
Daniel mendekatkan dirinya. Tetapi Olivia seolah tidak ingin melihat sosok lelaki yang mendekati dirinya. Tangis Daniel kembali menggema ruang rawat inap Olivia. ia bersujud kepada Olivia agar Olivia mengampuni dirinya, dan bersedia untuk menikah dengan Daniel. Agar orang tua untuk Putra mereka lengkap.
"Bu....!" Berapa hari Olivia tertidur? dan sekarang ini di rumah ini dimana? Ibu Florida mengembangkan senyumnya menatap Olivia dengan Tatapan yang sulit diartikan. Ibu Florida dengan terpaksa harus memberitahu yang sebenarnya kepada Olivia.
Olivia hanya mengetahui kalau dirinya bersama ibu Florida menuju rumah sakit terdekat yang ada di Limbangan. Sampai Olivia di rumah sakit. Kemudian Olivia sudah tidak mengingat apa-apa lagi.
Ibu Florida menghela nafas. Kemudian Ia pun memberitahu kalau saat itu, kondisi Olivia semakin memburuk. Pasca dilakukannya proses operasi menyelamatkan bayi yang ada di dalam kandungan Olivia. Karena kondisi kesehatan Olivia pada saat itu sudah tidak memungkinkan lagi untuk menunda-nunda operasi. Karena itu dapat berakibat fatal untuk bayi dan juga Olivia.
Ibu Florida juga mengakui kalau dirinyalah yang menghubungi Daniel. Hingga Nyonya Eliana bersedia mendonorkan darahnya kepada Olivia saat itu. Olivia menatap Nyonya Eliana dengan tatapan seksama. Sejujurnya Dia sangat berterima kasih kepada Nyonya Eliana. Karena nyonya Eliana menjadi dewa penolongnya saat itu.
Terima kasih nyonya. Sudah mendonorkan darahnya kepada Olivia. Sungguh ini pertolongan yang sangat luar biasa. Saya terhutang nyawa kepada nyonya." ucap Olivia dengan tatapan sendu. Nyonya Eliana mendekati Olivia yang masih berbaring di atas branker.
"Kamu tidak perlu berterima kasih sayang, ini sudah kewajiban Mami untuk menyelamatkan putri mami. Nyonya Eliana mengelus wajah pucat Olivia dengan penuh kasih sayang. membuat hati Olivia semakin menghangat.
__ADS_1
Karena mendapatkan kasih sayang yang tulus dari Nyonya Eliana.
Padahal Olivia masih baru pertama sekali bertemu dengan Nyonya Eliana. "Ya Tuhan masih ada rupanya orang yang baik di dunia ini, yang tulus menyayangiku." gumam Olivia dalam hati sambil memperhatikan nyonya Eliana dengan seksama.
Sementara Daniel hanya terdiam Mendengar pembicaraan Nyonya Eliana dan juga Olivia. Tetapi di dalam hatinya, ingin sekali rasanya Daniel meraih tubuh Olivia kepelukannya wanita yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan darah daging Daniel.
Tetapi Daniel mengurungkan niatnya ketika melihat tatapan tajam dari Olivia. Seolah tak sudi melihat bahkan bersentuhan dengan pria yang ada di sampingnya. Entah apa yang ada di dalam pikiran Olivia sehingga Dirinya belum terima sosok Daniel di hidupnya.
"Sayang terima kasih sudah menghadirkan cucu yang tampan untuk mami. Kamu memang wanita yang sangat luar biasa." ucap nyonya Eliana kepada Olivia sambil mengembangkan senyumnya.
Sifat Nyonya Eliana berbanding terbalik dengan putranya Daniel. Nyonya Eliana begitu perhatian kepada setiap orang. Ia berbicara lemah lembut dan tidak pernah sombong akan apa yang sudah ia miliki.
Berbeda dengan Daniel, yang dibesarkan oleh ibu tiri bersama ayah yang selama ini mementingkan kepentingan pribadi masing-masing. Membuat Daniel tumbuh dengan keegoisannya yang hanya ingin mendapatkan apa yang ia inginkan.
__ADS_1
Ketika Daniel kecil, apapun yang menjadi permintaannya pasti akan dikabulkan oleh ayahnya sendiri Tuan Gladuks. Tetapi hal itu yang membuat Daniel tumbuh dengan tak karuan. Tidak ada aturan sama sekali membuat Daniel terbawa-bawa hingga saat ini.
Sungguh disayangkan perceraian antara Tuan gladuk dan nyonya Eliana membuat hidup Daniel menjadi orang yang terlihat Arogant dan sombong. Apalagi dengan apa yang ia miliki ia tidak ingin kalau dirinya merasa di kalah dari orang lain.
Termasuk dengan masalah dengan Wanita. Selama ini. Bergantian wanita masuk kedalam rumah kerjanya untuk tempat pelampiasan nafsunya. Dan itu di lihat oleh Olivia dengan mata kepalanya sendiri. Hingga suatu ketika dengan terpaksa, Olivia meminta bantuan kepada Daniel, agar bersedia meminjamkan Uang sebesar lima ratus juta kepada Olivia. Untuk biaya pengobatan Kakaknya Annisa.
Saat itulah kesempatan buat Daniel menekan Olivia, agar bersedia menjadi teman tidurnya selama dua Minggu. Karena kondisi kesehatan kakaknya Annisa semakin drop, dan harus segera mendapatkan donor ginjal, dengan terpaksa akhirnya Olivia menyetujui persyaratan gila Daniel. Apalagi Olivia sangat menyayangi kakaknya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya Trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏💓💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "JODOH DI USIA SENJA"