
Membuat dirinya semakin gelisah dan mondar-mandir disana. Daniel mengembangkan senyumnya. Kamu tenang saja. Anggap saja kau sedang melakukan tugas di kantor, setelah aku memerintahkan sesuatu kepadamu kamu. Tidak perlu khawatir.
Tetapi itu biasa semua orang merasakan hal yang sama, seperti yang kau rasakan saat ingin melangsungkan ijab Kabul. aku juga merasakan hal yang sama ketika menikah dengan Olivia. Tetapi dengan satu tarikan nafas, Aku mengucapkan ijab kabul itu dengan benar. Habis itu langsung bernafas lega tinggal mengadakan rencana resepsi pernikahan saja. Aku yakin kamu juga mampu melakukannya." ucap Daniel sembari menenangkan Alex.
Bagaimana Apa acara akad nikahnya sudah bisa kita mulai? soalnya masih ada beberapa pasang yang akan saya nikahkan hari ini." ucapan penghulu kepada Kepada Tuan Gladuks,Nyonya Eliana dan juga Ibu Florida yang ada di sana.
Sepertinya akad nikahnya sudah bisa dimulai Pak. sahut Nyonya Eliana dan ibu Florida kompak. Terlihat Vika yang baru duduk tepat di samping Alex sedikit gugup.
"Kamu cantik banget sayang!" berisik Alex tepat di telinga sikap membuat Vika mengembangkan semuanya menatap calon suaminya yang berada tepat di samping nya.
kalau begitu kita akan mulai ijab kabulnya.
"Saudara Alexander bin Matio saya nikahkan dan kawinkan Vika Anggraini binti Fauzan dengan seperangkat alat sholat dan emas 200 gram dibayar tunai.
"Saya terima nikah dan kawinnya Vika Anggraini binti Fauzan dengan mas Kawin tersebut dibayar tunai.
"Bagaimana para saksi sah?
"Sah
"Sah
Nyonya Eliana tidak lepas tangan untuk persiapan penyelenggaraan pesta resepsi pernikahan Alex dan Vika . Yang mana Alex merupakan anak angkat dari Nyonya Eliana
Nyonya Eliana selalu memberikan rekomendasi tempat dan EO yang pantas mereka gunakan untuk pesta pernikahan Alex dan Vika
__ADS_1
Sebelumnya akad nikah dilaksanakan di kediaman keluarga Dewi. Yang hanya di hadiri oleh kerabat kedua mempelai dan pak penghulu.
Setelah acara akad nikah selesai seluruh anggota keluarga kedua belah pihak langsung menuju Ballroom tempat diadakannya acara resepsi.
Para kolega bisnis Tuan Gladuks, dan Daniel Begitu juga dengan Nyonya Eliana ikut serta menghadiri resepsi pernikahan Alex. Ibu Florida dan nyonya Eliana tampak antusias menyambut para tamu undangan.
Tidak terkecuali dengan Arif dan Anisa menghadiri pesta pernikahan Vika dan juga Alex. Ada rasa bahagia di hati Arif kini Alex sudah sah menikah dengan Vika Terlihat para petinggi perusahaan milik keluarga Gladuks dan nyonya Eliana datang menghadiri pesta pernikahan Vika dan Alex
Tak terkecuali Karyawan lainnya. Banyak sahabat Alex datang menghadiri pesta pernikahan Alex dan Vika . Ada rasa bahagia di Vika melihat para tamu undangan. Tampak antusias untuk menghadiri pesta pernikahan mereka.
"Mas ternyata pesta pernikahan Vika sangat meriah. Tidak sia-sia Mami membantu mengurus acara pernikahan Alex dan Vika
"Ya sayang, namanya juga Mami. Kalau Mami sudah turun tangan untuk menangani pesta kerabat atau teman dekat, Pasti akan sangat meriah. Karena ada saja yang dapat dilakukan mami, agar suasana semakin menghangat.
