
Sementara di tempat lain, tampak Nyonya Eliana sangat gelisah karena belum mendapatkan kabar tentang menantu dan putranya saat ini." Ya Allah cobaan apa yang kamu berikan kepada keluargaku? baru saja Kami merasa bahagia, engkau sudah memberikan cobaan yang begitu berat kepada kami ya Allah." Nyonya Eliana meratap seolah berbicara kepada Alloh, yang dapat didengar oleh Tuan Gladuks.
Apalagi Daniel sama sekali tidak kepikiran untuk memberitahu kepada Nyonya Eliana dan Tuan Gladuks mengenai kejadian yang menimpa Olivia saat ini. Yang ia pikirkan sekarang bagaimana agar Olivia dapat bertahan dan selamat.
Pikiran Daniel gundah gulana, melihat kondisi istrinya sangat mengenaskan. Apalagi ketika dokter mengatakan Olivia harus menjalani operasi karena terdapat gumpalan darah di kepala Olivia. Hal itu membuat Daniel semakin mengkhawatirkan kondisi Olivia.
Ketika Olivia menjalani operasi tampak Daniel gelisah di depan ruang operasi. Sembari mondar-mandir memanjatkan doa meminta keselamatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Daniel benar-benar takut kehilangan Olivia. Tiba-tiba salah satu suster yang bertugas membantu dokter untuk menangani Olivia, keluar dengan tergesa-gesa membuat Daniel semakin khawatir.
"Apa yang terjadi kepada istri saya suster? tanya Daniel mengkhawatirkan istrinya. Istri anda mengalami pendarahan yang cukup hebat ketika proses operasi dilakukan. Untuk itu kami harus segera melakukan donor darah kepada nyonya Olivia." ucap Suster itu sambil berlari untuk melihat persediaan darah yang sesuai dengan golongan darah Olivia di rumah sakit itu.
Mendengar itu, Daniel menangis histeris. "Ya Allah cobaan apa yang engkau berikan kepada hamba? baru saja hamba merasakan bahagia dengan istri dan anak hamba, Engkau telah memberikan cobaan yang begitu berat kepada hamba." doa Daniel dalam hati.
Daniel tidak dapat membayangkan bagaimana kehidupannya jika Olivia tidak bersamanya lagi. Apalagi saat baby Arya Vito masih sangat membutuhkan Olivia memberikan kasih sayang yang tulus dari ibu kandungnya sendiri. Daniel tidak ingin kejadian yang menimpanya selama ini semenjak kecil kekurangan kasih sayang dari ibu kandungnya, dialami oleh putranya sendiri.
"Apa yang harus kulakukan saat ini?" gumamnya dalam hati. Ia Pun menghubungi nomor ponsel Alex dan meminta Alex untuk mempersiapkan donor darah untuk Olivia. Dan perintah itu langsung dilaksanakan Alex. Bukan Alex namanya kalau segala persoalan yang dihadapi oleh Daniel tidak bisa terselesaikan. Alex, asisten yang cukup dapat diandalkan oleh Daniel selama ini. Karena ia mampu melakukan hal-hal yang di luar dugaan Daniel dan dia sangat pintar dan bijak dalam menghadapi persoalan-persoalan.
Kira-kira lima menit kemudian, suster yang memberitahu kondisi Olivia sebelumnya kembali masuk ke ruang operasi. Dengan membawakan Sekantong darah. Tetapi sebelum suster itu masuk ke dalam ruang operasi, Suster itu meminta kepada Daniel untuk mempersiapkan donor darah kepada Olivia.
Dokter yang menangani operasi Olivia saat itu bernapas lega, karena setidaknya persediaan di rumah sakit untuk membantu proses operasi dilakukan masih dapat terbantu dengan bantuan donor darah yang ada di rumah sakit.
__ADS_1
30 menit kemudian Alex sudah tiba di rumah sakit, dengan membawakan beberapa kantong darah untuk didonorkan kepada Olivia. Terlihat suster yang membantu dokter menangani Olivia pun, Kembali keluar Untuk menginformasikan kalau mereka masih membutuhkan beberapa kantong darah lagi. Tetapi Suster itu bernafas lega ketika Alex memberitahu kalau dirinya sudah menemukan donor darah untuk Olivia.
"Syukurlah anda dapat mencari donor darah secepat ini untuk Nyonya Olivia. Dengan ini kita berharap Nyonya Olivia dapat bertahan." ucap Suster itu sambil berlalu meninggalkan Daniel dan Alex di sana. Tampak proses operasi masih berjalan. Terlihat ada kekhawatiran di wajah dokter yang menangani operasi Olivia.
