
Setelah tiba di ruang dokter. Dokter yang bertugas menangani Olivia, mempersilahkan Daniel duduk.
"Maaf Dokter bagaimana dengan kondisi istri saya?
"Pendarahannya sudah berhenti. Tapi kondisinya saat ini masih sangat lemah. untuk saat ini, sepertinya Ibu Olivia masih membutuhkan donor darah. Karena darah yang didonorkan oleh Nyonya Eliana belum cukup untuk pemulihan Olivia.
Tetapi setidaknya dengan mendapatkan golongan darah dari Nyonya Eliana, Ibu Olivia dapat bertahan hingga saat ini. Kami juga sudah menghubungi pihak PMI yang terdekat di sini. Golongan darah yang sama seperti istri anda juga kosong. Saya tidak mau mengambil resiko. Saya takut terjadi sesuatu kepada Olivia. Jadi tolong bantu kamu untuk mencari donor untuk Ibu Olivia." ujar sang dokter.
Membuat Daniel kembali panik . Jadi apa yang harus aku lakukan Dokter? dokter menghela nafas berat. lalu meminta kepada Daniel untuk mencari golongan darah yang sama seperti Olivia saat ini juga. Untuk membantu tim medis mencari donor darah yang sama seperti Olivia.
Daniel mengangguk paham. lalu ia keluar dari ruang dokter. Ia meraih ponselnya dan menghubungi sang asisten.
Kring....
kring...
Kring..... Deringan ponsel Alex terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel Daniel yang menghubunginya.
Kemudian ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. "Katakan Ada apa Bos? Mengapa bos menghubungiku saat ini? tanya Alex penasaran lalu Daniel saat ini. Daniel memberitahu apa yang terjadi kepada Olivia. Membuat Alex pun terhenyak mendengarnya sekaligus panik.
Daniel meminta kepada Alex untuk mencari golongan darah yang sama seperti yang dimiliki Olivia saat ini. Alex pun langsung paham. Alex langsung mencari golongan darah yang sama seperti Olivia. Dengan membuat postingan di sebuah sosial media miliknya.
__ADS_1
Yang kebetulan pengikut Alex cukup banyak. Dengan hitungan menit saja, Alex mendapat informasi kalau ada beberapa orang yang bersedia mendonorkan darahnya kepada Olivia. Ia pun langsung menghubungi orang yang bersedia mendonorkan darahnya kepada Olivia saat itu juga.
Satu jam kemudian Alex mampu mengumpulkan beberapa kantong darah yang sama dengan Olivia saat itu juga. Alex bertolak ke Limbangan dengan helikopter milik Nyonya Eliana yang sudah dikirimkan oleh Daniel sebelumnya.
Alex Tiba di Limbangan setelah ia dijemput oleh pilot yang bertugas menerbangkan helikopter milik Nyonya Eliana. Alex tiba di rumah sakit tempat Olivia dirawat, ia langsung menghampiri Daniel dengan membawa kantong darah yang sudah ia persiapkan sebelumnya.
Daniel merasa bersyukur memiliki sahabat sekaligus asisten yang begitu baik terhadapnya. Daniel pun menghampiri dokter dan suster yang menangani Olivia dan menginformasikan kepada dokter bahwa golongan darah yang sama untuk Olivia sudah mereka dapatkan.
Membuat dokter itu pun merasa heran. Dokter itu bingung Siapa sosok Daniel, sehingga dengan langkah cepat Daniel mendapatkan golongan darah yang sama seperti Olivia.
Dokter itu menatap Daniel dengan intens Ia pun merasa bersyukur Daniel dapat membantu tim medis untuk mencari golongan darah yang sama dengan pasiennya.
Keesokan harinya Daniel dan nyonya Eliana masih setia menunggu Olivia di rumah sakit. dan saat ini, Olivia sudah berada di ruang rawat inap. Tetapi Olivia belum sadarkan diri. Daniel pergi ke ruang Bayi untuk melihat putranya yang begitu tampan.
"Bisa Tuan, tetapi tidak boleh lama-lama. karena tubuh bayi sangat sensitif. Jadi tuan menggendongnya di ruangan ini saja." ucap suster yang bertugas Diruang bayi ada rona bahagia di hati Daniel , ketika menggendong tubuh mungil putranya.
