PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 105. BERTEMU HENDARSON


__ADS_3

"Mom sebentar lagi akan maghrib. Lebih baik kita masuk ke rumah. Tidak bagus anak bayi terlalu kesorean di luar." ujar Daniel meminta kepada Nyonya Eliana. Agar mereka segera masuk ke dalam rumah.


" Tidak perlu menggurui Mami. Mami yang lebih mengetahui, dibandingkan kamu. Sebelum kamu mengatakan seperti itu, mami sudah ingin membawa cucuku masuk ke dalam rumah. Tetapi karena kamu terus mengganggu cucu mami, membuat Mami jadi kelamaan berada di sini." ucap nyonya Eliana sambil menatap putranya dengan tatapan tajam.


Membuat Daniel bergedik ngeri. Lalu memberikan Arya Vito kepada Nyonya Eliana kembali. Nyonya Eliana berjalan masuk ke dalam rumah mendahului Olivia dan Daniel. Kalian mau di sini tidak apa-apa, Mami masuk dulu bersama cucu mami yang tampan ini." ucap Nyonya Eliana sambil langsung melangkah masuk ke dalam rumah.


Daniel menggelengkan kepalanya melihat Nyonya Eliana yang begitu marah kepada Daniel. Ketika mendengar suara tangis baby Arya Vito. Karena Daniel menghujani wajah tampan putranya kecupan demi kecupan. "Sayang lebih baik kamu mandi dulu." ujar Olivia meminta kepada suaminya agar segera membersihkan diri.


****


Di tempat lain, terlihat Amara yang begitu menikmati hari-harinya bersama Herman. Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Amara terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel milik Alvaro yang menghubungi dirinya.


Karena merasa khawatir. Ia pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Alvaro.


"Hallo Amara, Kamu di mana sekarang? segeralah pulang. Dan kita harus segera melakukan rencana kita sebelumnya. Mengapa kamu tidak pernah pulang ke rumah? Tanya Alvaro begitu emosi. Karena Amara tak kunjung pulang ke rumah. Semenjak kepergiannya mencari keberadaan tuan Gladuks.


Aku masih tetap berada di atas bumi dan Di bawah langit. Jangan pernah membentak ku seperti itu. Aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk kebaikan jalan hidupku. Lebih baik kalian lakukan saja semau kalian. Saya tidak ingin mau tahu lagi, apa yang akan kalian lakukan." ucap Amara sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya. membuat emosi Alvaro semakin memuncak Alvaro melihat GPS nomor ponsel milik Amara berada di salah satu apartemen mewah yang ada di kota Jakarta.


Alvaro berniat untuk mencari keberadaan Amara saat ini. Karena nyonya Julia sudah sangat emosi dan ingin melakukan tindakan untuk menghancurkan kehidupan keluarga Gladuks. Seolah dirinya tidak rela melihat kebahagiaan keluarga Gladuks.

__ADS_1


Apalagi setelah menyaksikan di layar kaca pernikahan Daniel dan Olivia ditayangkan secara live di salah satu stasiun televisi ternama di negara ini. Membuat Nyonya Julia seperti kebakaran jenggot dan ingin langsung melakukan tindakan.


Terlihat Nyonya Eliana menghubungi seseorang, Yang Ia tau dapat membantu dirinya untuk melancarkan rencananya. Bahkan ia rela melakukan apapun asalkan lelaki itu yang bersedia membantu untuk menghancurkan keluarga Gladuks.


Kata tahu Hendarson memiliki rasa dendam kepada Tuan Gladuks. Karena membuat usaha Henderson diambang kebangkrutan saat itu. Tuan Gladuks dan Daniel mengalahkan mereka meraih tender yang cukup besar saat itu.


Ketika Hendarson bersedia bertemu dengan Nyonya Julia Nyonya. Nyonya Julia merasa bahagia. Merasa mendapat harapan yang besar dapat menghancurkan keluarga besar Gladuks. Terlihat Nyonya Julia menaiki sebuah taksi menuju restoran tempat mereka janjian dengan Pak Hendarson.


