PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 90.EMOSI ANISA


__ADS_3

Terlihat Ibu Nurhaida masih sibuk dengan barang dagangannya. Ibu Narsih datang menghampiri Ibu Nurhaida berniat untuk berbelanja bahan makanan, untuk ia masak Tetapi bukan Bu Narsih namanya kalau tidak membuat orang kesal dengan mengungkapkan kata-kata yang tak disenangi oleh para tetangga termasuk juga Ibu Nurhaida.


"Ibu Nurhaida masih tetap jualan ya walaupun memiliki menantu kaya raya seperti Daniel Gladuks? kalau aku seperti Ibu Nurhaida, Aku tidak akan mau lagi berjualan seperti ini, kalau aku memiliki menantu kaya raya seperti Daniel. Kita tahu harta yang dimiliki oleh Daniel tidak akan habis tujuh keturunan.


Bahkan bisnis yang ia kelola bukan hanya satu perusahaan, bahkan tidak ternilai lagi perusahaan yang ia miliki. Ibu Narsih selalu ingin membuat Ibu Nurhaida kesal.


"Ibu Narsih mau beli apa? tanya ibu nurhaida untuk mengalihkan pembicaraan.


Ibu Narsih yang selalu ingin membuat Ibu Nurhaida kesal, entah karena faktor Ibu Narsih cemburu akan apa yang didapatkan ibu Nurhaida dan keluarganya saat ini. Sehingga Ibu Narsih selalu ingin mengetahui tentang kehidupan Ibu Nurhaida dan anak-anaknya.


"Tapi ngomong-ngomong Bu, Bagaimana kabar Pak Roberto ya sekarang? dengar-dengar Pak Roberto sekarang berada di penjara akibat mencabuli anak di bawah umur." celetuk Ibu Narsih membuat Ibu Nurhaida terhenyak. Karena ibu Nurhaida sama sekali tidak mengetahui kabar tentang suaminya saat ini.


Daniel sengaja tidak memberitahu kabar tentang Pak Roberto kepada ibu Nurhaida. walaupun Daniel sering sekali memberikan santunan kepada Pak Roberto agar Pak Roberto diperlakukan istimewa di balik jeruji besi.


"Kalau Ibu tidak ingin berbelanja Lebih Baik Ibu jangan ngoceh di sini. Ibu pergi saja daripada membuat orang kesal." gerutu Anisa yang bangkit dari tempat duduknya ketika mendengar Ibu Narsih mengatakan kalau Pak Roberto saat ini sedang di penjara akibat mencabuli anak di bawah umur.


"Ya memang benar kok. Kalian cek saja kebenarannya Pak Roberto, saat ini sedang dipenjara. Kalau tidak percaya lebih baik Pergi saja ke sana melihat.


Ibu Nurhaida menggelengkan kepalanya. Entah dari mana Ibu Narsih mengetahui kabar terbaru Pak Roberto saat ini.

__ADS_1


Padahal ibu Nurhaida sama sekali tidak mengetahui pemberitaan itu.


"Sudah Bu tidak perlu diladeni. Namanya juga emak-emak kepo mulutnya seratus tidak perlu dipikirkan." Ibu Nurhaida menghela nafas berat. Ada rasa khawatir di hatinya Kalau kabar yang dikatakan Ibu Narsih benar adanya.


"Ya Allah Apa memang benar demikian kabar terbaru mas Roberto?" tanya ibu Nurhaida di dalam hati. Sambil memperhatikan para tetangga yang datang berbelanja ke warung sembako miliknya.


"Kalau memang benar demikian kamu sangat keterlaluan Mas. Sudah mempermalukan anak-anakmu Bagaimana kelak jika Olivia dan Anisa mengetahui? Bahkan suami-suami mereka mengetahui bagaimana sikap dan tingkah laku Mu selama ini?" Ibu Nurhaida meratap.


"Ibu kenapa bengong? Jangan dipikirkan. Lebih Baik Ibu fokus saja ke rencana pernikahan Olivia saat ini. Sepertinya Daniel menginginkan acara pernikahan mereka sangat mewah dan meriah. Itu terbukti barusan Daniel meminta Anisa dan Ibu pergi ke sebuah butik ternama yang ada di kota ini untuk melakukan fitting baju acara pernikahan Olivia dan Daniel.


