PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 36 MENCARITAHU


__ADS_3

Jangan pernah membohongiku. Aku tahu kamu pasti membohongi kami semua. Katakan saja Yang sejujurnya." ucap Daniel sambil mengeraskan rahangnya. Tangan Daniel menekan dagu Vika membuat Vika kesulitan untuk bernapas. Tetapi Vika sama sekali tidak takut. Ia hanya menatap Daniel dengan tatapan sinis.


"Memangnya Mengapa kamu harus mencari Olivia?


Aku ada merasa sesuatu yang aneh dengan kepergian Olivia. Katakan apa itu Vika? ucap Daniel memohon kepada Vika. Tiba-tiba suara ponsel milik Vika terdengar jelas di telinga Daniel dan Alex yang ada di ruang kerja Daniel.


Vika sengaja tidak mengangkat telepon Itu. karena ia tahu kalau yang menghubunginya saat ini adalah Olivia. "Kenapa kamu tidak mengangkat teleponmu? angkat dan hidupkan speakerphone-nya. Kalau kamu tidak ingin mati." ujar Daniel.


Vika hanya terdiam. Ia tidak dapat melakukan apa-apa. Sekarang ponsel sudah berada di tangan Daniel. Ia sudah melihat nomor ponsel yang menghubungi Vika saat ini tidak ada list nomor kontak yang ada di ponsel Vika.


Daniel menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel itu. Tangan Alex menutup mulut Vika agar Vika tidak bersuara sama sekali.


"Hello Vika apa kabar? suara seseorang terdengar jelas di ujung telepon. Suara itu dapat dikenali oleh Daniel. Bahwa yang menghubungi Vika saat ini adalah nomor ponsel milik Olivia.


Alex meminta kepada Vika menjawab apa adanya. Tetapi tidak memberitahu kalau saat ini Vika bersama Alex dengan Daniel


"Aku sehat dan baik-baik saja!" sahut Vika dengan suara sedikit ketakutan.


"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja. Padahal aku mengkhawatirkanmu. Perasaanku tidak enak. Pikiranku tertuju sama kamu." ucap Olivia di dalam sambungan telepon selulernya. Itu artinya Olivia memiliki firasat kalau saat ini sahabatnya tidak dalam keadaan baik-baik saja.


"Bagaimana dengan kamu Apa kamu baik-baik saja?

__ADS_1


"Aku sehat. Aku meminta maaf kepada kamu gara-gara saya, kamu jadi terlibat dengan kebohongan ini. Mudah-mudahan Tuan Daniel tidak memecatmu.Jika ia mengetahui kalau kamu yang membantu aku pergi dari situ." ucap Olivia di dalam sambungan telepon selulernya. Membuat Vika memejamkan matanya. Itu artinya Daniel pasti mengetahui kalau Vikayang sesungguhnya membantu Olivia pergi dari kota Jakarta.


Ilmu teknologi yang dimiliki oleh Alex, membuat Alex dengan mudah mengetahui keberadaan Olivia saat ini, ketika sambungan telepon seluler itu tersambung. Alex mendeteksi keberadaan Olivia melalui jaringan telepon seluler Olivia dengan Vika


Alex bicara kepada Daniel "Olivia berada di luar kota tepatnya di Limbangan." Bisik Alex tepat di telinga Daniel. Daniel menatap tajam kearah Vika,


"Siapkan perjalanan kita sampai kesana!" perintah Daniel kepada Alex dan beberapa anak buahnya. Tanpa memberitahu kepada Vika kemana mereka akan pergi. Daniel, Alex meninggalkan Vika begitu saja di sana.


Vika yang sudah menyadari kalau Alex sudah mengetahui keberadaan Olivia saat ini. Dengan terburu-buru iya menggunakan telepon kantor untuk menghubungi Olivia. karena kebetulan ponsel milik Vika saat ini berada di tangan Daniel.


Vika berusaha menghubungi Olivia. Tetapi tak kunjung diangkat membuat Vika semakin khawatir.


"Ayo Olivia angkat teleponmu!" gumam Vika kwatir sembari terus menekan nomor ponsel milik Olivia. Karena tak kunjung mendapat jawaban dari nomor ponsel milik Olivia, kini Vika menghubungi nomor ponsel Milik ibu Florida.


