
Keesokan harinya Daniel kembali beraktivitas seperti semula. Karena bagaimanapun dia tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada Olivia. Sehingga ia memilih untuk kembali ke Jakarta dan melanjutkan aktivitasnya seperti biasanya sesuai dengan permintaan Olivia. Ingin rasanya Daniel segera membawa Olivia ke Jakarta. Apalagi setelah Daniel memastikan kalau Olivia benar-benar hamil darah dagingnya.
Ketika Daniel sedang sibuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan perusahaan samera company, Tuan Gladuks datang menghampiri Daniel di ruang kerjanya. Tuan Gladuks menggebrak meja yang ada di ruang kerja Daniel. Membuat Daniel sontak terkejut. Entah mengapa raut wajah emosi terlihat jelas di wajah tuan Gladuks.
Tiba-tiba Tuan Gladuks memberikan tamparan yang cukup hebat di wajah tampan Daniel. Entah setan apa yang membuat Tuan Gladuks menjadi marah membabi buta kepada Daniel.
"Papa apa-apaan nih!" datang-datang langsung menampar Daniel? Salah apa Daniel sama papa? ucap Daniel sambil menatap Tuan Gladuks dengan tatapan tajam.
Kamu benar-benar lelaki yang tidak tahu diri. Anak tidak tau di untung. Bagaimana mungkin kamu ingin menikahi Amara!" dia itu adik tiri kamu." ucap Tuan Gladuks membuat Daniel mengerutkan keningnya. Karna Daniel tidak paham maksud Tuan Gladuks. Bahkan dia bingung sendiri apa maksud perkataan Tuan Gladuks
"Maksud Papa apa sih? Daniel tidak mengerti." Sahut Daniel yang belum paham maksud dari tuan Gladuks.
Jangan pura-pura tidak tahu. Saya tahu apa yang kamu lakukan di belakang Papa bersama Amara. Kamu membenci Ibu Tiri kamu karena kamu ingin menikahi Amara adik tiri kamu kan?" tuduh Tuan Gladuks membuat Daniel semakin bingung dengan apa yang dikatakan oleh Tuan Gladuks yang telah menuduh Daniel ingin menikahi putri dari istri keduanya.
"Siapa juga yang ingin menikahi manusia jadi-jadian itu? Tidak pernah terbesit di hati Daniel menikahi dengan perempuan murahan seperti dia.
"Jaga ucapan Kamu Daniel!" Papa tidak akan mentolerir kamu jika kamu melakukan sesuatu yang tak pantas untuk Amara. "Sesuatu Apa maksud Papa?
"Sesuatu yang tak pantas bagaimana maksud papa? Daniel tidak pernah dekat dengan Amara. Dia saja yang selalu kegatalan untuk mendekatiku.
"Jangan banyak ngomong kamu Daniel!" Amara hamil. Dan dia mengaku kalau dia hamil anak kamu." ucap Tuan Gladuks sambil menatap Daniel dengan tatapan tajam.
" Amara Hamil?
__ADS_1
"Aku yang melajukannya?
"Yang benar aja dong!" Pikiran Daniel masih waras. Tidak mungkin Daniel melakukannya dengan Amara. Daniel juga masih punya otak. Dan otak Daniel masih waras.
Seharusnya Papa selidiki dulu. Benar tidaknya Fitnah yang dilakukan wanita jahanam itu, kalau Daniel yang menghamilinya. Jangankan bersentuhan dengannya. Lihatnya saja Daniel jijik" ucap Daniel
Daniel tidak pernah suka dengannya. Banyak wanita-wanita lain yang masih lebih cantik dan lebih anggun darinya. Daripada harus sama Amara yang menjadi pendamping hidupku, Lebih baik aku tidak menikah seumur hidupku." ucap Daniel menegaskan kepada Tuan Gladuks kalau Daniel sama sekali tidak ada niatnya untuk menikahi Amara. Apalagi menghamilinya.
Tuan Gladuks terdiam, ketika mendengar penjelasan dari Daniel. Entah apa maksud Papa menuduh Daniel memiliki niat menikahi Amara. Jangan pernah menyebut nama wanita murahan itu di hadapan Daniel ya pa. Kalau papa masih menganggap Daniel sebagai Putra Papi." ucap Daniel menegaskan kepada tuan Gladuks.
