
"Jangan menyalahkan diri sendiri Om, semuanya ini sudah takdir. Tetapi aku yakin Arif dapat meyakinkan Mami, untuk menerima Anisa menjadi pendamping hidup Arif ucap Arif percaya diri. Sementara Anisa hanya diam saja mendengarkan penjelasan Arif, kepada Pak Roberto tanpa ada niatan menyangkal sedikitpun.
"Ya sudah lebih baik kalian bicarakan baik-baik, jangan diselimuti emosi jika dalam menghadapi masalah seperti ini. ujar Pak Roberto meminta Anisa bersedia berbicara kepada Arif dan Pak Roberto menghampiri Ibu Nurhaida meninggalkan Arif dan Anisa di sana. Anisa memalingkan wajahnya dari Arif. Ia ingin sekali pergi dari sana tetapi ia tidak ingin membuat ayahnya kecewa, akan sikap dan tingkah lakunya kepada setiap tamu yang datang ke rumah yang selama ini mereka tempati.
" Aku mau minta maaf kepadamu atas sikap Mami Anjani. Jujur tidak ada niatanku untuk menyakiti hatimu. "ucap arif kepada Anisa. Anisa sama sekali tidak menyalahkan mas dan tidak menyalahkan tante juga. Karna memang apa yang di katakan tante Anjani benar adanya.
" Sudahlah mas,tidak perlu ada yang disesalkan lagi. Karna Anisa sudah memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dengan lelaki mana pun. karna ujung ujungnya akan menyakitkan bagi Anisa. Lebih baik anisa hidup sendiri. Tanpa dibebani bayang bayang hinaan orang lain terus-menerus.
Sudah lelah rasanya dapat hinaan dari orang orang kampung ini. Anisa tidak ingin menambah beban lagi. Anisa ingin menikmati kehidupan Anisa Sendiri. " ucap Anisa kepada Arif. yang masih duduk di sampingnya. Anisa meminta kepada Arif untuk segera meninggalkannya dan tidak perlu mengganggu Anisa lagi. Tetapi sepertinya Arif tidak akan tinggal diam karena ia sangat mencintai Anisa
" Aku tidak akan pergi dari sini, Jika kamu memutuskan hubungan kita. Karena aku sangat mencintaimu Anisa. jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam. Sekalipun Mami menentang hubungan kita. Aku tidak akan peduli Yang pasti aku hanya mencintaimu dan tidak ada wanita lain yang dapat menasehati ku selain kamu,aku mohon Berikan aku waktu untuk memberikan penjelasan kepada mami ujar Arif kepada Anisa.
Anisa terdiam. Ia sama sekali tidak menyahuti Arif. "sudahlah mas, lebih baik Mas pulang saja. Tidak ada artinya mas berlama-lama di sini. Karena keputusan Anisa akan tetap sama. Tidak ada yang dapat merubah keputusan Anisa. "ucap Anisa sambil beranjak dari tempat duduknya ingin masuk ke kamar yang selama ini menemani tidurnya.
Tetapi sebelum Anisa masuk ke dalam kamarnya, Arif meraih tubuh Anisa kepelukannya. Jangan pernah tinggalkan aku. jika kamu tidak bersedia menikah denganku, maka aku tidak akan menikah seumur hidupku. "ucap Arif berterus terang kepada Anisa.
"Jangan Gila kamu mas, masih banyak wanita lain yang lebih baik dan lebih cantik dariku. Bahkan keluarga mereka lebih sempurna tidak seperti keluargaku. Setiap orang tua menginginkan yang terbaik kepada anak-anakny. Itulah yang dilakukan oleh tante Anjani sehingga ia menentang hubungan kita.
Sejujurnya Anisa sebelumnya belum menerima cinta Mas,Karena itulah salah satunya alasan bagiku. Tidak semua orang dapat berjiwa besar seperti Nyonya Eliana dan Tuan Gladuk. Padahal mereka sudah sangat mengetahui siapa sosok Olivia yang sebenarnya memiliki orang tua yang urakan dimasa lalu.
