
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Kini pasangan pengantin baru itu masih tertidur pulas Di sebuah kamar VVIP yang ada di hotel milik Nyonya Eliana. Mereka belum menyadari Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi. Entah karena faktor kelelahan malam itu, membuat tidur mereka bangun kesiangan.
Suasana kamar yang begitu nyaman membuat Olivia dan Daniel tertidur pulas. seolah mereka ingin terus berada di sana. Perut keroncongan yang membuat Olivia akhirnya terbangun dari tidurnya.
"Aduh perutku sangat lapar."gumamnya sambil bergeliat
Olivia meraba ponsel yang ada di atas nakas. lalu ia berusaha untuk duduk menyandarkan tubuhnya di headbed. "Astaga pantas saja perutku terasa lapar, Jam sudah menunjukkan pukul 09.30 gumamnya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya. Ia ingin bangkit dari tempat tidur. Tetapi rasanya tubuhnya terasa remuk dan lelah.
"Aduh tubuh aku sakit banget." keluh Olivia sambil memperhatikan suaminya yang masih tertidur pulas di sampingnya. Ia menatap wajah polos suaminya yang begitu menggemaskan. Membuat Olivia berniat untuk menjahili suaminya.
Olivia memainkan jemari tangannya di dada bidang suaminya. Terlihat jelas roti sobek berbentuk kotak-kotak di tubuh sixpack milik Daniel. Tidur saja suamiku terlihat tampan. Bagaimana jika dirinya sudah mengenakan pakaian santai atau pakaian kantor? pasti akan semakin terlihat tampan dan menggemaskan." gumamnya dalam hati sembari terus bermain jemarinya bagian tubuh sixpack milik Daniel.
Karena merasa gemas, Olivia menghujani suaminya dengan kecupan penghangat di bibir ranum suaminya. Membuat Daniel merasa terganggu. Ketika Olivia mengecup bibir ranum Daniel, Daniel langsung menarik tubuh istrinya kepelukannya. "Jangan mengundangku sayang. Kamu harus bertanggung jawab." ucap Daniel sambil langsung mengecup bibir manis Olivia.
Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Membuat Olivia sedikit kewalahan untuk bernafas. Apalagi sepertinya Daniel melakukan gerakan demi gerakan yang sangat luar biasa di sana.
Daniel melepaskan pagutannya agar Olivia dapat menghirup udara yang cukup. Setelah merasa cukup menghirup oksigen, Daniel kembali mengecup bibir manis Olivia. Tangannya sudah tetap mulai bergerilya di bagian gunung gambar Olivia. Ia pun sesekali mengecup gunung kembar yang bagai candu baginya.
"Mas sudah ah, tubuhku sudah remuk tadi malam, mas gempur." mohon Olivia sambil memberitahu kalau saat ini tubuhnya terasa lelah dan butuh istirahat. Siapa suruh tadi memancing mas? kamu harus bertanggung jawab. Lihat adik kecilku sudah lancang depan." ucap Daniel sambil menunjukkan adik kecil miliknya yang sudah terlihat membesar dan ingin menembus tembok pertahanan Olivia.
__ADS_1
Membuat Olivia langsung tertawa. Ia pun merasa tidak tega membiarkan suaminya Manahan yang cukup hebat di tubuhnya. Hingga Olivia pun akhirnya meladeni suaminya pagi itu.
Walaupun tubuh Olivia masih terasa lelah, setelah satu malam melayani suaminya di atas ranjang. Pagi itu permainan panas kembali terjadi di kamar pengantin yang di desain khusus untuk mereka berdua, menjadi saksi. Kalau mereka benar-benar menikmati malam pertama dan hari pertama sah menjadi suami istri.
Sekitar 30 menit kemudian, mereka sama-sama saling mencapai puncaknya. Membuat mereka pun sedikit berkeringat akibat olahraga pagi yang begitu menggairahkan.
"Mas, perut Olivia sudah lapar." ucap Olivia memberitahu yang sebenarnya kepada suaminya. Kalau saat ini Olivia sudah menahan lapar. Membuat Daniel merasa bersalah kepada istrinya. "Maafkan mas sayang, gara-gara Mas kamu harus menahan lapar." ucap Daniel sambil memberikan kecupan hangat di wajah cantik istrinya.
Kemudian Daniel menghubungi pihak hotel agar menyediakan menu sarapan pagi untuk mereka berdua di kamar. Karena ia tahu tubuh Olivia saat ini masih terasa lelah, sehingga Daniel memilih untuk sarapan pagi di kamar.
Setelah 15 menit menunggu menu makan sarapan pagi pun tiba di kamar. Sementara Olivia masih berada di kamar mandi untuk membersihkan diri. Olivia terhenyak seluruh bagian jenjang leher miliknya dan gunung kembar milik Olivia, terlihat tanda merah hasil karya dari suaminya. " Ya Allah begini amat Mas Daniel." gumamnya dalam hati sembari mengembangkan senyumnya memperhatikan mahakarya ciptaan Daniel di tubuhnya.
"Mas sebelum sarapan pagi, lebih baik Mas mandi dulu." ujar Olivia yang tak dapat dibantah oleh suaminya . Daniel pun langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk menyelesaikan ritual mandinya. sementara Olivia mempersiapkan baju ganti untuk suaminya.
Daniel sengaja mempersingkat ritual mandinya Karna Daniel tidak ingin membuat istrinya terlalu lama menunggu. Apalagi ia sudah tahu kalau istrinya saat ini sudah lapar karena belum sarapan pagi hari itu.
Daniel keluar dari kamar mandi dan langsung menggunakan pakaian yang sudah disediakan Olivia di sana. " Mas Sepertinya kita langsung makan saja deh. Olivia sudah sangat lapar." ucap Olivia sambil mengembangkan senyumnya menatap ketampanan suaminya yang begitu sempurna.
Olivia duduk, Lalu menyantap menu makanan sarapan pagi yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Begitu juga dengan Daniel. "Dimakan Sayang, kamu pasti sudah lapar." ujar Daniel kepada Olivia agar segera menghabiskan menu sarapan pagi yang sudah dipesan Daniel sebelumnya
Drama pagi itu pun telah usai. Olivia mengira, hari itu mereka akan segera kembali ke rumah utama Tuan Gladuks. Ternyata tebakan Olivia salah. Daniel masih menginginkan mereka menginap di sana.
Tetapi setelah Olivia berusaha membujuk suaminya, agar mereka segera check out dari kamar hotel itu. Dengan alasan Olivia sangat merindukan baby Arya Vito. alasan itu yang tak dapat dibantah oleh Daniel.
Sehingga Daniel pun akhirnya mengalah dan hari itu juga mereka check out dari Hotel Langsung kembali ke rumah utama keluarga Gladuks. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit dari hotel tempat Olivia dan Daniel menginap, Mereka pun akhirnya tiba di rumah utama keluarga Gladuks yang terlihat sangat luas, mewah dan cantik.
Membuat setiap orang yang tinggal di sana pasti akan terasa nyaman. Setelah mobil yang ditumpangi oleh Daniel dan Olivia tiba di rumah utama keluarga Gladuks, Nyonya Eliana pun terhenyak karena nyonya Eliana mengenal mobil Siapa yang masuk ke rumah utama keluarga.
"loh mereka kok sudah pulang?" gumam nyonya Eliana sembari terus berjalan menghampiri Olivia dan Daniel. "Kalian kok terus pulang? Apa kalian tidak ingin tetap ber bukan madu di sana? Oh iya mami lupa Mami ingin memberikan paket tour perjalanan bulan madu untuk kalian." ucap Nyonya Eliana membuat Daniel terhenyak.
"Boleh nggak mom, Daniel dan Olivia masuk dulu baru bertanya? soalnya kami baru sampai dan belum duduk juga, sudah disuguhi Pertanyaan-pertanyaan Mami lontarkan kepada kami." ucap Daniel sambil menatap Nyonya Eliana dengan tatapan penuh arti. Nyonya Eliana pun akhirnya meminta maaf dan meminta menantu dan putranya masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA ADA GIVEAWAY DI AKHIR BULAN