Ibu Florida langsung menghampiri Olivia yang sedang sibuk membuat kue-kue yang akan ia jual esok hari. "Cepat kumpulkan pakaianmu. Kita harus pergi sekarang juga dari sini. Aku akan akan antarkan kamu ke rumah kerabat ibu, yang lokasinya tidak jauh dari sini." ucap Ibu Florida kepada Olivia membuat Olivia mengerutkan keningnya.


"Memangnya kenapa Bu kita harus pergi dari rumah ini Bu?


"Sepertinya Daniel sudah mengetahui keberadaanmu di sini. Vika memintaku untuk membawamu pergi dari sini. Lebih baik kita langsung menuju rumah kerabat ibu yang lokasinya tidak jauh dari sini." ucap Ibu Florida kepada Olivia membuat Olivia pun terhenyak.


Olivia langsung membereskan barang bawaannya dan pakainya ia masukkan ke dalam koper miliknya. Begitu juga dengan ibu Florida. Saat itu juga, Ibu Florida dan Olivia pergi dari rumah yang selama ini ditempati Ibu Florida.

__ADS_1


****


"Ada gerangan apa kamu datang kemarin Florida? tidak biasa Biasanya kamu panik seperti ini? pertanyaan dilontarkan oleh Pak Benri. Kemudian ibu Florida pun memberitahu maksud dan tujuannya datang membawa Olivia ke sana membuat Pak Benri sedikit ragu untuk menerima Olivia di sana.


Tetapi setelah Ibu Florida menjelaskan semuanya, tanpa ada yang ditutup-tutupi sehingga Pak Benri dan ibu Wulan bersedia menerima Olivia di sana. Olivia menatap Ibu Florida dengan tatapan sendu. Ia merasa tidak enak hati.


Karena sudah terlalu banyak merepotkan Ibu Florida. "Maafkan saya bu!" karena saya Ibu jadi kerepotan seperti ini. Olivia sudah menyusahkan ibu." ucap Olivia kepada Ibu Florida.


Tidak apa-apa nak. Yang penting kamu terlepas dari lelaki yang tidak punya hati itu. Aku yakin jika kamu ditemukannya, tidak akan menutup kemungkinan dia akan meminta menggugurkan kandungan kamu. Seperti yang kamu katakan sebelumnya, apalagi ia dapat melakukan apapun karena harta kekayaan yang dia milikinya.


Jujur Ibu sangat kasihan kepadamu. Di usiamu yang masih muda seperti ini, kamu harus menghadapi masalah yang cukup berat. Tetapi ibu yakin Allah tidak akan memberikan cobaan yang tidak mampu kita hadapi. Jadi kamu tenang saja, suatu saat kamu pasti akan meraih kebahagiaan kamu." ucapkan Ibu Florida sambil langsung memeluk Olivia.


Olivia menangis sesungguhkan. " Baru saja aku tenang hidup bersama ibu Florida, tetapi saat ini lelaki itu mengusik kehidupanku lagi. apa yang harus aku lakukan saat ini Ya Allah?" Apakah aku hidup hanya ingin menderita? Sampai kapan aku harus seperti ini? Olivia membatin .


Deraian air mata mengalir jelas di wajah cantiknya membuat Pak Bendri dan ibu Wulan merasa tidak tega melihat Olivia saat ini gadis cantik dan rupawan itu begitu terpuruk. Usia kandungan Olivia saat ini sudah menginjak tiga bulan. Membuat pergerakan Olivia sudah semakin terbatas. Ya Allah kuatkan aku. Aku tidak ingin berbuat dosa yang lebih dan lebih lagi. Doa Olivia dalam hati. Tetapi ia tetap bersyukur, akhirnya Pak Benri dan ibu Wulan bersedia menerimanya sampai keadaannya aman.


****


Terlihat Daniel dan rombongannya sudah tiba di Limbangan. Alex langsung menuju kelurahan dengan membawa dua buah foto yang ada di tangannya. Permisi saya ingin bertemu dengan lurah di sini tanya Alex ketika ia sudah tiba di kantor lurah yang ada di desa Limbangan.


Bersambung....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2