PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB.77 OLIVIA MERASA BERSALAH


__ADS_3

Kalau masalah itu, Daniel sudah mengantisipasi sebelumnya. Karena dari awal Daniel sudah mengetahui rencana busuk Amara yang ingin sekali menikah dengan Daniel. Papi tenang saja, tidak ada terbesit di hatiku untuk menikahi wanita jadi-jadian itu. Sudah ada Olivia dan Arya Vito masa depan Daniel. ucap Daniel meyakinkan Tuan Gladuks, kalau dirinya tidak akan tergoda oleh Amara.


Papi tahu itu, tetapi kita tidak mengetahui bagaimana caranya Amara merebut kamu dari Olivia. Untuk itu, papi mengingatkan kamu untuk lebih hati-hati kepada Amara. Karena dia pasti tidak akan tinggal diam dan melakukan apapun untuk mencapai impiannya. Sekalipun itu harus menyakiti orang lain." ucap Tuan Gladuks sambil menepuk pundak putranya.


lalu Tuan Gladuks berniat untuk mencari Nyonya Eliana. Ia tidak ingin Nyonya Eliana berlarut-larut dalam kesedihannya, mengingat masa lalu yang dijalani Nyonya Eliana begitu pahit akibat perlakuan tuan Gladuks di masa lalu.


Tuan Gladuks berniat menghampiri Nyonya Eliana di kamar yang selama ini Menemani tidur Nyonya Eliana.


Tok....


Tok....


Tok..... suara pintu diketuk terdengar jelas oleh Nyonya Eliana. Ia mendongakkan kepalanya sembari menghapus air matanya yang sudah sedari tadi bercucuran mengingat apa yang terjadi di kehidupannya selama ini.


Sejujurnya Nyonya Eliana enggan untuk membuka pintu. Tetapi ketukan itu, tetap terdengar jelas di telinganya. Sehingga mau tidak mau, Nyonya Eliana pun akhirnya bangkit berdiri membuka pintu itu. Ketika Nyonya Eliana sudah membuka pintu, ia terhenyak melihat kehadiran Tuan Gladuks di sana.


"Ngapain lagi kamu ke sini?suara lantang Nyonya Eliana terdengar jelas di telinga Tuan Gladuks. Tetapi Tuan Gladuks seolah tidak peduli . Justru langsung masuk ke kamar yang ditempati oleh Nyonya Eliana.


"lancang sekali kau masuk ke kamarku ini!" kamu tidak ada hak masuk ke sini." teriak Nyonya Eliana meminta kepada Tuan Gladuks agar segera meninggalkan kamar pribadinya. Tuan Gladuks hanya menatap Nyonya Eliana dengan tatapan penuh cinta.


Entahlah, rasa cinta Tuan Gladuks kembali tumbuh, melihat sosok Nyonya Eliana yang sangat ia rindukan. Ia yakin Nyonya Eliana masih sangat mencintainya. Sehingga Nyonya Eliana tidak menikah. Sekalipun perceraian Tuan Gladuks dan nyonya Eliana sudah berjalan puluhan tahun.


" Eliana come on, kamu jujur saja kamu pasti masih mencintaiku kan? kalau kamu memang masih mencintaiku, Mengapa kamu tidak jujur saja? ayolah kita mulai lagi dari awal lagi." ujar Tuan Gladuks berharap Nyonya Eliana bersedia kembali menjalin hubungan rumah tangga dengan Nyonya Eliana.


"Rasa cintaku terhadapmu sudah lenyap ditelan Bumi. Itu karena perbuatan mu yang selalu mengkhianati Ku. Jangan terlalu percaya diri. Aku tidak menikah bukan karena aku mencintaimu. Tetapi karena aku sudah tidak percaya yang namanya laki-laki. Bagiku laki-laki buset. Hanya mampu menyakiti hati wanita. Sama halnya yang kamu lakukan kepadaku.


Berulang kali aku memaafkanmu. Tapi berulang kali juga kamu menyakiti hati Ku. Hentikan omong kosong mu ini. Aku tidak akan percaya lagi kepadamu. Cukup kebodohan ku di masa lalu. Aku tidak akan mengulangi kesalahan lagi seperti aku dibutakan karena cinta. Sehingga Aku bertahan hidup bersamamu selama 2 tahun.


Pernikahan kita masih tergolong masih baru,dan Seharusnya masih hangatnya. Tetapi kamu sudah beberapa kali menghianati cintaku." ucap Nyonya Eliana kepada Tuan Gladuks.


"Itu sudah masa lalu. Jangan diingat-ingat lagi. Kita tata kehidupan kita kedepannya dan cobalah berdamai dengan keadaan saat ini." ujar Tuan Gladuks kepada Nyonya Eliana.

__ADS_1


Nyonya Eliana tertawa sinis."Enteng sekali kamu mengatakan saya melupakan segala penghianatan yang kamu lakukan. Coba jika kamu di posisiku,apa yang akan kamu lakukan Gladuks? tidak perlu menggurui Ku aku tahu apa yang harus aku lakukan. lebih baik kamu keluar dari kamar ini." ucap Nyonya Eliana setengah berteriak. Tetapi Tuan Gladuks seolah tuli. Ia tidak peduli akan ocehan mantan istrinya itu. Yang ia harapkan Nyonya Eliana bersedia kembali kepadanya.


Di tempat lain, Ibu Nurhaida sangat merindukan Olivia. Ia pun berniat menghubungi nomor ponsel Olivia.


