
Daniel meminta Brams untuk menurunkan jabatan dari suami Ibu Endang. Membuat Brams bingung Mengapa tiba-tiba Daniel memintanya menurunkan jabatan Burhan yang merupakan suami dari Ibu Endang.
"Memangnya ada apa Tuan mengapa Tuan meminta saya untuk menurunkan jabatan Burhan?
"Tidak perlu banyak tanya. Kerjakan saja apa yang saya perintahkan. Jika kamu masih ingin tetap bekerja di sini." ucap Daniel sambil meninggalkan Brams di sana.
Alex mengikuti langkah Daniel masuk kedalam mobil mewah milik Daniel. "Hantar saya ke villa." Perintah Daniel kepada sang sopir yang menemani perjalanan Daniel dan Alex mencari keberadaan Olivia.
"Tuan apa tidak sebaiknya kit kembali saja ke Jakarta?
"Kamu dan yang lainnya yang kembali ke Jakarta, setelah mengantar saya sampai ke Villa." sahut Daniel dengan nada datar. Pandangan menatap lurus ke depan.
"Untuk beberapa hari kedepan. Saya percayakan kamu untuk menangani urusan kantor." ucap Daniel kepada Alex.
" Tapi Tuan!"
"Tidak ada tapi tapi. Lakukan yang saya perintahkan." sahut Daniel tidak ingin dibantah oleh Alex. Alex akhirnya mengangguk paham.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit. Kini Daniel Gladuks, Alex dan beberapa anak buahnya sudah tiba di sebuah villa yang lokasinya tepat di perkebunan teh milik Daniel. Alex melihat hamparan perkebunan teh yang cukup luas di sekeliling villa.
Alex begitu takjub melihat kemewahan villa yang dimiliki keluarga Gladuks disana. Kaena ini yang pertama sekali Alex menginjakkan kaki Di area Limbangan. Ia tidak mengetahui kalau selama ini Daniel memiliki Villa mewah yang ada di sana.
"Ini villanya Tuan!" tanya Sang sopir kepada Daniel dan Alex. Yang belum mengetahui dimana lokasi villa yang dimaksud Daniel. Daniel menganggukkan kepalanya. Pertanda benar kalau villa yang berada Diana merupakan villa milik Daniel.
"Terlihat pasangan suami istri paruh baya sudah membuka pintu gerbang menyambut kedatangan Daniel di villa. Kaena sebelumnya Daniel sudah memberitahu kedatangannya,agar Pak Hasan dan istrinya membersihkan area Villa.
Pak Hasan dan istrinya yang bertugas mengurus villa mengebangkan senyumya menatap Daniel yang masih duduk di bangku penumpang mobil mewah miliknya.
__ADS_1
"Selamat datang Tuan." sapa Pak Hasan ketika melihat mobil milik Daniel sudah masuk ke area villa. Daniel sama sekali tidak menjawab. Ia hanya menatap ke depan lalu meminta sang supir menghentikan mobilnya tepat di depan bila.
Setelah sang Sopir membuka pintu. Terlihat Daniel Turun dengan gaya elegannya. Ia menelisik area villa yang sudah begitu banyak berubah di sana.
"Mang apa sebelu saya Ke villa ini, papi pernah datang?"
"Tidak Tuan. Tuan Gladuks sudah sekita enam bulan tidak pernah singgah di villa ini Tuan." sahut Pak Hasan sambil membungkukkan badannya.
Daniel mengangguk lalu pergi meninggalkan pak Hasan berniat untuk istirahat di Villa.
"Kalian pulang ke Jakarta sekarang." perintah Daniel kepada Alex dan anak buahnya. Mobil mewah milik Daniel di parkiran di garasi villa.
Sementara Alex dan anak buahnya menaiki mobil lainnya.
"Kalau begitu kami pamit Tuan. Tolong jaga kesehatan Tuan dan jangan lupa Istirahat." ujar Alex mengingatkan Daniel agar tidak larut dalam masalah kepergian Olivia.
