PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB. 22 MAKANAN RAKYAT JELATA


__ADS_3

Dua hari kemudian, kini kontrak kerjasama antara Daniel dengan Olivia Telah usai. Olivia membereskan barang-barangnya ingin segera kembali ke rumah orang tuanya. Ketika Olivia belum selesai membereskan barang bawaannya.


Daniel datang menghampirinya."Kamu mau ke mana membereskan barang-barang kamu?"Olivia hanya menatap Daniel dengan tatapan sendu. Olivia bingung dengan sikap Daniel yang tak karuan. Terkadang dia bersikap manis, tapi terkadang juga dia bersifat kasar terhadapnya. Bakan dia tega menghukum Olivia membuat Olivia sampai jatuh pingsan.


Tetapi terkadang Daniel juga dapat membuat Olivia menjadi terbang ke awan, akibat sikap manisnya yang begitu membuat Olivia lupa akan dirinya. "Kenapa kamu diam saja?


Olivia mengambil Kertas yang sudah ia tanda tangani sebelumnya. Yaitu kertas kontrak kerjasama sebagai teman tidur Daniel selama 2 minggu penuh,


Daniel meraih kertas itu, yang jelas-jelas ditandatangani Olivia lengkap dengan tanda tangan materai. Tangan Daniel sedikit bergetar melihat surat perjanjian itu. Seolah dirinya tidak rela Olivia meninggalkannya begitu saja.


Tetapi ia juga tidak boleh ingkar janji sesuai dengan kontrak kerjasama mereka, yang sudah ditandatangani oleh Olivia. Kini Olivia bernapas lega, karena sudah bisa lepas dari lelaki yang sangat ia benci seumur hidup.


Lelaki yang bagai dewa menurut keluarganya tetapi baginya sebagai setan iblis. Sosok Daniel selalu dipuja-puja ibu Nurhaida dan juga Anisa yang sudah rela membantu mereka Tanpa mereka ketahui apa kompensasi yang harus dialami oleh Olivia. Ketika Daniel bersedia membantu pengobatan Anisa.


Daniel membiarkan Olivia pergi begitu saja tanpa menghantarkannya. Olivia tidak mempermasalahkan hal itu. Yang penting baginya, ia sudah terlepas dari perjanjian yang sudah mereka sepakati.


Olivia berpamitan kepada Daniel tanpa menoleh sedikitpun kepada Daniel.


"Aku pamit!" Terima kasih atas pembelajaran yang kau kau berikan kepadaku. Aku berharap tidak ada wanita sial lagi sepertiku yang kau perlakukan seperti kehendak Mu."ucap Olivia sambil langsung melangkah kakinya sembari menenteng tas yang berisi beberapa potong pakaiannya.

__ADS_1


Daniel hanya tertegun tidak menjawab apa yang dikatakan oleh pria. Ia menatap punggung wanita cantik yang sudah menemani hari-harinya dua minggu belakangan ini. Tanpa ia sadari Olivia sudah menghilang dari pandangannya. Dengan menggunakan ojek online yang sudah dipesan Olivia sebelumnya. Olivia pun berlalu dari apartemen itu.


Beberapa menit melakukan perjalanan Olivia tiba di rumah keluarganya. Rumah yang diberikan oleh Daniel mereka tempati. Dengan riang ibu Nurhaida dan Anisa menyambut kehadiran Olivia. Mereka begitu bahagia melihat Olivia sudah kembali tinggal bersama mereka.


Ada canda dan tawa di sana, tetapi dibalik wajah Olivia yang begitu ceria di hadapan ibu Nurhaida dan Anisa, ada rasa bersalah dan rasa berdosa di hati Olivia yang tak bisa diungkapkan kepada orang-orang yang ia sayangi.


Terlihat Anisa dan Ibu nurhaida begitu menyayangi Olivia. "Apa kamu sudah bisa tinggal di rumah ini lagi nak?"


"Mulai sekarang Olivia kembali di sini, karena pekerjaan Olivia sudah tidak menumpuk lagi di kantor."sahut Olivia sambil memeluk ibu dan kakaknya.