"Anisa Tolong hubungi Adik kamu. Ibu sangat merindukannya. Siapa tau bisa dihubungi." ujar Ibu Nurhaida kepada Annisa Putri sulungnya.


Anisa meraih ponselnya yang ada di atas meja kasir, warung yang selama ini mereka kelola setelah mendapat modal usaha dari Daniel.


Kring....


Kring.....


Kring....


Suara deringan ponsel milik Olivia, terdengar jelas di telinga Daniel. sementara Olivia masih sibuk memandikan baby Arya Vito dibantu oleh baby sitter. Daniel melirik ponsel milik Olivia. Daniel sedikit kepo Siapa yang menghubungi nomor ponsel i calon istrinya.


Ia khawatir Olivia memiliki hubungan dengan lelaki lain. Daniel meraih nomor ponsel itu. lalu melihat nomor ponsel Anisa yang menghubunginya.


"Sayang Ada telepon dari kak Anisa.


"Apa Mas?


"Kak Anisa menghubungiku?


"Ada apa ya?


"Apa Ibu baik-baik saja? Bagaimana ini mas Olivia khawatir jika Olivia mengangkat telepon seluler mereka takutnya mereka curiga kepada Olivia. ucap Olivia merasa khawatir Ibu Nurhaida dan Anisa mendengar suara bayi.


"Tidak apa-apa sayang, kamu angkat saja. Nanti mereka semakin khawatir. Dan katakan kepada mereka, kalau kamu ingin pulang besok. Dan itu bersama Mas. Di sana kita langsung memberitahu segalanya. Mas yakin mereka akan memahaminya." ujar Daniel kepada Olivia berharap Olivia dapat berterus terang kepada ibu Nurhaida dan Anisa.


Karena hanya ibu Nurhaida dan Annisa lah keluarga dekat Olivia. Sementara Pak Roberto masih mendekam di penjara Akibat apa yang ia lakukan selama ini. Selain berjudi, ia kerap sekali main perempuan. Tidak cukup hanya itu saja, Ia juga mencabuli anak di bawah umur." sehingga Pak Roberto diboyong ke kantor polisi oleh masyarakat yang mengetahui kejadian itu.

__ADS_1


Olivia menghela nafas berat. Ia pun memberanikan diri mengangkat sambungan telepon seluler dari ibu Nurhaida.


"Hallo Bu sapa Olivia dalam sambungan telepon selulernya.


"Hallo Olivia, ini kakak. Kok kamu jarang sekali dapat dihubungi? Ibu sangat mengkhawatirkanmu. Ia juga merindukanmu." ucap Anisa kepada Olivia. "Kakak Tenang saja, Olivia baik-baik saja di sini. Mungkin besok Olivia akan pulang." ucap Olivia berusaha menjawab dengan tenang.


"Kamu serius? kamu akan pulang besok? tanya Anisa yang tak percaya begitu saja apa yang dikatakan Olivia.


"Iya Kak. Olivia akan pulang, Olivia juga sangat merindukan ibu dan kak Anisa. Tetapi karena keadaan yang membuat kita, harus berpisah." ucap Olivia kepada Anisa.


Ibu Nurhaida mendengar kalau sambungan telepon saluran Anisa tersambung kepada Olivia pun, langsung meraih ponsel yang di tangan Anisa. Karena ingin sekali berbicara dengan Olivia, Putri yang sangat ia rindukan selama ini. Sudah 10 bulan lamanya, Olivia tidak pernah pulang menemui Ibu Nurhaida dan juga Anisa.Membuat rasa rindu dan khawatir Ibu Nurhaida begitu dalam.


"Hallo Olivia, di mana kamu sayang? Ibu sangat merindukanmu." ucap ibu Nurhaida kepada Olivia.


"Olivia baik-baik saja Bu, Olivia juga berharap kalau kondisi kesehatan ibu dan ka Anisa baik-baik saja." ucap Olivia di dalam sambungan telepon selulernya kepada Ibu Nurhaida.


"Oh iya Sebenarnya kamu tinggal di mana nak? Siapa tahu ibu dan Anisa dapat menemui Mun di sana. Soalnya Ibu sangat merindukanmu." ucap Ibu Nurhaida. Berharap Olivia memberitahu tempat tinggalnya saat ini.


"Tidak perlu Bu, besok Olivia akan pulang. karena Olivia juga sangat merindukan ibu." ucapnya membuat Ibu Nurhaida merasa bahagia dan tidak sabar ingin langsung bertemu dengan putrinya, yang selama ini ia tunggu-tunggu kabar beritanya.


Setelah selesai berbicara dengan ibu Nurhaida, Olivia memutuskan sambungan telepon selulernya. lalu kembali menghampiri Daniel


"Mas bagaimana ini? Mas tadi mengatakan kalau Olivia memberitahu kepada ibu, dan kak Anisa kalau Olivia akan pulang. Olivia masih bingung menjelaskan segalanya Mas.


Olivia benar-benar khawatir kalau ibu Nurhaida tidak akan terima akan kesalahan yang dilakukan Olivia dan Daniel.


Berdoa saja sayang, mudah-mudahan ibu dan kak Anisa memahami situasi kita. Yang pasti bagaimanapun caranya, Mas harus tetap segera melamar kamu. Dan kita akan langsungkan pernikahan secara resmi." ucap Daniel sambil meraih tubuh Olivia kepelukannya berharap Olivia dapat Lebih tenang.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓

__ADS_1


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏


__ADS_2