
Ibu Nurhaida diam-diam berniat untuk melihat keberadaan Pak Roberto yang ada di balik jeruji besi. Setelah Ibu Nurhaida mendapat informasi yang pasti dimana selama ini Pak Roberto.
Dengan menggunakan ojek online, Ibu nurhaida berlalu dari rumah sederhana yang selama ini mereka tempati
"Bang antarkan saya ke alamat ini ya." ucap ibu nurhaida kepada Driver ojek online. setelah Ojek online tiba di depan rumah.
Tentunya Ibu Nurhaida sudah mempersiapkan makanan agar Pak Roberto dapat mencicipi menu makanan, masakan ibu Nuraida tanpa sepengetahuan Anisa. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam, Ibu Nurhaida, tiba di salah satu lafas yang ada di kota ini. Tepatnya di daerah pinggiran kota Jakarta.
Kini Ibu Nurhaida berusaha untuk meminta izin kepada pihak kepolisian yang berjaga di sana. Agar diizinkan bertemu dengan suaminya Pak Roberto. Setelah beberapa menit bernegoisasi kepada pihak kepolisian, akhirnya pihak kepolisian memberikan waktu 20 menit kepada ibu Nurhaida untuk dapat bertemu dengan Pak Roberto.
Kini pihak kepolisian sudah memanggil Pak Roberto yang sedang berada di dalam penjara. Ibu Tunggu sebentar disini, saya akan membawakan Pak Roberto ke sini." ucap Pihak kepolisian, itu sambil berlalu meninggalkan ibu Nurhaida, disana.
Kini pihak kepolisian itu menghampiri Pak Roberto. Agar Pak Roberto dapat bertemu dengan ibu Nurhaida. " Selamat pagi Pak Roberto, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda." ucap pihak kepolisian itu kepada pak Roberto. Membuat Pak Roberto terhenyak.
Ia mengira yang datang menghampirinya adalah Olivia. Setelah dirinya menghubungi Olivia, melalui sambungan telepon seluler. Pak Roberto tidak menyangka kalau ibu Nurhaida yang datang menjenguknya. Istri yang selama ini, ia sakiti. Ketika pak Roberto sudah tiba disana, Ia dikejutkan dengan kehadiran ibu Nurhaida.
Ibu Nurhaida yang melihat postur tubuh suaminya, sudah seperti orang asing. Karena Pak Roberto terlihat kurus dan acak-ajakan layaknya seperti yang tidak dikenal oleh ibu Nurhaida. " Mas Roberto!" pekik Ibu Nurhaida ketika melihat sosok suaminya di hadapannya.
Ia memberi salam kepada Pak Roberto. Pak Roberto menyambut uluran tangan Ibu Nuraida. Sejujurnya pak Roberto ingin langsung memeluk Ibu Nurhaida. Tetapi ia enggan melakukannya. Karena rasa bersalah yang ia miliki terhadap ibu Nurhaida.
__ADS_1
"Kamu datang melihatku ke sini? apa kamu tidak marah kepadaku?!aku sudah banyak melakukan kesalahan kepadamu. Mengapa kau selalu baik kepadaku?" Nurhaida menatap Pak Roberto dengan nada lemah lembut. Pak Robert tidak sanggup menatap Ibu Nuraida. Sehingga Pak Roberto hanya menundukkan kepalanya.
Bagaimanapun, Dan apapun yang kamu lakukan di luar, kamu Ayah dari kedua putriku. Dan kamu masih sah menjadi suamiku. dimata hukum dan agama. Karena kita belum ada perceraian. Walaupun kamu tidak pernah memberikan nafkah kepada kami.
Tetapi selaku aku agama muslim, aku masih menghargaimu sebagai suamiku. Memang dihukum agama, Jika kamu tidak menafkahi saya sampai beberapa lama, itu namanya sudah sah bercerai dimata agama. Tetapi bagiku sepertinya belum ada kejelasan di hubungan kita.
Sehingga aku datang melihatmu kesini. Itupun kedua anakku tidak mengetahui kedatanganku kesini." ucap Ibu Nurhaida berterus terang kepada Pak Roberto. Pak Roberto meminta maaf dan bersujud di kaki ibu Nurhaida atas apa yang ia lakukan di masa lalu. Yang menyakiti hati ibu Nurhaida dan kedua anak-anaknya.
