PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 117. PERJODOHAN


__ADS_3

"Bagaimana Vika apa kamu menyetujui saya menjodohkan mu dengan Putra angkat saya? tanya Nyonya Eliana penuh selidik.


" Maaf nyonya, tetapi bagi Vika pernikahan itu sangat sakral dan tidak untuk main-main. Vika hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Bagaimana mungkin Vika menikah dengan Tuan Alex, sementara Tuan Alex sama sekali tidak mencintai Vika. ucap Vika berterus terang kepada Nyonya Eliana.


"Bagaimana dengan perasaan kamu Apa kamu mencintai Putra angkat saya? tanya Nyonya Eliana kembali kepada Vika membuat Vika langsung terdiam.


"Kenapa kamu diam Vika? apa kamu sama sekali tidak memiliki rasa cinta terhadap Putraku?


"Bukan begitu!"


"Jadi kenapa kamu?


Tiba-tiba Alex datang menghampiri Nyonya Eliana yang ada di gajebo belakang bersama Vika.


"Mom apa Mami memanggilku? tanya Alex kepada Nyonya Eliana membuat Vika terhenyak mendengar Alex memanggil Nyonya Eliana dengan panggilan Mami. itu artinya apa yang dikatakan Nyonya Eliana tentang Alex, kalau Alex merupakan Putra angkatnya benar adanya.


"Iya, mami ingin berbicara sama kamu. duduk! Ada yang ingin Mami bicarakan dengan kamu dan juga Vika. ucap Nyonya Eliana yang mampu membuat Alex terhenyak. Ternyata bukan hanya Vika yang terhenyak mendengar rencana Nyonya Eliana.


"Sayang apa kamu mencintai Vika? pertanyaan itu yang langsung dilontarkan Nyonya Eliana kepada Alex. Membuat Alex menata Vika dengan intens. Alex tidak langsung menjawab pertanyaan Nyonya Eliana dan memilih untuk menatap Vika dengan Tatapan yang sulit diartikan.


"Kenapa kamu diam nak? bukankah kamu sudah pernah mengatakan kepada Mami kalau kamu mencintai Vika?" pernyataan itu yang diucapkan oleh Nyonya Eliana membuat Vika terhenyak Kalau Alex pernah mengatakan kepada Nyonya Eliana kalau Alex mencintai dirinya.


" Kalau boleh jujur Vika saat ini sangat bahagia karena mendengar apa yang diucapkan oleh Nyonya Eliana, ternyata Alex benar-benar mencintai Vika.


"Iya mom, Alex sangat sayang dan cinta kepada Vika. Tetapi Alex tidak yakin kalau Vika mencintai Alex." sahutnya dengan santai membuat Vika menatap Alex dengan tatapan intens. Vika langsung menarik tangan Alex menjauh dari Nyonya Eliana.

__ADS_1


"Apa-apaan ini Tuan Alex yang terhormat? kamu jangan membuatku besar kepala di sini. Jangan membohongi dirimu sendiri jika kamu tidak mencintaiku. Tidak perlu memaksakan mengiyakannya di hadapan Nyonya Eliana." ujar Vika kepada Alex.


"Memangnya siapa yang memaksakan diri untuk mengungkapkan rasa cinta kepadamu Nona Olivia? Saya memang benar-benar cinta kepada Nona Olivia dan itu sama sekali tidak ada unsur paksaan. Jadi berhenti menuduhku mengatakan itu karena unsur paksaan." ucap Alex menekankan kepada Vika kalau apa yang diucapkannya memang benar adanya.


Vika langsung terdiam. "Ya sudah jangan membiarkan Mami menunggu kita di sini." ujar Alex sambil menarik tangan Vika kembali menghampiri Nyonya Eliana di gajebo.


"Mom, Maaf sudah membuat Mami menunggu." Alex meminta maaf kepada Nyonya Eliana.


"Tidak apa-apa sayang, mami paham kok Mami juga pernah muda seperti kalian. Jadi tidak perlu khawatir." sahut Nyonya Eliana sambil mengembangkan senyumnya menatap kedua sijoli yang ada di hadapannya.


"Ya sudah kalian bicarakan saja dulu, Mami ingin melihat cucu mami." sahut Nyonya Eliana sambil bangkit dari tempat duduknya berniat untuk menghampiri Olivia dan baby Arya Vito yang ada di kamar.


"Kamu serius apa yang kamu ucapkan tadi?


"Memangnya siapa yang main-main Nona Vika yang terhormat?


"Kan kamu sendiri yang mengatakan Kamu itu wanita urakan bukan saya."sahut Alex dengan nada coolnya.