__ADS_1
Bahkan Putra mereka sendiri yang membebaskan ayahku keluar dari penjara.Tetapi mereka justru bahagia dan yang bisa membantu Ayahku keluar dari penjara. Sepertinya semua manusia layak diberikan kesempatan kedua.
Karena setiap umat manusia pasti pernah melakukan kesalahan itu tergantung manusianya masing-masing. Intinya saat ini,bagaimanapun Mas katakan. Annisa tetap di pendirian Anisa sendiri. "ucap Anisa sambil berusaha melepaskan dekapan Arif dari tubuhnya.
Tetapi semakin keras Anisa berusaha melepaskan pelukan Arif, justru Arif semakin merekatkan pelukannya. Arif langsung mengecup bibir manis Anisa perlahan kecupan itu semakin mendalam membuat Anisa sangat emosi merasa tidak dihargai oleh Arif.
Tiba-tiba saja Anisa spontan menampar wajah tampan Arif.
plak....
Satu tamparan dila layangkan Anisa kepda Arif Karena ia merasa direcehkan oleh lelaki yang ada di hadapannya.
Plak .....
Satu tamparan lagi melayang di wajah tampan Arif. Tetapi Arif seolah tidak peduli. justru ia semakin merekatkan pelukannya dan menatap Anisa dengan tatapan tersenyum manis.
" Tampar saja sayang sampai kamu puas asalkan kamu Jangan pernah meninggalkanku. Karena aku tidak akan sanggup jauh darimu. Anisa menggelengkan kepalanya melihat Arif yang begitu keras kepala, tidak ingin pergi dari rumah sederhana yang selama ini ditempati Anisa dan Ibu Nurhaida.
" Terserah kamu mau tetap di situ atau tidak. aku tidak peduli keputusanku sudah bulat."ucap Anisa sambil mendorong tubuh Arif lalu masuk ke dalam kamar. Arif masih setia menunggu Anisa di luar kamarnya.
__ADS_1
Tetapi setelah satu jam kemudian menunggu di sofa, Anisa tak kunjung keluar hingga Arif pun tertidur di sofa milik keluarga Anisa. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam. Tetapi Arif tak kunjung pulang dari sana.
Warung Ibu nurhaida juga sudah tutup. Karena mereka ingin sekali istirahat malam ini, ketika mereka masuk ke dalam rumah Pak Roberto. dan ibu Nurhaida terhenyak melihat Arif yang tertidur pulas di sofa.
Pak Roberto mengetuk pintu kamar putrinya,berniat menanyakan sesuatu apa yang terjadi sehingga lelaki itu tertidur pulas di sana. Setelah Anisa membuka pintu kamarnya Anisa keluar dengan sedikit merasa khawatir, kalau Ayahnya akan marah besar kepadanya.
"loh nak Arif kok bisa tidur di sini? Mengapa kamu tidak memberikannya bantal atau selimut? tanya tanya Pak Roberto kepada Anisa membuat Anisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Suruh siapa dia tidur di situ? Aku tidak pernah menyuruhnya tidur di situ." ucap Anisa sambil berlalu meninggalkan Pak Roberto dan ibu Nurhaida di sana. Sementara Anisa masuk ke dalam kamar mandi berniat untuk membersihkan diri.
Ketika Anisa sedang berada di kamar mandi,Arif terbangun dari tidurnya. Nak Arif Mengapa tidur di sofa? Apa nak Arif terlalu kelelahan? tanya Pak Roberto kepada Arif yang tertidur di sofa sederhana milik keluarga Anisa.
"lebih baik nak Arif pulang sekarang. ini sudah malam. Jika belum terselesaikan masalah antara kalian berdua, lebih baik nak arif kembali besok pagi. Mungkin mod Anisa lagi tidak stabil, membuat Anisa seperti itu harap maklum saja.
Berikan dia waktu nanti akan bapak coba pelan-pelan berbicara kepadanya." ucap Pak Roberto kepada Arif berharap Arif paham akan situasinya saat ini. Arif dengan berat hati meninggalkan rumah sederhana keluarga ibu Nurhaida sama seperti yang dikatakan oleh Anisa.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