
Ibu Florida menatap Daniel dan nyonya Eliana secara bergantian. Ia seolah tidak percaya, ternyata Daniel benar-benar mencintai dan menyayangi Olivia. Ibu Florida berjanji dalam hatinya sendiri melakukan yang terbaik untuk hubungan Olivia dan juga Daniel. Apalagi setelah Ibu Florida melihat niat baik nyonya Eliana dan juga Daniel yang begitu menginginkan Olivia menjadi teman hidup Daniel untuk selamanya.
Dua hari sudah berlalu. Tetapi Olivia tak kunjung sadar dari tidur panjangnya. Membuat Daniel semakin gelisah dan meminta kepada dokter untuk merujuk Olivia ke rumah sakit ternama yang ada di kota Jakarta. Ia ingin melakukan perawatan terbaik kepada Olivia di sana. Karena menurut Daniel peralatan medis di kota lebih lengkap dibandingkan yang ada di daerah.
Dokter pun menyetujui permohonan Daniel. Untuk merujuk Olivia ke rumah sakit yang ada di kota Jakarta. Dengan menggunakan Heli milik Nyonya Eliana. Olivia diterbangkan ke Jakarta dengan dibantu oleh tim medis yang menghantarkan Olivia sampai ke rumah sakit yang ditunjuk oleh Daniel kepada tim medis yang menangani Olivia sebelumnya.
Ibu Florida juga bertolak ke Jakarta. Ia tidak ingin melepaskan Olivia begitu saja, saat-saat Olivia membutuhkan dirinya. Sekalipun atasannya di perkebunan akan memberikan sanksi kepadanya. Jika Ibu Florida tidak melakukan tugas dan tanggung jawabnya di perkebunan tempat Ibu Florida bekerja.
Tidak menunggu lama. Daniel dan rombongan tim medis sudah tiba di rumah sakit. Terlihat dokter dan suster sudah bersiap menunggu kedatangan Olivia. Karena sebelumnya Daniel sudah menghubungi pihak rumah sakit. "lakukan perawatan yang terbaik kepada istri saya. Saya tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya." ujar Daniel kepada dokter ahli di bidangnya yang bertugas di rumah sakit tempat Olivia dirawat saat ini.
Kemudian dokter yang bertugas sebelumnya menangani Olivia, memberikan keterangan apa yang terjadi kepada Olivia sehingga Olivia sampai tidak sadarkan diri hingga beberapa hari paska operasi melahirkan.
Daniel terlihat gelisah. Ia seolah tidak sanggup melihat putranya yang ada di gendongan Nyonya Eliana harus kehilangan Ibunya. Suster yang bertugas di sana pun meraih tubuh bayi mungil itu. Agar bayi itu segera ditangani untuk memeriksa kondisi kesehatannya.
"Maaf Bu bayinya harus segera dibawa ke ruang Bayi, agar kami dapat melakukan pemeriksaan." ujar Suster itu kepada Nyonya Eliana. "Mengapa cucu saya harus dibawa ke ruang bayi? sepertinya cucu saya baik-baik saja." ucap Nyonya Eliana merasa tidak ingin berpisah dengan cucu yang sangat ia sayangi
"Iya nyonya, kondisi baby-nya memang baik-baik saja. Tetapi sang bayi harus diberikan susu formula terlebih dahulu sebelum Ibunya dapat menyusuinya." ujar Suster itu berharap Nyonya Eliana paham maksud dan tujuannya
__ADS_1
Olivia ditempatkan di ruang VVIP yang ada di rumah sakit itu. Daniel sengaja tidak memberitahu Kepada Ibu Nurhaida sebelum kondisi Olivia semakin membaik. Ia tidak ingin membebani pikiran ibu Nurhaida melihat kondisi putrinya yang berjuang untuk melawan rasa sakit yang ada di.
Mom apa yang harus Daniel lakukan sekarang? Daniel bingung mom wanita yang ada di dalam sana bertaruh nyawa hanya untuk melahirkan darah daging Daniel mom, apa yang harus Daniel lakukan mom? Daniel bersujud di kaki Nyonya Eliana. "Sabar sayang Olivia akan baik-baik saja. Mami yakin ia pasti bertahan demi Putra yang sangat ia sayangi.
