PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 41. HARAPAN DANIEL


__ADS_3

Daniel Berharap Olivia bersedia Menemuinya. Terlihat raut wajah penyesalan Daniel. Membuat lelaki paruh baya itu meras tidak tega. Sehingga ia bersedia untuk berbicara kepada Olivia.


Daniel terdiam. Air bening mulai mengalir di wajah tampannya. Sosok Daniel yang angkuh dan selalu tidak gentar dalam menghadapi masalah apapun, terlihat begitu rapuh. Ia terus memanggil nama Olivia. Tetapi Olivia tak kunjung keluar. Tak sudi rasanya bertemu kembali dengan orang yang paling ia hindari dari muka bumi ini.


"Oliv, plesss berikan saya kesempatan." ucap Daniel memohon kepada Olivia. Tetapi Olivia tak sudi bertemu dengan Daniel. Olivia tidak ingin memiliki urusan dengan lelaki itu lagi. Sehingga Olivia meminta kepada Ibu Florida untuk mengusir Daniel dari sana.


"Tolong Bu, Olivia tidak ingin berurusan lagi dengan pria itu." ucap Olivia memohon kepada Ibu Florida. Ibu Florida menghampiri Daniel yang masih setia disana menunggu Olivia.


"Maaf Olivia tidak ingin bertemu dengan Anda lagi. Ia mengatakan kalau dirinya tidak ingin memiliki urusan lagi dengan Anda. Menurut Olivia kontrak kerjanya sudah selesai dilaksanakan untuk membayar hutang hutang keluarganya kepada Anda.


Jadi menurut Olivia tidak ada urusan lagi di antara kalian. "Kenapa saya tidak memiliki urusan dengannya? bayi yang ada di rahim Olivia itu darah daging ku. Saya juga memiliki hak untuk itu. Ibu Florida terdiam. "Tolong tinggalkan Olivia.Kami tidak ingin melihatnya hidup menderita. Selama ini hidup Olivia sudah menderita dan harus jauh dengan keluarganya sendiri.


Untuk menutupi aib yang ia lakukan sendiri. karena keterpaksaan dirinya melakukannya. Kemiskinan yang membuat Olivia merasakan beban yang berat ini. Tetapi Olivia tidak mempermasalahkannya. Ia hanya ingin hidup tenang bersama bayi yang ada di dalam kandungannya.


Anda memang memiliki Adikuasa di dunia ini. Tetapi berbelas kasihan sedikit kepada Olivia. Jangan menggangu kehidupannya yang sudah tenang dan nyaman disini."


"Ia tidak ingin memiliki urusan lagi dengan Anda. Jadi tolong pahami keinginan Olivia."ucap Ibu Florida kepada Daniel. Membuat Daniel bersujud di kaki ibu Florida "Tolong pertemukan saya dengan Olivia. Saya ingin berbicara dari hati ke hati dengannya." ucap Daniel memohon kepada Ibu Florida.


Tetapi ibu Florida tidak dapat melakukan apa-apa kali ini. Olivia yang tidak ingin bertemu dengannya terus bersikeras tidak ingin menemui Daniel. Tetapi Daniel tidak putus asa menunggu Olivia keluar dari rumah menemui dirinya.


Terlihat orang-orang yang di sana menatap Daniel dengan tatapan pernah tanya. Lelaki yang terlihat selalu menghiasi layar kaca, karena bisnis yang ia kelola selama ini berkembang pesat. Membuat dirinya sering diekspos di layar kaca atau di media massa lainnya. Sehingga orang-orang yang ada di sana tidak merasa asing dengan sosok Daniel .


"Maaf Kenapa Anda sampai seperti ini Tuan? tanya Arif yang tiba-tiba berada di desa itu. Ternyata malam itu Arif tidak pulang ke Jakarta. Ia mengikuti perintah Alex untuk tetap siaga berada di sana, menemani Daniel sekalipun Daniel meminta seluruh anak buahnya untuk segera kembali ke Jakarta.

__ADS_1


Daniel menatap Arief dengan tatapan yang sulit diartikan. Kemudian ia menangis sesungguhkan memberitahu kalau saat ini Olivia berada di sana. Tetapi Olivia tidak tersedia untuk menemui Daniel saat ini. Padahal jelas-jelas kalau Olivia benar benar hamil darah daging Daniel.


