PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 25. TIBA DI LIMBANGAN


__ADS_3

Kenapa dari awal dia tidak memberitahuku kalau dia sedang sakit? Daniel kini semakin emosi mendengar apa yang dikatakan Fika kepadanya mendengar alasan Olivia yang tak kunjung hadir di kantor. "Maaf tuan untuk masalah itu, saya kurang tahu. Yang pasti Vika hanya mengetahui alasan Olivia tidak masuk ke kantor." ucap Vika sambil menunjukkan kepalanya.


lalu Daniel pun meminta Vika untuk meninggalkan ruangannya. "Mudah-mudahan Bos songong itu percaya apa yang aku katakan. Kalau aku jadi Olivia, pasti aku akan meminta pertanggungjawaban lelaki angkuh itu." Tika membatin sembari berjalan keluar dari ruang kerja Daniel.


"Sakit apa dia?


"Mengapa harus membutuhkan istirahat beberapa hari? Daniel membatin. Ia pun meraih ponselnya dan mencari nomor ponsel Olivia di sana.


Kring


Kring


Kring


Suara ponsel jadul milik Olivia terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya nomor ponsel Daniel Deg....


Jantung Olivia berdebar kencang, ketika melihat nomor ponsel ayah dari Bayi yang ada di dalam kandungannya menghubungi Olivia.


Olivia bingung saat ini harus melakukan apa. Jika ia tidak mengangkat telepon dari Daniel, maka tidak menutup kemungkinan Daniel akan menghampirinya ke rumah orang tuanya. Tak sudi rasanya berbicara dengan orang yang menghancurkan masa depannya. Olivia benar benar dilema. Pikirannya gusar dan buntu.


"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan saat ini? jika aku tidak mengangkat telepon seluler dari lelaki itu, maka sudah bisa di pastikan kalau Daniel datang menghampiri kak Anisa dan Ibu.


Bisa-bisa Ibu mengetahui kebohongan ini jika aku pergi tiba-tiba keluar kota karena mendapatkan tugas dari kantor. "Apa yang harus aku lakukan Ya Tuhan? berilah hambaMu petunjukmu. ucap Olivia seolah-olah bermonolog dengan Sang pencipta.


Karena suara jeritan ponsel itu tak kunjung berhenti, Olivia memutuskan untuk menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Daniel.


"Hallo selamat pagi," sapa Olivia dengan suara parau terdengar jelas suara seperti orang sakit. Daniel yang mendengar suara Olivia sedikit parau membuat dirinya yakin kalau saat ini Olivia benar-benar sakit.

__ADS_1


"Aku dengar dari Tika kamu sakit , Memangnya kamu sakit apa? Olivia terdiam


"Tidak apa-apa kok cuman hanya kurang enak badan saja." sahut Olivia sambil langsung mematikan sambungan telepon seluler dengan sepihak.


Daniel merasa kesal Olivia mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak. Tanpa mendengar jawaban Olivia dengan jelas. Kemudian Daniel mencoba menghubungi nomor ponsel Olivia kembali.


Tetapi Olivia tak kunjung mengangkat. berpuluh-puluh chat dikirimkan Daniel kepadanya. Tetapi Olivia tidak menjawab sama sekali. Kini Olivia bertekad untuk benar-benar pergi ke luar kota. Tetapi ia masih bingung kemana tujuannya saat ini.


Karena Olivia juga tidak ingin, kalau ibu Nurhaida dan Annisa mengetahui kehamilannya. Pasti ibu Nurhaida akan kecewa kepada Olivia. Begitu juga dengan Anisa.


Siang itu, Olivia sudah mengumpulkan seluruh pakaian ganti yang sudah dibawa Vika dari rumah kontrakan orangtuanya. Kini Olivia bertekad untuk benar-benar pergi ke luar kota. Yang entah ke mana tujuannya. Olivia benar-benar belum mengetahuinya.


Sore harinya Vika tiba di rumah kosnya. Ia melihat Olivia sudah seperti siap berangkat ke suatu tempat yang Vika sama sekali tidak mengetahui Ke mana tujuan sang sahabat.


