebohongan ini." gumamnya dalam hati sembari langsung menaiki taksi yang ia pesan sebelumnya. Ia berniat menemui Tuan Gladuks di rumah utama Keluarga Gladuks.
Tiba-tiba suara Deringan ponsel milik Amara terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel Alvaro yang menghubunginya.
Amara menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Alvaro
"Ada apa kak? Tanya Amara dengan nada Ketus
"Eh kalau jawab Kakak itu yang sopan. Kamu di mana sekarang? tanya Alvaro penuh selidik.
"Amara lagi di jalan ingin menemui Papi di rumah utama Gladuks. Nanti Amara akan ceritakan kepada kakak." ucapnya langsung mematikan sambungan telepon selulernya kepada Alvaro dengan sepihak.
Dasar anak tidak tahu diuntung, main matiin saja ponselnya." gerutu Alvaro yang mendapatkan jawaban Ketus dari adiknya.
Bersambung...
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