"Tidak!" saya ingin istirahat saja. Sahut Daniel sambil berlalu meninggalkan Pak Hasan, menuju kamar yang letaknya mengarah ke perkebunan teh miliknya.
"Dimana kamu Olivia? berani-beraninya kamu melarikan diri dariku. Aku tidak akan mengampunimu jika aku sudah menemukanmu. Kamu tahu pasti kalau aku selalu bisa mendapatkan apa yang kuinginkan semenjak kecil. Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja dengan membawa darah daging Ku.
Bagaimanapun aku juga memiliki hak atas Anak yang ada di dalam kandungan kamu Karena aku tahu itu pasti anakku." Daniel bermonologi sendiri sembari membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran King size itu.
"Aku tidak akan membiarkan lelaki maupun dipanggilnya Ayah selain diriku. Jadi jangan salahkan aku. Aku harus mencarimu sampai dapat. Saya Daniel Gladuks, selalu dapat yang ia inginkan. Jangan pernah kamu merasa dapat berlari dariku Olivia. Rahang Daniel kembali mengeras ketika mengingat sosok Olivia dan anak yang ada di dalam kandungannya bahagia bersama lelaki lain. Dan anak darah daging Daniel sendiri memanggil Ayah kepada lelaki lain.
Hal itu yang tidak dapat diterima Daniel. Daniel berusaha memejamkan matanya. Tubuh lelahnya terasa remuk. perjalanan dari Jakarta ke Limbangan cukup jauh membuat dirinya sedikit kelelahan. apalagi Setelah tiba di desa Limbangan, Daniel dan Alex berputar-putar mencari keberadaan Olivia yang hingga sekarang tak kunjung ia temukan.
Pikiran Daniel berkecamuk. seolah dirinya tidak memiliki kemampuan apa-apa saat ini. Padahal selama ini Daniel dapat melakukan apapun yang ia inginkan. Tetapi hanya mencari Olivia saja, Mengapa sosok Daniel tidak mampu? Deni Daniel merasa tidak memiliki arti hidup.
__ADS_1
"Aku akan menemukanmu Olivia. cepat atau lambat itu pasti terjadi. gumamnya sembari terus memejamkan matanya berharap Daniel dapat tertidur pulas. tetapi hingga berjam-jam memejamkan matanya Daniel tak kunjung tidur bayangan Olivia dengan perut membuncit itu terus terngiang dipikiran Daniel.
Dimana kamu sekarang Mengapa kamu tega kepadaku membiarkan aku seperti ini. Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Daniel berniat menghubungi nomor ponsel milik Olivia berharap sambungan telepon selulernya tersambung kepada Olivia.
Tetapi ketika dia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya Ketika menemukan nomor kontak milik Olivia di ponselnya tak kunjung ada jawaban.
Pagi hari yang indah matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Sinar matahari menyinari kamar mewah milik Daniel. Daniel keluar dari kamar yang ia tempati. Terlihat wajah Daniel begitu kusut. "Selamat lagi Tuan!" sapa Ibu Surti istri dari pak Hasan.
"Pagi Bi!"
"Bi ada tidak sarapan pagi yang enak disini?"
"Ada Tuan, di warung yang ada di ujung desa masakannya enak sekali. Kalau tuan tidak mau makan masakan Bibi, sok Bibi belikan disana. Pasti Tuan akan ketagihan deh. ucap Bi Surti.
"Ya sudah Bi, tolong belikan Untuk saya " ucap Daniel sambil memberi uang pecahan seratus ribu kepada Bi Surti.
"Ya Allah Taun, banyak sekali?
"Tidak apa apa. Beli juga untuk anak ibu dan Pak Hasan." sahut Daniel dibalas anggukan dari Daniel.
Bi Surti berlalu dari Villa menuju warung yang lokasinya sekitar 500 meter dari Villa. Bi Surti menggayuh sepedanya menuju warung penjual sarapan pagi.
Bersambung.....
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓🙏
SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP KEMBALI, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK. "JODOH DI USIA SENJA"
__ADS_1