"Terima kasih kamu sudah hadir di kehidupan Daddy. " ucap Daniel sambil langsung memberikan kecupan hangat di wajah tampan bayi yang ada di gendongannya. Daniel mengembangkan senyumnya Ia tidak menyangka saat ini dia sudah menjadi seorang ayah.
Sekalipun Daniel dan Olivia belum memiliki status yang resmi. Tetapi Daniel sudah menganggap Olivia seperti istrinya sendiri. dan ia selalu berharap kalau Olivia bersedia menikah dengannya, setelah kondisi Olivia membaik.
Nyonya Eliana menatap putranya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada rasa bahagia di hati nyonya Eliana. "Ternyata Nyonya Eliana sudah memiliki cucu dari Putra yang selama ini ia rindukan. Ia pun menghampiri Daniel dan cucunya yang berada di ruang bayi.
__ADS_1
Nyonya Eliana memohon kepada Daniel agar Daniel bersedia memberikan bayi itu untuk digendong oleh Nyonya Eliana. "Berikan kepada Mom, mom juga ingin menggendong tubuh mungil cucu mom ."ucap Nyonya Eliana sambil langsung meraih tubuh mungil cucunya dari gendongan Daniel.
Nyonya Eliana langsung memberikan kecupan hangat di wajah tampan cucunya. "Sama persis seperti kamu, waktu bayi dulu. Nyonya Eliana menyamakan bayi yang ada di gendongannya sama persis seperti Daniel kala masih bayi.
Ketika Nyonya Eliana, Daniel asik berinteraksi dengan Putra Daniel. Suster yang bertugas di sana pun meminta kepada Nyonya Eliana dan Daniel untuk segera pergi dari ruang bayi. Karena jadwal waktu berkunjung ke ruang bayi telah habis.
Daniel seolah tidak ingin berpisah dengan putranya. Putra yang sangat ia sayangi. "Biarkan saya di sini suster, saya ingin bersama Putra saya." mohon Daniel kepada Suster itu.
"Maaf tuan jadwal berkunjung ke sini sudah selesai. Jadi ada baiknya anda segera keluar dari sini. Agar bayi lainnya tidak terganggu." mohon Suster itu kepada Daniel. Daniel mengangguk paham lalu keluar mengikuti Nyonya Eliana yang sudah lebih dulu keluar.
Ia pun kembali ke ruang rawat inap oleh pihak. Sayang bangunlah, kamu tidak ingin melihat Putra kita Putra kita sangat tampan sama seperti jadinya Ayo please sayang demi Putra kita mohon Daniel kepada Olivia yang masih berbaring lemah di atas brangker. Ia mengelus wajah cantik Olivia yang terlihat pucat.
Sesekali ia memberikan kecupan hangat di wajah dan kening Olivia. "Percayalah Sayang aku akan memperbaiki hubungan kita yang rumit ini. Bertahanlah untuk ku dan Putra kita. karena kamu sangat berarti di hidupku." mohon Daniel sembari mengecup punggung tangan Olivia.
Nyonya Eliana menghampiri Olivia. Bertahan lah sayang, demi Putra dan suami kamu ini. Mom yakin kalian akan menjadi keluarga yang bahagia nantinya. Sekalipun saat ini kalian belum memiliki status di depan hukum dan agama. Mom percaya kalau kehidupan kalian akan bahagia kelak dengan kehadiran cucu mom." ucap Nyonya Eliana sambil mengelus rambut panjang Olivia yang tergerai begitu saja.
Ibu Florida menatap Daniel dan nyonya Eliana secara bergantian. Ia seolah tidak percaya, ternyata Daniel benar-benar mencintai dan menyayangi Olivia. Ibu Florida berjanji dalam hatinya sendiri melakukan yang terbaik untuk hubungan Olivia dan juga Daniel. Apalagi setelah Ibu Florida melihat niat baik nyonya Eliana dan juga Daniel yang begitu menginginkan Olivia menjadi teman hidup Daniel untuk selamanya.
Bersambung.....
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA