
Daniel terus mengguncang tubuh Olivia berharap Olivia bangun kembali. Ia memeluk Olivia dan terus memberikan kecupan hangat di wajah dan kening Olivia. "Bangun sayang, Aku tidak akan mampu memaafkan diriku sendiri kalau kamu benar-benar pergi dariku." tangis Daniel air matanya mengalir begitu deras jatuh ke pelupuk mata Olivia.
Ketika Daniel memberikan kecupan hangat di kening Olivia. Tiba-tiba denyut jantung Olivia kembali berdetak. Itu terlihat jelas monitor yang tersambung ke denyut nadi Olivia menandakan kalau Olivia saat ini masih hidup.
Daniel langsung menjerit minta tolong kepada dokter yang bertugas di sana. Ia pun memohon kepada dokter agar segera memeriksa kondisi Olivia saat ini. Dokter pun langsung berlari menghampiri ruang rawat inap oleh Olivia yang awalnya dokter mengatakan kalau Olivia sudah tidak ada lagi.
Ketika dokter memeriksa kondisi Olivia, dokter itu terkejut melihat Olivia kembali dan denyut jantungnya kembali berdetak normal membuat dokter itu pun merasa lega. Ini suatu keajaiban Yanga sangat luar biasa. kita hanya bisa berusaha tetapi kehendaknya Tuhanlah yang jadi.
Kekuatan cinta Tuan membuat Nona Olivia dapat bertahan hingga sekarang." ucap dokter itu memastikan kalau Olivia masih hidup. Tiba-tiba gerakan jemari tangan Olivia terlihat jelas di mata Nyonya Eliana. Membuat Nyonya Eliana langsung menghampiri Olivia.
"Sayang menantu Mami, bangunlah ini mom sayang!" sapa Nyonya Eliana sambil mengelus rambut Olivia yang tergerai begitu saja. Olivia berusaha membuka matanya perlahan Olivia membuka matanya.
__ADS_1
Ia melirik ke kanan dan ke kiri meneliti seisi ruangan. Ibu Florida menghampiri Olivia. "Sayang Ibu sangat mengkawatirkan kamu Jangan membuat ibu takut. Jangan membuat Ibu khawatir." ucap ibu Florida sambil memeluk Olivia yang sudah ia anggap seperti putri kandungnya sendiri.
Sementara Daniel seolah tidak percaya melihat Olivia sudah terbangun dari tidur panjangnya. " Sayang ini Mas maafkan mas." ucap Daniel sambil memeluk Olivia dan memberikan kecupan hangat di keningnya. Olivia hanya terdiam tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.
"I....Ibu Flo... Panggil Olivia dengan suara peraunya."Iya sayang ini Ibu, Olivia ada di mana Bu?
"Olivia ada di rumah sakit." sahut Ibu Florida sambil mengembangkan senyumnya. perlahan Olivia meraba perutnya yang sudah terlihat rata membuat dirinya pun langsung bertanya kepada Ibu Florida.
"Kamu tenang saja sayang, Putra kamu baik-baik saja dia berada di ruang bayi. Yang penting sekarang kamu harus cepat pulih agar dapat merawat Putra kamu." ujar Ibu Florida sembari tetap mengelus wajah Olivia yang masih pucat.
Perlahan netranya melihat ke arah Nyonya Eliana. Ia tidak mengenali sosok wanita paruh buaya yang ada di sampingnya. "Kok ramai sekali ruangan ini Bu?" Olivia kembali bertanya.
__ADS_1
Karena Olivia Tidak mengenali sosok Nyonya Eliana. Dia Nyonya Eliana ibu kandung dari Tuan Daniel." Ibu Florida memberitahu kepada Olivia. Olivia berusaha mengembangkan senyumnya seolah dirinya memberi tegur sapa kepada Nyonya Eliana.
"Sabar sayang kamu pasti akan pulih kembali." ucap Nyonya Eliana sambil mendekatkan dirinya kepada Olivia. Olivia mengangguk kepalanya pelan. lalu perlahan netranya melirik ke arah Daniel, Vika dan Alex yang hadir di sana.
"Vika kamu ada di sini juga?" tanyanya ketika Olivia melihat Vika dengan mata sembab. "Ya aku ada di sini jangan membuatku khawatir dong kamu itu adalah sahabat terbaikku satu-satunya." ucap sambil meluk Olivia.
Daniel mendekatkan dirinya. Tetapi Olivia seolah tidak ingin melihat sosok lelaki yang mendekati dirinya. Tangis Daniel kembali menggema ruang rawat inap Olivia. ia bersujud kepada Olivia agar Olivia mengampuni dirinya, dan bersedia untuk menikah dengan Daniel. Agar orang tua untuk Putra mereka lengkap.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