Ibu Florida yang merasa tidak tega kepada Daniel pun kembali menghampiri Olivia. Dan meminta kepada Olivia untuk berbicara langsung kepada Daniel."Sudahlah nak Oliv tidak apa-apa. Bicaralah dengan Daniel dan katakan langsung kepadanya, apa yang kamu inginkan darinya.


Jangan menghindar dari masalah. Lebih baik kamu hadapi sekarang. Karena lari dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah." ujar ibu Florida kepada Olivia berusaha untuk membujuk Olivia agar menemui Daniel dan berbicara dengan Daniel.


"Daripada kalian kucing kucingan lebih baik temui dia dan berbicaralah Dengannya. Tidak bagus begini terus nanti ini menjadi beban buat kamu nantinya." Ujar Ibu Florida kepada Olivia.


Tapi Olivia belum siap bertemu dengannya Bu!" ucap Olivia sambil terus menangis sesungguhkan. Olivia tidak dapat membendung air matanya menghadapi hari harinya setelah kehamilannya. Olivia terdiam dan mulai melangkahkan kakinya keluar berniat menemui Daniel.


"Pulanglah Tempat Tuan tidak Disini." ucap Olivia dengan suara parau. Itu terlihat jelas ketika Daniel melihat Olivia di sana, langsung berlari masuk ke rumah dan terus menangis dan belum siap bertemu dengan Daniel. Daniel langsung berlari memeluk Olivia tidak ada balasan dari pelukan itu. Ia hanya terdiam begitu saja.


"lepaskan tidak bagus dilihat orang-orang di sini. Mereka mengetahui kalau saya belum memiliki suami. Mereka menganggapku wanita kotor. Hamil tetapi tidak ada yang namanya pernikahan. Aku mencoba untuk menjalani ini semua dan aku tidak akan membebani keluarga Gladuks. Seperti yang di tuduhkan Amara kepada ku.


Bahkan kepergianku dari kota Jakarta. Karena hubungan kita sudah tidak ada lagi. Setelah perjanjian kontrak kerjasama itu berakhir. Walaupun aku harus menerima kenyataan pahit dengan adanya benih yang kamu tanam di rahimku." ucap Olivia tanpa menatap Daniel.


Tatapan Olivia hanya lurus kedepan tanpa melihat Daniel. "Jangan seperti ini sayang!" aku akan bertanggungjawab segala apa yang sudah aku perbuat kepadamu."


"Tidak perlu!" aku bisa hidup sendiri dan tidak perlu belas kasihan darimu. Pergi dari sini dan kembalilah ke Jakarta. Disini bukan dunia kamu. Disini Dunia rakyat jelata dan Tuan tidak lantas berada disini. Kan sebelumnya saya sudah katakan, kalau kau saya tidak akan menuntut apa-apa dari Tuan.


"Please sss jangan egois seperti ini. Bagaimana pun, dia adalah darah daging ku." ucap Daniel.


Olivia langsung tertawa ngakak.

__ADS_1


"Ha....ha....ha." seharusnya Tuan malu memiliki keturunan dari wanita seperti saya. banyak wanita yang ingin menjadi istri Tuan.


Karena bagaimanapun saya tidak mungkin menjadi istri Tuan. lebih baik kembalilah ke Jakarta dan mulai aktivitas Tuan seperti semula hanya satu pesan saya kepada Tuan, Jangan pernah melakukan kesalahan saya seperti yang itu lakukan di hari-hari sebelumnya." ucapkan sambil ingin berlalu dari hadapan Daniel.


Daniel langsung menarik tangan Olivia hingga Olivia terjatuh ke pelukannya."Saya tidak ingin berpisah lagi dengan Mu. Aku ingin kita hidup bersama-sama membesarkan anak yang ada di rahim kamu." ucap Daniel.


"Jika anda menghargai saya sebagai seorang wanita. Biarkan saya hidup tenang di sini bersama orang-orang yang menerima aku apa adanya.


"Saya tidak akan membiarkan kamu hidup sendiri, membesarkan anak yang ada di dalam rahim kamu tanpa kehadiran aku disisi kalian." ucap Daniel.


Olivia tersenyum sinis menatap Daniel dengan tatapan yang sulit diartikan.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓🙏


SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP YUK MAMPIR KW KARYA BARU EMAK


"JODOH DI USIA SENJA " (marokkap dung matua)


__ADS_1


__ADS_2