Ibu Nurhaida memberitahu kondisi perkembangan kesehatan Anisa. Yang saat ini Anisa sudah sehat dan pulih kembali. Tidak seperti yang diucapkan oleh Pak Roberto . Anisa merupakan beban keluarga. "Apa kau tahu Mas, saat ini Anisa sudah sembuh dari penyakit ginjal yang ia alami. semua itu berkat Olivia dan Daniel. Mereka yang membantu membiayai pengobatan Anisa. Hingga Anisa saat ini sudah sembuh dan dapat membantuku mencari nafkah, untuk membiayai kehidupan kami sehari-hari.
Saat ini Olivia sudah menikah dengan pengusaha kaya raya yang bernama Daniel. Meraka sudah memiliki anak dan saat ini mereka sedang melakukan perjalanan bulan madu. Apa kau tahu? kamu mendapat perlakuan istimewa di lapas ini, karena Daniel yang membayar pihak kepolisian.
Jika ia pun datang untuk memberikan uang yang sepantasnya. Agar kamu diperlakukan dengan baik. Tidak seperti tahanan lainnya." ucap Ibu Nurhaida. Membuat Pak Roberto mengerutkan keningnya. Pak Roberto memang merasakan seperti yang dikatakan oleh ibu Nuraida.
Ia mengira mendapat perlakuan khusus dari pihak kepolisian, karena pihak Kepolisian berpihak kepadanya. Padahal tidak yang sebenarnya. Pak Roberto semakin bersalah kepada Olivia dan Anisa. Begitu juga dengan ibu Nuraida.
"Maafkan saya, maafkan saya. Jika pintu maafmu masih terbuka kepadaku, Aku berjanji akan berubah dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi." ucap pak Roberto memohon dan bersujud di kaki ibu Nurhaida. Aku sudah memaafkanmu Mas. Jauh sebelum kamu meminta maaf kepadaku. Tetapi saat ini, kamu lebih baik minta maaf kepada Anisa dan Olivia.
Karena yang paling tersakiti disini, kedua putriku Anisa dan Olivia. Yang sangat cantik-cantik dan sekarang kita sudah memiliki cucu yang tampan yang bernama Arya Vito. Mendengar apa yang diucapkan oleh ibu Nurhaida kalau mereka sudah memiliki cucu. Pak Roberto merasa semakin bersalah.
__ADS_1
" Sudah, tidak perlu ada yang disesalkan. Jika memang masih ada kesempatan untuk berubah. Berubahlah supaya lebih baik. jangan pernah melakukan kesalahan yang sama lagi yang dapat membuat keluarga malu dan merugikan diri sendiri, seperti yang Mas alami saat ini.
"Mas sendiri yang merasakannya sendiri, bukan kami." ucap Ibu Nurhaida. Sekarang lebih baik kamu makan dulu. Pasti kamu lapar kan? tanya ibu Nuraida dibalas anggukan dari Pak Roberto. Ibu Nurhaida menyuguhkan menu makanan yang ia bawa sebelumnya.
Terlihat Pak Roberto senyum sumringah melihat menu makanan yang dibawa oleh Ibu Nurhaida, Makanan kesukaan Pak Roberto. "Nurhaida, aku sudah sangat lama tidak memakan masakan seperti ini. Terima kasih kamu sudah membawanya kepadaku." ucap pak Roberto sembari mencicipi menu makanan yang dibawa oleh Ibu Nurhaida.
Tanpak Pak Roberto memakannya dengan lahap. Membuat Ibu Nuraida merasa bahagia dapat membuat suaminya hari ini, merasa menikmati makanan yang ada di rumah. dengan sekejap Pak Roberto menghabiskan menu makanan yang dibawa oleh Ibu Nurhaida.
Jika aku dapat berbuat sesuatu aku akan membebaskanmu dari sini. Jika kamu memang benar-benar berubah.
"Tidak mungkin saya dapat bebas dari sini. Mungkin saya akan menghabiskan akhir hidupku disini. Karena hukuman yang diberikan kepadaku 20 tahun penjara. Itu artinya usiaku sudah sangat senja dan kemungkinan besar akhir hidupku berada di sini." ucap Roberto dengan nada sendu.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
__ADS_1