"Lagian Daniel sudah memiliki istri dan calon anak." ucap Daniel dengan lantang yang dapat didengar oleh Tuan Gladuks dengan jelas.
"Apa?
"Saya sudah katakan, Saya tidak pernah memiliki keinginan menikahi Amara. Karena saya sudah memiliki calon istri yang benar-benar Daniel cintai.
"Calon istri?
"Maksud kamu model-model yang sering datang ke ruang kerjamu ini? apa tidak ada lagi wanita yang lebih baik daripada model-model yang mau menjual tubuhnya hanya untuk mendapatkan popularitas? dan juga agar karirnya di dunia model menjadi terkenal?" ucap Tuan Gladuks menuduh Daniel memiliki calon istri seorang model atau artis papan atas.
Daniel tidak sebodoh yang Papa pikirkan. Tidak mungkin Daniel ingin memiliki istri seorang model ataupun artis papan atas. Karena Daniel tahu sendiri, mereka akan sibuk dan tidak akan memiliki waktu untuk mengurus Daniel.
Daniel tidak butuh itu semua Daniel hanya butuh kasih sayang yang tulus dari seorang wanita. Daniel sudah kaya raya. Memiliki uang banyak dan 7 keturunan pun mungkin tidak habis. Jadi untuk apa mencari istri yang ingin mengejar karirnya sebagai seorang model dan juga artis.
__ADS_1
Lebih baik Daniel mencari wanita yang biasa-biasa saja. Tetapi dia bisa mencintai Daniel dengan tulus bukan hanya ingin mengharapkan harta kekayaan Daniel saja dan juga menginginkan popularitas.
"Tolong Jawab dengan jujur. Apa kamu pernah memiliki hubungan khusus dengan Amara? Tuan Gladuks kembali bertanya kepada Daniel.
"Harus berapa kali Daniel katakan? kalau Daniel tidak pernah memiliki hubungan apa-apa dengan Amara. Dia saja yang selalu datang menghampiriku ke apartemen. Entah apa tujuannya ke sana yang pasti Daniel sama sekali tidak mengetahui.
Bahkan dengan terang-terangan di hadapan wanita yang Daniel mencintai, Ia mengatakan kalau dia jatuh cinta kepadaku. Semenjak kami bertemu pertama sekali di rumah. Tetapi Daniel hanya menganggapnya saudara tiri tidak lebih dari itu.
Bahkan Amara berani menghina wanitaku. Di hadapanku sendiri. Karena ia merasa cemburu melihat kedekatan kami. Sungguh Daniel tidak mungkin jatuh cinta kepada wanita seperti Asmara. Mungkin Papa juga mengetahui siapa sosok Amara sebenarnya.Tidak pantas papa menuduh Daniel seperti itu. Tanpa menemukan bukti yang kuat.
Kalau masalah pesan Whatsapp seperti yang papi katakan, Daniel sama sekali tidak pernah membalas pesan Whatsapp yang dikirimkan oleh Amara kepada Daniel.
Hal itulah yang membuat Amara emosi dan membuat Daniel seolah-seklolah menyakitinya dan dia memutar balikkan fakta. Papa harus terlebih dahulu menyelidiki apa yang terjadi kepada Amar. Sehingga ia mengatakan kalau Daniel yang mengejar dirinya. Dan bahkan dia hamil
Daniel yakin pasti ada sesuatu yang ditutup-tutupi Amara dari kita semua.
"Maksud kamu apa?"tanya Tuan Gladuks penuh selidik. Seharusnya Papa curiga Mengapa tiba-tiba Amara meminta kepada Papa dan istri Papi yang kedua itu, untuk menikahkan Amara dengan Daniel. Dari situ terlihat jelas, Ada sesuatu yang janggal di sana. Tetapi Mengapa Papa tidak menyelidiki Daniel menatap tuan Gladuks dengan tatapan yang sulit diartikan.
Tuan Gladuks menghela nafas berat. Pikirannya terpusat kepada Amara yang dikatakan Amara tentang Daniel sama sekali tidak masuk akal. Karena Daniel tidak mungkin melakukan hal segera
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA