PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 120. AKU TAKUT MAS


__ADS_3

Ibu Flo Memangnya Vika ngapain pergi ke Limbangan? bukankah Vika sudah ditugaskan mas Daniel lagi di Jakarta?" tanya Olivia kepada Ibu Florida mengenai kepergian Vika ke limbangan bersama Alex. Ia Vika memang sudah tugas kembali di Jakarta. Tetapi Vika sangat merindukan almarhum ayahnya. Ia berniat ingin nyekar ke makam ayahnya." sahut Ibu Florida kepada Olivia.


Olivia menganggukkan kepalanya. Mendengar kata ayah, Olivia teringat kepada Pak Roberto yang saat ini sedang mendekam di penjara. Ia tidak tahu bagaimana kabar terbaru tentang Pak Roberto. Olivia belum pernah melihat Pak Roberto sama sekali ke balik jeruji besi.


Sikap dan tingkah laku Pak Roberto yang urakan dan sering sekali menghianati cinta ibu Nurhaida membuat Olivia memiliki rasa dendam tersendiri. Jika boleh dipisahkan Ayah dengan anak, Olivia enggan menyandang nama Roberto di belakang namanya. Karena setiap kali Olivia mengingat tingkah Pak Roberto yang sering sekali menyakiti Ibu Nurhaida dan menyakiti Anisa membuat darah Olivia mendidih.


Tetapi yang namanya ayah, tidak bisa dipisahkan. Dan tidak pernah ada mantan ayah. Darah Roberto mengalir di tubuh Olivia. Membuat Olivia tidak bisa memisahkan dirinya dari Pak Roberto. Ketika sudah selesai berbicara dengan ibu Florida, Olivia berniat menghampiri suaminya. Yang masih duduk bersantai di ruang tamu bersama Tuan Gladuks dan Nyonya Eliana.


"Mas bisa ikut Olivia sebentar? tanya Olivia penuh memohon. "Memangnya ada apa sayang?" sahut Daniel sambil bangkit dari tempat duduknya. "Maaf Pi, Mom....,sebentar ya! Daniel tinggal. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dibicarakan Olivia kepada Daniel." ucap Daniel kepada kedua orang tuanya.


Tuan Gladuks dan nyonya Eliana mengembangkan senyumnya. Lalu mempersilahkan Daniel mengikuti Olivia.


"Ada apa Sayang? sepertinya ada sesuatu hal penting yang ingin kamu bicarakan kepada Mas?" tanya Daniel ketika melihat raut wajah Olivia sangat serius.


Olivia tidak langsung menjawab. Dan ketika sudah berada di dalam kamar, Olivia bertanya kepada Daniel mengenai kondisi Pak Roberto yang saat ini berada di balik jeruji besi. Membuat Daniel terhenyak tiba-tiba saja Olivia menanyakan tentang Pak Roberto kepadanya.


Padahal selama ini Olivia tidak pernah peduli apa yang terjadi kepada Pak Roberto, setelah Apa yang dilakukan Pak Roberto kepada Ibu Nurhaida, Anisa dan Olivia yang menginginkan kematian Anisa.


Hal itu yang tidak bisa diampuni Olivia . penghianatan cinta ibu Nurhaida dan menginginkan kematian Anisa juga mencabuli anak di bawah umur membuat Olivia merasa malu dan sulit baginya untuk mengampuni Pak Roberto.


"Kondisi Papi di sana baik-baik saja. Asisten mas terus memantaunya di sana. Mas juga meminta kepada pihak lapas, agar memperlakukan papi dengan baik di sana." sahut Daniel membuat Olivia bernapas lega.


"Terima kasih Mas, kamu memang suami yang sangat luar biasa. Tanpa Olivia minta mas sudah melakukan segalanya Untuk Olivia." ucap Olivia sambil langsung mengalunkan tangannya di jenjang leher Daniek. lalu Olivia mengecup bibir manis Daniel.

__ADS_1


Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga lidah mereka saling bertautan di sana. Daniel menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan Olivia terhadapnya. Tangan Daniel sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar milik Olivia.


Padahal baby Arya Vito saat itu berada di kamar yang sama dengan mereka. Tetapi karena baby Arya Vito sedang tertidur pulas, membuat Daniel dan Olivia merasa nyaman untuk bercumbu mesra di dalam kamar.


Merasa sudah tidak tahan lagi menahan gairahnya, Daniel menuntun istrinya naik ke atas tempat tidur. Apalagi ketika Olivia mengalami koma selama beberapa minggu di rumah sakit, dan pemulihan yang lumayan lama. Daniel merasakan desiran yang sangat hebat di tubuhnya.


Kini Daniel benar-benar dilanda api asmara. Membuat Daniel pun terus menghujani istrinya kecupan demi Kecupan. Hingga satu jam lamanya permainan panas itu berlangsung. Akhirnya Olivia dan Daniel mencapai puncaknya.


"Terima kasih sayang kamu benar-benar sangat luar biasa. Aku mencintaimu Sayang." ucap Daniel sambil memberikan kecupan hangat di kening Olivia. "Sama-sama Mas, itu sudah menjadi kewajiban Olivia.


"Kamu tahu sayang? betapa khawatirnya Mas ketika kamu masih berada di rumah sakit. Dan kamu sama sekali tidak memberikan respon apa-apa kepada mas. Rasanya hari mas terasa hampa dengan tidak adanya kamu dirumah." ucap Daniel sambil terus mengelus rambut Olivia.


****


Daniel sengaja memarkirkan mobil miliknya langsung ke dalam garasi, lalu menutupnya rapat-rapat. Ia ingin beristirahat di sana mengingat perjalanan mereka dari Jakarta menuju Limbangan cukup menguras tenaga. apalagi Alex menyetir mobil sendiri.


"Kamu tidur di sini saja, Aku di kamar sebelahnya. Jika kamu memerlukan sesuatu atau kamu membutuhkan bantuan panggil saja aku." ucap Alex kepada Vika. Vika terdiam. Ada rasa takut di hati Vika. Apalagi Vika sering sekali menonton film horor. Vika terbayang kalau di dalam villa memiliki penunggu sama seperti yang Vika tonton di televisi.


Tapi mas, Vika takut tidur sendiri.


"Kenapa kamu takut? Kan ada Aku di samping kamar mu!" sahut Alex meyakinkan Vika agar tidak merasa ketakutan. Tiba-tiba suara petir dan hujan lebat membuat Vika semakin ketakutan.


Setelah suara petir yang begitu kencang terdengar jelas di telinga mereka, membuat Vika terhenyak lampu di Villa pun mati.Bukan hanya di Villa saja yang mati lampu melainkan seluruh kampung membuat rasa takut Vika semakin menjadi.

__ADS_1


"Mas Alex aku taku!" Vika sudah gemetaran sambil memeluk Alex. "Jangan takut ada aku disini menjagamu." ujar Alex sambil meraih ponsel yang di ada di saku celananya. Membuka center ponselnya. "Sudah lebih baik kamu tidur saja.


"Tidak Mas, Vika di sini saja. Vika takut, temani Vika di sini. " mohon Vika kepada Alex agar Alex tidak meninggalkannya sendirian. Alex menghela nafas berat. Alex menuntun Vika masuk ke dalam kamar.


"Kamu tidur saja. Aku akan di sini menjagamu." ujar Alex meminta kepada Vika untuk memejamkan matanya. Bagaimana mungkin aku bisa tidur seperti ini? semuanya gelap. Alex meraba nakas yang ada di dalam kamar. Mencari sesuatu di sana.


Alhamdulillah Alex menemukan lampu emergency di sana. Alex berusaha menghidupkan lampu emergency itu hingga hidup kembali. "Horeeeee, lampunya hidup." teriak Vika sambil langsung memeluk Alex.


Bukan lampu listriknya yang hidup Vika sayang, tetapi ini lampu emergency yang disediakan di kamar ini." ucap Alex membuat Vika langsung terdiam. Vika kembali bangkit memperhatikan lampu yang dihidupkan oleh Alex. lalu ia menganggukkan kepalanya.


"Sudah lebih baik kamu tidur. lagian tidak gelap lagi. Vika menganggukkan kepalanya lalu membaringkan tubuhnya di sana. Sementara Alex duduk di atas kursi yang berada di dalam kamar.


"Mas Alex bisa tidur di sini .Tetapi ada batasnya bantal guling." ujar Vika dibalas senyuman dari Alex.


"Bagaimana kalau saya kebablasan?


"Paling Vika meminta pertanggungjawaban dari mas Alex." jawab Vika dengan santai tidak mau kalah dari Alex.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

__ADS_1


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN


__ADS_2