"loh Olivia kamu mau ke mana? tanya Vika penasaran. "Bawa aku pergi dari sini, aku sudah tidak ingin tinggal di kota ini lagi. tolong bantu aku Vika, apa yang harus aku lakukan saat ini. Aku tidak ingin ibu dan kak Anisa mengetahui tentangku.


Itu artinya Olivia hari ini terus menangis. Vika langsung memeluk sahabatnya. "Yang sabar ya, pasti ada jalan keluarnya. Kamu jangan khawatir aku akan membantumu." ucap Vika langsung menghubungi nomor ponsel orang tua Vika yang ada di Desa.


Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung, Vika berbicara kepada orang tuanya dan berterus terang kepada Ibunya yang hanya tinggal sendiri di kampung. Karena Vika memilih bekerja di kota.


Vika cerita mengenai apa yang dialami Olivia saat ini. Awalnya orangtua Vika agak berat menerimanya. Karna ia kwartir sang big bos putrinya akan marah besar kepada mereka.


Tetapi setelah bernegosiasi dengan sang ibu dan meyakinkan orang tua Vika, akhirnya orang tua Vika bersedia kalau untuk sementara waktu Olivia tinggal di rumah Ibu Florida.


Saat itu juga, Vika dan Olivia langsung berangkat ke kampung kelahiran Vika. Dengan menggunakan bus tujuan Limbangan Jawa tengah. Ya orang Tua Vika tinggal di kecamatan Limbangan Jawa tengah. Setelah melakukan perjalanan Kurang lebih Enam jam, Olivia dan Vika tiba kampung Limbangan


"Jam sudah menunjukkan pukul 22.30 malam. Suasana desa sudah tampak sepi. Hanya ada beberapa warung kopi yang masih buka. Vika dan Olivia yang baru turun dari bus ingin kembali mencari becak bermotor untuk mereka tumpangi sampai ke kediaman orang tua Vika.

__ADS_1


"Maaf ya Sepertinya kita harus istirahat terlebih dahulu. Karena kita harus menunggu becak terlebih dahulu, untuk menghantarkan kita ke rumah orang tuaku. maklum rumah orang tuaku masih pelosok." ucap Vika sembari duduk di bangku halte yang tempat mereka turun.


Terlihat hamparan perkebunan teh yang begitu luas menyejukkan di mata, walaupun hari sudah malam.Suasana kampung kelahiran Vika begitu sejuk yang mampu membuat suasana hati semakin damai. "


Tiba-tiba becak bermotor datang menghampiri kedua sahabat itu." Becak neng?"


"Ya mang!" sahut Vika.


"Eh neng Vika Ternyata!" ucap abang becak kepada Vika yang melihat kehadiran kita dan Olivia di sana yang kebetulan Abang becak itu merupakan tetangga Vika di desa.


"Eh mang!" boleh antarin Vika kerumah?


"Boleh dong neng, kebetulan mamang juga sudah mau pulang kerumah. Sekalian Jaja." Sahut Abang becak. Vika membantu Olivia membawa barang bawaannya naik ke dalam becak. lalu Olivia dan Vika pun masuk ke becak agar mereka segera tiba di rumah.


Sedangkan ibu Florida yang sudah menunggu kedatangan Vika dan Olivia sudah tampak gelisah. karena Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 malam. "seharusnya mereka sudah sampai tetapi Mengapa sampai sekarang belum?" pertanyaan timbul di benak ibu fluorida yang sudah tampak gelisah menunggu Vika dan Olivia tiba di rumah.


Setelah menunggu sekitar 15 menit kemudian Olivia dan Vika pun tiba di rumah Ibu Florida diantarkan langsung oleh tetangga Ibu Florida sendiri.


"Ibu!" teriak Vika sambil mengetuk pintu rumah sederhana milik keluarga Vika. dengan langkah cepat Ibu Florida langsung membuka pintu.


Ceklek


Dengan sekali hentakan, pintu langsung terbuka. Ibu Florida keluar dari dalam rumah. dan ia melihat sosok putrinya sudah ada di sana, bersama sahabat yang sudah diberitahu oleh Vika sebelumnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓💓

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2