
Ada rasa bahagia di hati Daniel Setelah nyonya Eliana tinggal bersamanya. Ia ingin Olivia juga tinggal bersama mereka di Satu atap yang sama. "Mom.... ada sesuatu yang ingin Daniel bicarakan kepada mom." ucap Daniel berhati-hati kepada Nyonya Eliana.
"Ada apa Sayang cerita sama mami jangan di pendam sendiri." ucap Nyonya Eliana sambil menatap Daniel dengan tatapan penuh arti.
"Daniel sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Apa Daniel pantas dimaafkan oleh seorang wanita?
"Daniel sama bejatnya seperti Papi? Tetapi untuk saat ini, Daniel ingin benar-benar berubah dan bertanggung jawab akan perbuatan Daniel." ucapnya sambil tertunduk. Daniel tidak mampu menatap Nyonya Eliana. Karena Daniel sudah merasa bersalah telah menyakiti wanita. Sama seperti ibu kandungnya yang disakiti oleh Tuan Gladuks.
"Katakan sama Mami, kesalahan apa yang kamu lakukan jika dapat diperbaiki Mengapa tidak?" sahut Nyonya Eliana berharap Daniel jujur kepadanya.
Daniel pun akhirnya angkat bicara dan berbicara jujur kepada Nyonya Eliana mengenai hubungan rumitnya dengan Olivia.
Nyonya Eliana menghela nafas berat "Sekarang di mana wanita itu? tanya Nyonya Eliana berharap Daniel jujur memberitahu keberadaan wanita yang sudah iya sakiti Beberapa bulan yang lalu.
"Olivia saat ini berada di Limbangan dan tak sudi rasanya dia ikut denganku ke Jakarta. Aku sudah berusaha membujuknya tetapi Olivia tidak ingin hidup bersama Daniel. Padahal Daniel ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah Daniel dilakukan saat itu. ucap Daniel memohon kepada Nyonya Eliana agar membantu dirinya untuk membujuk Olivia bersedia menikah dengan Daniel.
Nyonya Eliana memeluk putranya. "Mami bangga sama kamu. Kamu berani mengakui kesalahan dan Mami akan berusaha untuk membawa Olivia ke rumah ini. Kamu tenang saja cepat atau lambat menantuku akan bersedia tinggal di sini." ucap Nyonya Eliana sambil mengelus pundak putranya.
Daniel bersyukur Nyonya Eliana begitu perhatian terhadapnya. Ia benar-benar beruntung memiliki anak buah seperti Arif dan asisten seperti Alex. Karena mereka dengan gercip mencari tahu keberadaan Nyonya Eliana.
Ia beruntung dapat mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Walaupun menurutnya sudah terlambat. Tetapi tidak ada kata terlambat baginya, jika ingin memperbaiki diri.
***
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian, usia kandungan Olivia sudah menginjak 9 bulan. Itu artinya masa persalinan Olivia saat ini sudah tinggal menghitung hari. Olivia selalu mengerjakan apa yang dapat ia kerjakan selagi itu dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Olivia tidak pernah mengeluh walaupun perut Olivia sudah membesar.
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Membuat tidur wanita hamil itu menjadi terganggu. Ketika sinar mentari masuk melalui celah-celah gorden kamarnya hingga sinar mentari menyinari wajahnya.
Olivia terbangun. Ia Melihat jarum jam yang ada di atas nakas. Hari ini Olivia sengaja tidak menjual sarapan pagi. Rasa lelah di tubuhnya terasa amat. Sehingga ia memilih untuk istirahat hari ini. "Aduh tubuh Aku terasa remuk. Kenapa ya? gumam Olivia dalam hati sembari berusaha bangkit dari pembaringannya.
Olivia berjalan masuk ke kamar mandi. Berniat untuk membersihkan diri. Tetapi ketika Olivia berada di kamar mandi alangkah terkejutnya dirinya Darah segar keluar dari bagian kewanitaannya. Membuat Olivia merasa kalau saat ini Olivia akan segera melakukan proses persalinan.
Ia berteriak memanggil Ibu Florida. Karena rasa sakit di perutnya sudah semakin tidak dapat ditahan oleh Olivia lagi. "Ibu......" teriak Olivia membuat Ibu Florida terhenyak dan langsung berlari menghampiri Olivia.