Mami yakin kalau Olivia wanita yang kuat. dia tidak lemah. Terlihat jelas ketika dia bertahan hidup tanpa adanya pertolongan dari keluarga dan juga dari kamu." ucap Nyonya Eliana meyakinkan Daniel kalau Olivia akan bertahan.
"Bangun sayang!" mas tidak ingin terjadi sesuatu kepada kamu. Mas akan melakukan apapun untuk yang terbaik kepada kamu." ucap Daniel sambil terus mengelus wajah pucat Olivia yang berbaring lemah di atas brangker yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
Ibu Florida akhirnya menghubungi Vika untuk segera datang ke rumah sakit tempat Olivia dirawat. Tetapi ibu Florida tidak memberitahu kondisi Olivia saat ini. Bahkan Ibu Florida juga tidak memberitahu kalau sahabatnya Olivia lah yang dirawat saat ini di rumah sakit. sehingga Ibu Florida harus meninggalkan pekerjaannya untuk memastikan kondisi kesehatan Olivia.
Tetapi sang suster bingung akan pertanyaan Vika saat ini. Karena nama pasien Tidak diberitahu oleh ibu Florida membuat Vika harus kembali menghubungi Ibu Florida untuk bertanya di mana tempat Ibu Florida saat ini.
Vika sudah mendapat informasi kalau ibu Florida berada di ruang VVIP yang ada di rumah sakit itu. Vika langsung mengetuk pintu ruangan. Ia terhenyak melihat sang sahabat berbaring lemah di atas brangker tidak sadarkan diri.
Ia Melihat jarum infus tertancap di punggung tangan sang sahabat. Berbagai selang tersambung ke tubuh Olivia membuat Vika merasa tidak sanggup melihat perjuangan sang sahabatnya .
"Apa yang terjadi Bu? mengapa Olivia sampai seperti ini? tangis Vika sembari mengelus wajah pucat sang sahabat. Ia benar-benar mengkhawatirkan kondisi Olivia. Apalagi ketika mendengar kalau Olivia mengalami pendarahannya cukup hebat. Proses persalinan yang dilakukan di salah satu rumah sakit yang ada di Limbangan. Membuat vika menatap Daniel dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Semua ini gara-gara kamu. Jika terjadi sesuatu kepada sahabatku, aku tidak akan mengampunimu." ucap Vika sambil menatap Daniel dengan tatapan tajam. Daniel hanya tertunduk ia merasa bersalah akan apa yang dilakukannya terhadap Olivia selama berada di perusahaan miliknya.
" Ya ampun Olivia!" bertahanlah apa yang harus aku katakan nanti kepada ibu Nurhaida dan kak Anisa, jika terjadi sesuatu kepadamu. Jujur Aku tidak menyangka kamu sangat menderita seperti ini.
"Aku yakin kamu pasti kuat. Kamu wanita yang hebat." bisik Vika tepat di telinga Olivia berharap Olivia mendengar apa yang ia bicarakan.
Daniel pun kembali menghampiri Olivia. Ia pun meminta maaf kepada Olivia. " Maafkan aku sayang, gara-gara aku kamu mengalami seperti ini." tangis Daniel sambil memberikan kecupan hangat di kening Olivia. Air matanya mengalir dan jatuh tepat di bibir Olivia.
Tiba-tiba air mata Olivia mengalir di wajah pucatnya. Tetapi Dirinya belum sadarkan diri. itu artinya Olivia dapat mendengar apa yang dikatakan orang-orang yang ada di ruangan itu, yang ingin mengharapkan Olivia cepat pulih kembali.
Ingin rasanya Olivia terbangun dari tidur panjangnya. Tetapi sepertinya ia tidak memiliki tenaga untuk membuka netranya. Entah apa yang terjadi membuat dirinya sampai tidak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya. Seolah bobot tubuhnya terasa berat.
Bersambung....
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA
__ADS_1