Arif dan Anisa menghampiri Olivia dan Daniel yang sedang asyik ngobrol berdua. Tanpa memperhatikan kehadiran Arif dan Anisa . Arif menepuk pundak Daniel hingga membuat Daniel terhenyak." Kamu ini apa-apaan sih? buat saya kaget saja." gerutu Daniel sambil menatap Arif dengan tatapan tidak bersahabat.
"Yey, bapak bapak yang satu ini, mudah sekali emosi!, tidak boleh seperti itu, nanti anak kamu emosian."celetuk Arif
"Enak aja kamu Ngatain anakku kelak emosian. Yang iya kamu yang emosian." gerutu Daniel sambil menatap Arif dengan tatapan tajam.
Sementara Olivia dan Anisa hanya menggelengkan kepala. Mereka menatap Kedua lelaki yang mereka cintai, sedang berdebat masalah sepele yang tak patut diperdebatkan. "Sudah kak langsung menikah aja dengan Arif. nunggu apa lagi." celetuk Olivia
"Ngasih kado apa untuk Alex dan Vika ? tanya Daniel penasaran kado apa yang diberikan Arif kepada Alex dan Vika
"Obat kuat! biar tahan lama di malam pertama."bisik Arif tepat di telinga Daniel
__ADS_1
Membuat Daniel langsung tertawa ngakak mengingat saat pesta pernikahan Daniel dan Olivia Alex memberi kado yang sangat istimewa membuat Daniel saat itu sangat geram melihat Alex. Ketika kado yang diberikan Alex salah satu obat kuat agar Daniel dapat tahan lama saat malam pertama.
"Kamu dari dulu sampai sekarang tidak berubah. Masih kamu lakukan tingkah konyol kamu itu. Dulu sama saya bisa kamu lakukan seperti itu. Tapi sekarang yang menikahi ini seorang Alex Dia lebih pintar bagian begituan dibandingkan kamu." Daniel langsung tertawa ngakak ketika dirinya sudah mengingatkan kalau yang menikah saat ini merupakan Ahli segala bidang
"Baru nyadar ya, kalau kamu itu bodoh? makanya di otak kamu itu jangan ngeras melulu.
"Sudah kamu tenang saja aku sudah menyediakan kado selain itu. Tetapi bagaimanapun aku harus menyelipkannya, agar terasa terkesan ketika membuka kado istimewa dari ku." Daniel hanya menggelengkan kepala Sambil tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan Arif kepadanya.
"Selamat siang Tuan Daniel!" sapa salah seorang kolega bisnis Daniel datang menghampiri Daniel , kebetulan menghadiri pesta pernikahan Vika dan Alex
"Eh Tuan, ternyata Tuan datang juga ke pesta ini. Satu kehormatan besar bagi kami Tuan dapat hadir di pesta pernikahan salah satu karyawan yang bertugas di kantor saya. Daniel memberi salam kepada kolega bisnisnya dan mempersilahkan untuk mencicipi menu makanan yang ada di sana.
Ibu Nurhaida yang ikut serta menghadiri pesta pernikahan Vika tampak Ibu Nurhaida dan kak Roberto takjub melihat desain interior pesta pernikahan Vika yang tidak kalah mewah dari pesta pernikahan Olivia Beberapa bulan yang lalu. Tampaknya sangat mewah. Keren banget.
Kapan ya Anisa dapat jodoh seperti? gumam Anjas yang dapat di dengar Ibu Nurhaida dan Olivia. Mereka benar-benar wanita yang sangat beruntung mendapat pendamping hidup yang kaya raya. Padahal Vika dan Olivia hanya karyawan biasa di perusahaan milik Daniel.
Tetapi sepertinya Dewi Fortuna berpihak kepada mereka. Mereka sangat beruntung." Anisa bermonolog sendiri. Tetapi dapat didengar oleh Ibu Nurhaida membuat Ibu Nurhaida pun menghampirinya.
"Kamu berdoa saja semoga Allah memberikan jodohmu kelak seperti mereka." Ibu Nurhaida mengingatkan Anisa agar selalu meminta kepada Allah segala apa yang ia inginkan.
Bersambung
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN PERNAH LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
__ADS_1