Ibu Florida melihat tubuh Olivia sudah terlihat lemas menahan rasa sakit yang ia rasakan. "Sepertinya kamu sudah ingin melahirkan. lebih baik kita langsung ke rumah sakit." ujar Ibu Florida kepada Olivia.
Ibu Florida pun memanggil salah satu tetangga yang memiliki mobil untuk dapat membawa Olivia kerumah sakit yang jaraknya lumayan jauh dari desa tempat mereka tinggal saat ini.
"Ibu....!"
"Sakit Bu ..! keluh Olivia manahan rasa sakit yang ia rasakan sambil terus memegangi tangan Ibu Florida ketika mereka melakukan perjalanan ke rumah sakit. "Sabar ya nak sebentar lagi kita akan sampai. Kamu tahannya dan berdoa agar Tuhan. Agar proses persalinan Kamu berjalan dengan lancar." ucap Ibu Florida sambil mengelus perut oli Olivia yang membuncit.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 30 menit kemudian, ibu Florida dan Olivia tiba di rumah sakit. Ibu Florida langsung keluar dari mobil dan menjerit minta tolong kepada dokter dan suster yang bertugas di sana. Dokter.....
Dokter.... tolong anak saya." ibu Florida berlari menghampiri dokter dan suster di sana.
Dokter dan suster itu pun keluar dengan membawa Branker agar tubuh Olivia dapat dibaringkan di sana. Dokter memeriksa kondisi Olivia saat ini. Yang ternyata Olivia saat itu juga harus melakukan persalinan.
__ADS_1
Tetapi ketika memeriksa kondisi Olivia dokter menyarankan agar Olivia melahirkan secara sesar. Karena tubuh Olivia tidak dapat dipaksakan untuk melahirkan secara normal. Kondisi Olivia saat ini lemah kami anjurkan agar proses persalinannya segera di lakukan." ujar Dokter yang bertugas menangani Olivia.
Entah Karena rasa sakit yang dirasakan Olivia sehingga Olivia pun jatuh pingsan. Membuat Ibu Florida semakin panik dan memohon kepada dokter untuk menyelamatkan Olivia dan anak yang ada di dalam kandungannya.
"Ya ampun Tuhan selamatkanlah Olivia dan anaknya. Apa yang akan aku katakan nanti kepada Tuan Daniel jika mereka kenapa-kenapa Ya Tuhan." doa ibu Florida dalam hati sembari mondar-mandir di depan pintu ruang operasi.
Karena saat itu juga Olivia harus mendapatkan tindakan operasi setelah kondisi Olivia yang semakin lemah. Dokter tidak ingin mengambil resiko jika mereka menunda-nunda proses persalinan Olivia dengan secara sesar.
"Dok!" Kondisi semakin melemah." ucap Suster yang membantu dokter yang menangani Olivia. Dokter menggelengkan kepalanya. " persiapan dia harus segera mendapatkan transfusi darah." ucap Dokter kepada suster.
"Suster itu berlari keluar berniat untuk mencari golongan darah yang sama seperti Olivia. Tetapi ketika Suster itu mencari golongan darah untuk Olivia, tidak ada persediaan darah yang sama seperti golongan darah Olivia. Membuat Suster itu sedikit panik dan menghampiri Ibu Florida.
"Bagaimana kondisi putri saya suster?
"Maaf Bu Ibu Olivia mengalami pendarahan yang cukup hebat sehingga sekarang juga kita harus mendapatkan golongan darah yang sama seperti golongan darah Olivia agar transfusi darahnya dapat dilakukan untuk membantu Olivia dapat bertahan.
Bagaimana dengan kondisi bayinya suster? bayi berhasil kan selamatkan. Sekarang bayinya berada di ruang bayi. Tetapi golongan darah yang sama dengan golongan darah Olivia, kebetulan habis di rumah sakit ini. Kami lagi menghubungi pihak PMI agar Olivia segera mendapatkan donor. Berdoa saja agar segera mendapatkan donor darah untuk Olivia." ucap Suster itu kepada Ibu Florida membuat Ibu Florida semakin panik.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1