Ibu Nurhaida menatap Anisa dengan Tatapan yang sulit diartikan. Tiba-tiba asisten Daniel datang menghampiri ibu Nurhaida. klakson mobil terdengar jelas di telinga para tetangga yang masih berada di warung sembako Milik ibu Nurhaida, termasuk ibu Narsih.


Karena acara pernikahan Olivia dan Tuan Daniel akan diadakan satu minggu kedepan. Jadi Tuan Daniel ingin penampilan ibu Nurhaida dan juga Anisa terlihat perfect di hadapan para tamu undangan.


Dan jangan lupa Tuan Daniel juga berpesan kepada Ibu Nurhaida agar ibu mengundang para tetangga yang ada di sini. Arif menuturkan segala apa yang diminta oleh Daniel kepadanya, tepat di hadapan para tetangga yang berbelanja di warung Milik ibu Nurhaida.


"Kamu bisa tunggu sebentar nggak? Soalnya masih banyak ibu-ibu yang berbelanja di sini. tidak enak ke warungnya langsung tutup." ujar Ibu nurhaida sambil mengembangkan senyumnya.


"Oh tidak apa-apa Bu. Biar saya tunggu saja." sahut Arif sambil membalas senyuman Ibu Nurhaida. Anisa datang menghampiri Arif "Maaf Tuan Arif, lebih baik Tuan Arif menunggu di sana saja." ujar Anisa sembari menunjukkan kursi rotan yang ada di teras rumah mereka.

__ADS_1


Arif menatap Annisa dengan Tatapan yang sulit diartikan. "Cantik!" gumamnya dalam hati sambil memperhatikan Anisa dari ujung kaki hingga ujung rambut. "Tuan Arif Mengapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah di dalam diri Anisa?" tanya Anisa penuh selidik.


Arif menggelengkan kepalanya lalu duduk di kursi rotan yang ada di teras rumah. Anisa menghampiri Arif sambil membawakan secangkir kopi yang ia seduh Sebelumnya. "Maaf Tuan Arif, hanya ini yang dapat saya hidangkan. Maklum tidak ada apa-apa di rumah kami ini. Anisa menyuguhkan kopi itu dan mempersilahkan Arif untuk meminumnya.


"Terima kasih Anisa.Pasti kopi buatan kamu enak." Puji Arif sambil menatap Anisa dengan tatapan seksama. Anisa mengembangkan senyumnya. Senyuman manis yang dapat membuat jiwa Arif meronta-ronta.


" Ya Allah sempurna banget sih wanita ini. Cantik banget. Tidak kalah cantik dari Olivia kakak sama adik sama sama cantik." gumamnya dalam hati sembari terus memperhatikan Anisa. Anisa duduk di sebelah Arif.


"Oh ya Tuan Sudah Berapa lama bekerja bersama Tuan Daniel? tanya Anisa penuh selidik. "Tolong kamu jangan memanggilku dengan sebutan Tuan. Panggil saja saya Arif." ucap Arif sambil memberi salam kepada Anisa. "Oh maaf Arif, saya Anisa kakaknya Olivia." "Iya saya mengetahuinya, karena Daniel pernah cerita kepada aku.


Setelah ibu-ibu para tetangga sudah pada pulang berbelanja dari warung sembako Milik ibu Nuraida, Ibu Nurhaida pun menutup warung miliknya dibantu oleh Anisa. Karena saat itu juga, mereka akan melakukan fitting baju di salah satu butik ternama yang ada di kota ini, sesuai dengan permintaan Daniel.


Mereka juga tidak ingin mengecewakan Daniel, karena Daniel sudah mempersiapkan segalanya Untuk Ibu Nurhaida dan juga Anisa saat ini. "Bu mudah-mudahan Tuan Daniel benar-benar sayang dan cinta kepada Olivia ya. Tidak seperti di sinetron-sinetron yang Anisa tonton dilayar kaca." celetuk Anisa kepada Ibu Nurhaida ketika mereka berada di mobil yang sama dengan Arif. Arif mendengar apa yang dikatakan Olivia pun mengembangkan senyumnya.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2