Tetapi dengan keahlian yang ia miliki, Dan juga keyakinan kalau dirinya mampu menyelamatkan Olivia, kini dokter itu kembali percaya diri. Kalau dirinya pasti berhasil menyelamatkan nyawa Olivia.
Tiga jam melakukan tindakan operasi terhadap Olivia, dokter yang menangani operasi Olivia akhirnya bernapas lega karena tindakan operasi yang mereka lakukan berhasil. Setelah membereskan segalanya dokter itu keluar dari ruang operasi. Daniel langsung berlari menghampiri sang dokter untuk menanyakan kondisi Olivia saat ini.
"Bagaimana kondisi istri saya dokter? tanya Bisma khawatir. "Operasinya berhasil walaupun Awalnya kami mengalami kendala. karena nyonya Olivia sempat mengalami pendarahan. Tetapi dengan bantuan donor darah yang anda dapatkan semuanya dapat teratasi." sahut dokter sambil mengembangkan senyum kepada Bisma.
Bisma bernafas sedikit lega. Setidaknya tindakan operasi yang dilakukan dokter berhasil dilakukan. Tetapi Daniel masih tetap mengkhawatirkan Olivia. Apalagi saat ini Olivia belum sadarkan diri. Terlihat tim medis yang bertugas di rumah sakit itu, ingin memindahkan Olivia ke ruang ICU, karena kondisi Olivia belum stabil.
"Maaf Tuan, Nyonya Olivia belum sadarkan diri. Jadi lebih baik Tuan tunggu saja di sini karena nyonya Olivia akan kamu bawa masuk ke ruang ICU. Kondisi Nyonya Olivia saat ini belum stabil, sehingga Kami perlu memantaunya secara intensif di ruang ICU." ucap suster yang membantu doktor menangani Olivia.
Daniel tidak bisa memaksakan kehendaknya. diperbolehkan masuk ke ruang ICU itu. Karena ruang ICU merupakan ruang yang paling steril di rumah sakit. Tiba-tiba suara deringan ponsel Daniel terdengar jelas di telinganya. ia meraih ponsel yang ada di saku celananya. Terlihat di layar ponsel yang menghubungi dirinya tuan Gladuks.
Membuat Daniel merasa khawatir dan bingung bagaimana caranya memberitahu kepada tuan Gladuks dan nyonya Eliana. Ia pun akhirnya meminta bantuan kepada Alex, untuk mengangkat sambungan telepon seluler kepada tuan Gladuks.
Agar Alex yang memberitahu hal yang sebenarnya kepada Tuan Gladuks Memberitahu apa yang terjadi kepada Olivia sehingga mereka tak kunjung pulang rumah utama keluarga Gladuks.
__ADS_1
Alex menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel Daniel.
" Hallo Assalamualaikum Om, sapa Alex dalam sambungan telepon seluler.
" loh ponsel Daniel Mengapa ada di kamu? tanya Gladuks. Sejujurnya Alex juga tidak tega memberitahu kepada Tuan Gladuks dan nyonya Eliana mengenai apa yang terjadi kepada Olivia saat ini. Karena sudah pasti mereka akan terpukul mendengar kabar kalau kondisi Olivia saat ini masih kritis.
Daniel juga belum memberitahu kepada Nurhaida dan juga Anisa mengenai kondisi Olivia saat ini. Dan Daniel juga meminta kepada Arif untuk tidak memberitahu kondisi Olivia kepada Anisa sebelum kondisi Olivia semakin membaik.
Daniel tidak ingin membuat ibu Nurhaida dan Anisa terlalu mengkhawatirkan kondisi Olivia. Apalagi ia tahu kalau ibu Nuraida dan Anisa sangat menyayangi Olivia. Sedangkan Vika yang mendengar kabar tentang Olivia dari Alex, Vika terhenyak dan mengutuk Siapa saja yang melakukan kejahatan itu terhadap Olivia.
"Jika aku bertemu dengan pelakunya, aku akan menghajarnya habis-habisan." ucap Vika kepada Alex ketika Alex memberitahu kepada Vika apa yang terjadi kepada sahabatnya. Tetapi sebelumnya Alex meminta dan memohon kepada Vika untuk tidak memberitahu kepada ibu Nurhaida dan juga Anisa tentang kondisi Olivia sebelum kondisi Olivia semakin membaik. Dan itu pun dilakukan oleh Vika
BERSAMBUNG......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
__ADS_1