
Saat itu Olivia masih bertugas sebagai karyawan di perusahaan yang dipimpin oleh Daniel. Saat itu, Olivia sangat membenci sikap Daniel yang kerap sekali mempermainkan wanita. Bahkan menganggap wanita itu hanya mainan dan tidak penting baginya. Sering sekali Daniel dan Olivia berdebat akan pendapat mereka masing-masing.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam terlihat Daniel dan Olivia berpamitan kepada Pak Roberto dan ibu nurhaida agar mereka segera kembali ke rumah utama keluarga Gladuks. "ibu ayah sepertinya kami harus segera pulang Ini sudah malam takut baby aryafi itu masuk angin ucap Olivia kepada Pak Roberto dan ibu nur haida.
Kalau kalian takut baby arya Vito itu masuk angin ini, sudah malam ngapain harus kembali ke rumah utama. lebih baik kalian istirahat saja di sini. besok pulang." ujar ibu Nurhaida yang ingin menginginkan Putri dan cucunya menginap di rumah sederhana yang selama ini mereka tempati.
Daniel sejenak berpikir Ia pun meminta pendapat kepada istrinya. "Ya sudah kalau begitu kita menginap saja di sini malam ini. mas kebetulan kak Anisa juga tidak ada di rumah." ujar Olivia kepada suaminya dibalas anggukan dari suaminya dan dia tidak mempermasalahkan sesekali mereka menginap di rumah sederhana milik kedua mertuanya.
Ibu nurhaida tampak bahagia ketika Daniel dan Olivia bersedia menginap di sana, itu artinya dia masih memiliki waktu lebih lama bersama baby Arya Vito cucu yang sangat mereka sayangi. "Alhamdulillah Ibu jadi lebih lama lagi bersama baby Arya Vito." ucap Ibu Nurhaida sambil memberikan kecupan hangat di wajah tembem cucu mereka.
Sementara Daniel dan Olivia hanya mengembangkan senyumnya menatap ibu Nurhaida yang kegirangan karena Daniel dan Olivia bersedia menginap di sana membuat Olivia pun menggelengkan kepala.
Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah sakit di mana Arif dirawat. dengan telaten Anisa benar-benar merawat Arif, agar Arif cepat pulih kembali seperti semula dan dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari.
Anisa sangat mengetahui dengan tidak adanya Arif di kantor yang dipimpin oleh adik iparnya, adik iparnya Pasti akan sangat kewalahan apalagi saat ini Alex sedang melakukan perjalanan bulan madu. di negeri sakura negeri impian vika tempat dirinya berbulan madu dan itu saat ini sudah tercapai oleh Vika sementara Anisa masih di dalam mimpi.
"Sayang bagaimana kalau pernikahan kita akan dipercepat? tanya Arif kepada anisa Karena Arif menginginkan pernikahan mereka akan segera dilangsungkan.
"Mas sembuh dulu. tidak perlu berpikir yang aneh-aneh." ucap Anisa kepada Arif.
__ADS_1
Kok mas aneh-aneh sih? kan memang lebih baik pernikahan kita dipercepat. mas sudah tidak tahan lagi ingin segera bersanding dengan kamu sayang." ucap Arif sambil meraih tubuh Anisa kepelukannya.
"Mas kamu masih sakit. tidak perlu seperti ini. nanti bisa-bisa Adik kecil mas akan lancang depan mas tidak dapat menuntaskannya nanti. ucap Anisa berniat menjahili Arif.
Tidak apa-apa, kan ada kamu Yang dapat memuaskan mas." ucap Arif sambil mengedipkan matanya sebelah ke arah Anisa membuat Anisa membulatkan netranya. menatap Arif dengan tatapan tajam.
Arif mengangkat kedua jarinya ke atas udara "Pisss Maaf hanya bercanda. Dan Lagian jika kita menikah itu pasti sudah hak milik mas, iya bukan? ucap Arif sambil langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis Anisa.
Membuat Anisa tersentak mendapat kecupan mendadak dari Arif. Ia pun menjalankan kepalanya melihat Arif yang tak kunjung sabar ingin segera menahan Anisa saat itu juga.
Kini keduanya saling terbuka memberitahu isi hati mereka yang sebenarnya. Anisa benar-benar tidak menyangka kalau cinta harus begitu dalam terhadapnya. Ia mengira Arif hanya main-main saja dengan perkataannya dan ternyata apa yang terjadi kepada Arif menandakan kalau Arif sangat mencintai Anisa dengan tulus.
Hingga keduanya tidak menyadari. dokter Iskandar dan nyonya Anjani sudah masuk ke ruang rawat inap Arif. tampak Nyonya Anjani dan dokter Iskandar mengembangkan senyumnya menatap Anisa dan Arif yang sedang tertidur pulas saling berpelukan.
dokter Iskandar memilih meninggalkan ruang rawat inap putranya. Sayang lebih baik kamu tinggal di sini saja tunggu mereka sampai bangun sendiri jangan kamu bangunkan mungkin tadi malam mereka tidur terlalu larut. Mas akan kembali bertugas dulu sepertinya pasien membutuhkan Mas saat ini ini ucap dokter Iskandar karena ia mendapatkan kesan dari suster yang kebetulan bertugas di ruang UGD.
iya Mas biar Anjani duduk di sini saja dulu menunggu mereka terbangun sahut Nyonya Anjani dengan nada pelan berharap tidak mengganggu tidur Arif dan Anisa. dokter Iskandar berlalu meninggalkan ruang rawat inap yang ditempati oleh Arif. Membuka pintu dengan pelan agar tidur Putra dan calon menantunya tidak terganggu dengan suara pintu terbuka.
Nyonya Anjani memilih untuk memberikan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang rawat ini yang ditempati putranya. hingga Nyonya Anjani menurut jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 seorang suster masuk ke ruang rawat inap Arif membuat Arif terkejut Begitu juga dengan Anisa.
__ADS_1
Sayang ngapain kamu bangun suster hanya memeriksa kondisi mas ucap Arif yang melihat Anisa juga terbangun dari tidurnya.
"Jam berapa ini mas? Aris melirik jarum jam yang ada di layar ponselnya Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 itu artinya mereka dibangun terlalu kesiangan.
Mereka belum menyadari kehadiran ialah Anjani yang duduk di sofa.
cup.....
"Morning kiss sayang." ucap Arif ucap setelah memberikan kecupan hangat di bibir manis Anisa. Membuat Suster itu menggelengkan kepalanya melihat tingkah pasiennya yang menunjukkan keromantisan di hadapannya.
Nyonya Anjani akhirnya bangkit berdiri dari tempat duduknya. "Sebenarnya kalian tidur jam berapa sih sampai kalian tidak menyadari Mami berada di sini, semenjak pukul 07.00 tadi Tetapi kalian belum juga terbangun ucap nyonya aja di yang mampu membuat Anisa terhenyak.
jika Nyonya Anjani disana semenjak pukul 07.00 pagi, itu artinya Nyonya Anjani menyaksikan mereka tidur bersama di atas branker yang sama dan Arif mengecup bibir Anisa. wajah Anisa merah merona menanggung malu atas apa yang mereka melakukan pagi ini di hadapan Nyonya Anjani.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1