Ketika Nyonya Julia sudah tiba di restoran itu, ia melihat Pak Hendarson sudah duduk di sana. Tepatnya di bagian sudut ruang restoran. Nyonya Julia langsung menghampiri Pak Hendarson. Ia mendudukkan bokongnya tepat di hadapan Pak Hendarson.


" Apa yang membuat kamu ingin bertemu dengan saya Julia?" tanya Pak Hendarson penuh selidik. Nyonya Julia tidak ingin berbasa-basi. Ia langsung memberitahu maksud dan tujuannya ingin bertemu dengan Pak Hendarson.


Tetapi saat itu Nyonya Julia memilih menikah dengan Tuan Gladuks. Karena tuan Gladuks lelaki yang sangat kaya raya. Bahkan saat itu, Nyonya Julia berusaha untuk merebut Tuan Gladuks dari Nyonya Eliana yang jelas-jelas Tuan Gladuks, sudah memiliki istri saat itu.


"Jika aku membantumu apa yang akan kamu berikan kepadaku?" tanya Hendarso sambil mengembangkan senyumnya. Aku tahu kamu sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Setelah berpisah dengan Gladuks. Tidak mungkin kamu mampu membayar Ku.


Tetapi kamu bisa membayar Ku dengan putrimu yang cantik itu." ucap Hendarson kepada kepada Nyonya Julia. Membuat Nyonya Julia terhenyak. Seolah dirinya protes permintaan Henderson itu terlalu mengada-ngada.


Jangan keterlaluan kamu Hendarson. Kamu bisa meminta apa saja dariku, asalkan jangan putriku." ucap Nyonya Julia yang tidak rela memberikan putrinya kepada lelaki Tuan Bangka seperti Hendarson. Yang ia tahu Hendarson, salah satu lelaki yang suka sekali bermain wanita walaupun Sudah beberapa kali menikah.

__ADS_1


"Apalagi yang bisa kamu berikan kepadaku Julia? selain putrimu yang cantik itu. Kamu sudah tidak memiliki apa-apa. Kalau kamu tidak ingin memberikan putrimu. Lalu apa yang ingin kamu berikan kepadaku? Hermawan kembali bertanya kepada Nyonya Julia.


Tampak Nyonya Julia berpikir apa yang akan Ia berikan kepada Hermawan. "Sudah saya tidak memiliki waktu lagi. lebih baik saya pulang saja. Kamu sudah mengganggu waktu saya." gerutu Pak Hendarson.


Karena merasa dirinya tidak dihargai oleh Nyonya Julia. "Hendarson tunggu dulu, bukankah kamu mengatakan kalau kamu dulu mencintaiku? Jika kamu mencintaiku Aku rela menjadi istri kamu. Asalkan kamu membantuku untuk menghancurkan keluarga Gladuks." ucap Nyonya Julia sambil menatap Hendarson dengan Tatapan yang sulit diartikan.


Henderson tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan oleh Nyonya Julia. "Apa aku tidak salah mendengar Julia?" dulu iya aku akui aku sangat mencintaimu. Tetapi sekarang sudah tidak lagi. Karena kamu sudah tua. Lebih baik aku menikmati tubuh mulus putrimu." ucap Hendarson sambil membayangkan kalau Hendarson dapat mencicipi tubuh mulus Amara.


Nyonya Julia terdiam. Satu-satunya Jalan agar Hendarson bersedia membantu dirinya. Ia harus rela merendahkan dirinya di hadapan Hendarson. Nyonya Julia langsung mengecup bibir manis Hendarson


Dan perlahan kecupan itu semakin mendalam. Seolah Nyonya Julia tidak peduli lokasi mereka berada saat ini. Bahwa mereka masih berada di restoran. Ia berusaha membangkitkan gairah Hendarson saat itu. membuat Hendarson pun akhirnya menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan Nyonya Julia.


Bersambung......


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA ADA GIVEAWAY DI AKHIR BULAN

__ADS_1


__ADS_2