Keesokan harinya, Olivia memulai aktivitasnya seperti karyawan lainnya. Tidak ada tegur sapaan antara Daniel dengan Olivia. kini Olivia melakukan aktivitasnya di ruangan yang satu divisi dengannya. "Akhirnya aku bebas dari perjanjian menjijikkan itu!" mudah-mudahan aku dapat melupakan segalanya. Olivia membatin.


Olivia memang lebih senang bersahabat dengan para office girl yang ada di kantor itu. di samping ekonomi keluarga mereka yang sama, membuat Olivia terasa nyaman berbicara dan berinteraksi dengan para office girl itu. Sehingga para office girl itu pun sangat menyukai sosok Olivia.


Walaupun Olivia tidak Satu Divisi dengan mereka, jabatan Olivia lebih tinggi dibandingkan mereka di perusahaan yang Daniel pimpin. Tanpa Olivia sadari Daniel datang ke pantry. Tidak pernah dalam sejarah Daniel memasuki ruangan pantry. Selama ini ia selalu meminta sang asisten untuk mengambilkan sesuatu kepadanya, jika ia memerlukan sesuatu.


"Oliv, kamu bawa apa tuh? tanya salah seorang rekan Olivia yang baru tiba menghampirinya. Olivia mengembangkan senyumnya. "Biasa, aku selalu menyukai masakan ibuku. Daripada aku harus beli di kantin atau di rumah makan lainnya.


Lebih baik aku menyantap masakan ibuku. Walaupun hanya tumis kangkung dan ikan teri sambal. Yang penting bagiku ibuku memasaknya dengan penuh kasih."ucap Olivia sambil menatap rekan kerjanya.

__ADS_1


"Enak banget dong, Kamu ada ibumu yang memasak untukmu. Aku malas masak maklum anak kos."Sahut sang office girl kepada Olivia. "Jika kamu mau ini ambil sebagian, kebetulan ibuku memasak lumayan banyak."ucap Olivia menawarkan kepada temannya.


Tiba-tiba Daniel dengan gerak cepat mencomot makanan Olivia."Bagi aku dong!" Celetuk Daniel sambil langsung menyendok makanan yang ada di kotak bekal Olivia ke mulutnya. Membuat Olivia ternganga bersama rekan-rekan di sana.


Melihat sosok Daniel yang terkenal elegan, dan berkelas menyantap menu makanan yang dimiliki Olivia. Kini Olivia hanya ternganga menatap heran sang Bos. Dengan lahap, Daniel memakan satu kotak bekal milik Olivia. Kini sahabat Olivia tidak memiliki jatah dari Olivia.


Tetapi rekan Olivia memilih untuk mengalah dan menyantap menu makanan milik mereka masing-masing. Olivia memakan satu kotak bekalnya. Ketika Daniel sudah menghabiskan satu kotak bekal milik Olivia, ia langsung mengembangkan senyumnya. "Terima kasih makanannya sangat enak. Karena dimasak dengan penuh kasih sayang." ucap Daniel sambil berlalu meninggalkan Olivia begitu saja bersama rekan-rekannya.


"Eh Olivia kok tiba-tiba Bos songong itu menyantap makananmu tapi kamu diam begitu saja? Apa kami nggak salah lihat? biasanya kan songong itu makanannya Yang ala-ala Eropa? mengapa dia memakan masakan rendahan seperti kita? apalagi dari kotak bekalmu."pertanyaan itu dilontarkan para teman-teman Olivia yang sedang beristirahat di pantry.


Olivia mengerikan bahunya. Itu berarti dia juga tidak mengetahui Mengapa bos yang terkenal songong sejagat bumi tidak mengetahui Mengapa Daniel melakukan itu semua, dan menyantap menu makanan itu dengan lahap. layaknya seperti tidak pernah memakan makanan yang enak.


Tapi syukurlah Sepertinya dia sudah mulai beradaptasi kepada kita rakyat jelata. Biasanya kan dia selalu ngomong makanan apa tuh? itu selalu yang dikatakannya kepada setiap orang jika melihat kita memakan masakan rakyat jelata." Celetuk salah satu rekan Olivia membuat mereka pun tertawa ngakak di sana. Suasana siang itu pun menjadi riang dengan kehadiran Olivia kembali seperti semula tidak menjadi asisten pribadi Daniel.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT,LIKE COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2