
Anisa berusaha mencari informasi dari ibu Nurhaida. Berharap Ibu nurhaida berkata Jujur dari mana Ibu Nurhaida pagi itu."Ibu dari mana pagi-pagi sekali sudah pergi, tanpa membangunkan Anisa terlebih dahulu? tanya Anisa penuh selidik kepada ibu Nurhaida.
Ibu tidak kemana-mana, Nanti ibu akan memberitahu segalanya." ucap Ibu Nurhaida kepada Anisa dibalas anggukan dari Anisa. Karena Ibu Nurhaida tidak ingin para tetangga yang sedang berada di warung sembako, mereka mendengar apa yang dibicarakan Anisa dan Ibu nurhaida.
Malam hari pun tiba. Kini saatnya warung sembako Milik ibu Nurhaida ditutup oleh Anisa. Karena mereka akan segera istirahat malam itu. Setelah menutup warung sembako milik mereka. Anisa dan Ibu Nurhaida masuk ke dalam rumah
Kemudian Anisa berlalu masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Ia menghampiri ibu Nurhaida.
yang sedang duduk sambil menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta.
"Ibu tolong cerita kepadaku pagi tadi ibu dari mana? sehingga Ibu pagi-pagi sekali sudah tidak berada di rumah tanpa berpamitan kepada Anisa? tanya Anisa penuh selidik. Berharap Ibu nurhaida berkata jujur kepadanya. Ibu nurhaida menghela nafas berat. Ia mengingat apa yang ia lakukan, ketika berada di lapas tempat Pak Roberto, harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.
"Ibu Kenapa diam? jawab Bu Ibu darimana pagi tadi?" tanya Anisa yang masih penasaran Apa yang dilakukan oleh ibu Nurhaida pagi itu.
Kemudian Ibu Nurhaida Pun memberitahu kepada Anisa mengenai kepergiannya menjenguk pak Roberto yang ada di balik jeruji besi. Membuat Anisa sangat terkejut dari mana Ibu nurhaida mengetahui tempat Pak Roberto ditahan.
Karena selama ini Anisa dan Olivia merahasiakan itu semua dari ibu Nurhaida. Tetapi diam-diam ibu nurhaida menyelidiki keberadaan suaminya yang tak kunjung pernah pulang ke rumah.
Sekalipun Ibu Nurhaida mengetahui kalau Pak Roberto sudah menikah siri beberapa kali dengan wanita lain, tetapi Ibu Nurhaida tidak mengetahui kasus yang terakhir menimpa Pak Roberto. Kalau Pak Roberto terbukti mencabuli anak di bawah umur itu ia ketahui terakhir kali.
__ADS_1
Ketika seseorang datang menghampiri ibu Nurhaida dan memberikan pesan dari Pak Roberto, kepada ibu nurhaida. Pesan itu disampaikan seseorang yang baru terbebas dari balik jeruji besi. Yang mana lelaki itu merupakan satu ruang penjara dengan Pak Roberto.
Sehingga Ibu nurhaida mengetahui bagaimana bisa suaminya sampai berada mendekam di penjara. Mendengar penuturan dari ibu Nurhaida Annisa begitu terhenyak. ia seolah tidak percaya. Ibu nurhaida sudah pergi melihat kondisi Pak Roberto yang berada di tahanan.
Sejujurnya Anisa marah, campur sedih kepada Ibu Nurhaida. Karena Ibu Nurhaida pergi tanpa memberitahu kepada Anisa. Padahal Anisa juga ingin menjenguk pak Roberto. Walaupun dulunya Pak Roberto menginginkan kematiannya.
Tetapi sedikitpun Tidak ada rasa dendam di hati Anisa. Karena ia tahu apa yang diucapkan Pak Roberto saat itu benar adanya. dirinya menjadi beban keluarga karena sakit penyakit yang ia idap. Berbeda dengan Olivia yang merasakan kalau Anisa itu bukanlah beban baginya, melainkan itu menjadi berkat baginya.
Jika Ibu ingin melihat ayah ke lapas, Mengapa tidak memberitahuku? tanya Anisa penuh selidik.
" Ibu tidak ingin mengganggu istirahatmu. Tapi ayah kamu saat ini sudah terlihat kurusan dan acak-acakan. Ibu tidak tega melihatnya. Ibu berpikir bagaimana caranya agar Ayah kamu bebas dari penjara.
" Ibu jangan langsung terlalu percaya kepada ayah. Karena kita tidak akan tahu apa yang akan ia rencanakan."ucap Anisa kepada Ibu Nurhaida mengingatkan Ibu Nurhaida agar jangan mengulangi kesalahan yang sama lagi memberikan kepercayaan kepada Pak Roberto.
Karena selama ini Pak Roberto selalu berjanji untuk berubah ketika dirinya membutuhkan sesuatu. Dan jika dirinya sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, maka ia akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Ibu nurhaida terdiam, Ia tidak mampu menjawab apa yang diucapkan oleh Anisa kepadanya. Jika kamu ingin menjenguk Ayah kamu lebih baik Kamu jenguk saja daripada terlambat." ujar Ibu Nurhaida kepada putrinya Anisa.
Sementara di tempat lain, Daniel dan Olivia berniat untuk melihat kondisi Pak Roberto yang ada di penjara. Apa kamu sudah siap sayang?" tanya Daniel kepada Olivia yang sudah mempersiapkan diri untuk melihat kondisi Pak Roberto, yang sedang berada di balik jeruji besi.
"Iya Mas, Olivia sudah siap. Sekarang kita tinggal berangkat." sahut Olivia sambil mengembangkan senyumnya kini Daniel dan Olivia berpamitan kepada Nyonya Eliana, Tuan Gladuks, Ibu Florida dan juga Putra mereka baby Arya Vito.
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada Tuan Gladuks Nyonya Eliana, dan Putra mereka, Olivia dan Daniel pun masuk ke dalam mobil mewah milik Daniel. lalu berlalu meninggalkan rumah utama keluarga Gladuks menuju lapas di mana Pak Roberto harus mempertanggungjawabkan segala apa yang ia lakukan.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam, Daniel dan Olivia pun tiba di sana. tampak kedatangan Daniel sudah disambut oleh pihak kepolisian, yang bertugas disana. Karena mereka sangat mengetahui siapa sosok Daniel.
Setelah mendapat izin dari pihak Kepolisian, kini Pak Roberto sudah diizinkan bertemu dengan Daniel. Begitu juga dengan Olivia
ketika Olivia melihat Pak Roberto yang sudah mengurus bagai tulang bungkus kulit.
Ia merasa tidak tega melihat kondisi ayahnya yang sudah kurus dan tak terurus. Pak Roberto dan Olivia, Begitu juga dengan Daniel akhirnya bertemu Setelah sekian lama sudah tidak bertemu.
"Olivia putriku, maafkan ayah atas kesalahan ayah, yang Ayah lakukan kepada kalian semua." ucapan Roberto memohon ampun kepada Olivia membuat Olivia pun tidak mampu membendung linangan air matanya.
Hingga air mata Olivia, lolos begitu saja di wajah cantiknya. Menatap Pak Roberto yang sudah tampak acak-acakan dan kurus kering. "Sudah, tidak perlu ada yang disesalkan lagi lebih baik ayah berbenah diri. Dan jangan pernah melakukan kesalahan yang sama lagi seperti yang Ayah lakukan di masa yang lalu.
Ketika Olivia berbicara serius dengan Pak Roberto, Daniel bernegoisasi kepada pihak Kepolisian agar pihak kepolisian membebaskan Pak Roberto dengan bebas bersyarat. Tentunya Daniel harus rela mengeluarkan kocek yang lumayan fantastis.
Tetapi bagi Daniel itu tidak ada artinya. asalkan ia dapat membahagiakan istrinya dengan mengeluarkan Ayah mertuanya keluar dari penjara. "Saya ingin ayah mertua saya bebas dari sini. Tolong bantu saya bagaimana caranya agar ayah mertua saya bebas?" tanya Daniel kepada salah satu petinggi kepolisian yang jabatannya diakui di sana. Terlihat pihak kepolisian itu saling berkomunikasi hingga akhirnya mereka menyetujui Pak Roberto dibebaskan secara bersyarat.
Bersambung....
__ADS_1
hai semuanya emak Morata datang lagi membawa karya baru. yuk terus ikuti ceritanya. Jangan lupa like, coment, vote, dan hadiahnya "Trimakasih 🙏🙏🙏🙏