"Ah sudahlah, berbicara dengan Tuan Alex tidak pernah serius. lebih baik Vika melihat Olivia saja daripada di sini berbicara dengan lelaki yang sama sekali tidak peka terhadap wanita." sahut Vika sambil langsung bangkit dari tempat duduknya.


Sebelum Vika beranjak dari sana, Alex langsung meraih tubuh Vika hingga Vika terjatuh ke tubuh Alex. Bibir Vika menyentuh bibir Alex membuat keduanya larut dalam suasana. Alex langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis Vika. Perlahan kecupan itu semakin mendalam hingga keduanya merasakan getaran yang sangat hebat di tubuh masing-masingm


Keduanya menginginkan yang lebih dan lebih lagi. Alex tidak membiarkan Vika bangkit Dari sana. ia memilih terus Memberikan kecupan di bibir manis Vika. Perlahan kecupan itu semakin mendalam, hingga Vika pun membuka rongga mulutnya agar Alex dapat leluasa memainkan lidahnya di sana. Hingga lidah kedua insan itu saling bertautan.


Tiba-tiba Vika menyadari dirinya yang sama sekali belum memiliki hubungan apa-apa dengan Alex langsung mendorong tubuh Alex. Dan bangkit berdiri. "Maaf !" hanya itu yang diucapkan Alex kepada Vika.

__ADS_1


"Sudah lupakan saja, anggap saja itu tidak pernah terjadi." lalu Vika pergi meninggalkan Alex begitu saja. Alex mengejar langkah Vika. "Bagaimana mungkin aku dapat melupakannya begitu saja. Aku mencintaimu Vika." Alex kembali mengungkapkan isi hatinya kepada Vita.


Vika hanya menggelengkan kepalanya lalu berjalan masuk ke rumah menghampiri Ibu Florida.


"Bu....., hari ini juga Vika akan kembali ke Limbangan. Ada tugas penting di sana ucap Vika kepada Ibu Florida.


"loh kok kamu tiba-tiba ingin kembali ke Limbangan? bukankah Tuan Daniel sudah kembali menugaskan Mu di sini? tanya ibu Florida kepada Vika.


" Vika hanya ingin nyekar ke makam Ayah. Entah mengapa Vika tiba-tiba merindukan Ayah."sahut Vika sambil langsung memeluk Ibu Florida. "Ya sudah tidak apa-apa, jika kamu ingin nyekar ke makam Ayah kamu. Ibu senang mendengarnya. Itu berarti kamu sangat sayang kepada almarhumah Ayah kamu." berhati-hatilah di jalan dan segeralah kembali." ujar Ibu Florida sambil mengelus pundak putrinya.


Vika berpamitan kepada Ibu Florida kalau siang itu juga dirinya akan pergi berangkat ke Limbangan. "loh Vika kamu mau ke mana? tanya Tuan Gladuks melihat Vika baru keluar dari kamar Ibu Florida.


Vika hanya ingin ke Limbangan Tuan!" sahut Vika sambil berusaha mengembangkan senyumnya. "Oh kalau begitu biarkan Alex menemanimu ke sana." ujar tuan Gladuks meminta agar Alex menemani Vika pergi ke Limbangan.


"Tidak perlu Tuan, Vika bisa sendiri. Nanti merepotkan Tuan Alex." sahutnya singkat.


"Tidak.... tidak.... tidak, saya tidak mengizinkan kamu pergi sendiri ke Limbangan sekarang. lebih baik kamu diantarkan Alex." ucap Tuan Gladuks. Sambil memanggil Alex agar segera menghantarkan Vika ke limbangan Hari itu juga.


"Alex! Tolong antarkan Olivia ke Limbangan. dan kamu bisa menginap di Villa kita yang ada di sana." ujar Tuan Gladuks meminta Alex segera menghantarkan Vika ke Limbangan. Alex menganggukkan kepalanya, lalu meminta persetujuan dari Nyonya Eliana.


Nyonya Eliana menganggukkan kepalanya pertanda Ia setuju dengan usulan Tuan Gladuks, jika Vika dan Alex sering bersama maka cinta diantara mereka akan semakin tumbuh. Itulah yang diinginkan oleh Nyonya Eliana sehingga Nyonya Eliana meminta Alex menghantarkan Vika langsung ke Limbangan.


Tuan Gladuks memberikan kunci Villa milik keluarga Gladuks yang ada di Limbangan. Ini kunci Villa kita yang ada di sana, mungkin kamu membutuhkannya." ucap Tuan Gladuks sambil memberikan kunci Villa milik Tuan Gladuks yang ada di sana.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏...


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓🙏


__ADS_2