PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 142. PERNIKAHAN VIKA DAN ALEX


__ADS_3

Tetapi tidak membuat Elektra mengurungkan niatnya pergi dari apartemen itu."Dasar wanita gila, sepertinya Wanita itu sudah sinting menginginkanku hamil anak dari Herman dan memberiku hadiah. Mana ada wanita seperti itu, atau dia salah satu keluarga dekat Mas Herman? pertanyaan demi pertanyaan berputar-putar di otak Amara. Ia belum bisa memecahkan Apa maksud dan tujuan Elektra memintanya untuk segera hamil keturunan dari Herman.


Beberapa menit kemudian, setelah Elektra meninggalkan apartemen yang selama ini ditempati oleh suaminya dengan Amara. Ia pun mencari tahu tentang Amara betul tidaknya Amara saat ini sedang hamil anak dari suaminya sendiri.


Elektra menghubungi salah satu anak buahnya untuk mencari tahu tentang Amara terlebih mengenai kehamilan Amara sama seperti pengakuan Amara saat berada di apartemen milik suaminya


"Saya tidak mau tahu, kalian cari tahu tentang Amara benar tidaknya dia saat ini sedang hamil." perintah Elektra di dalam sambungan telepon selulernya kepada anak buahnya. lalu ia langsung mematikan sambungan telepon selulernya.


Elektra masuk ke dalam mobil mewah miliknya. Ia melajukannya ke arah jalan raya menuju rumah mewah yang selama ini ia tempati. Tentunya Herman juga tinggal di sana.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 40 menit Elektra tiba di rumah dan ia mendapati Herman sudah berada di sana. "Kau dari mana saja sayang? mas mencarimu kemana-mana. Apa kau tahu aku memberikan kabar bahagia kepadamu." ucap Herman sambil memperlihatkan sebuah amplop putih kepada Electra.


Membuat Elektra merasa bingung hadiah apa yang akan diberikan kepada suaminya dengan memberikan sebuah amplop putih. "Apa ini mas? tanya Elektra penasaran.


" kamu buka saja sayang, itu pasti akan membuat kamu bahagia, sesuai dengan apa yang kamu minta." ucap Herman Elektra pun membuka amplop itu.


perlahan Ia membuka isi dalamnya terlihat sebuah amplop ber kop surat sebuah rumah sakit yang mengatakan kalau saat ini Amara sedang hamil. Electra terdiam perlahan ia tersenyum menatap suaminya. Dari hasil pemeriksaan dokter, kalau saat ini Amara sedang hamil sesuai dengan yang mereka inginkan.


"Bagus kalau begitu. Pastikan rencana kita berhasil mas, Aku tidak ingin wanita itu tidak memberikan anaknya kepada kita. karena ia mengatakan dirinya tidak akan memberikan anaknya kepada siapa-siapa." ucap Elektra kepada Herman.

__ADS_1


Membuat Herman mengerutkan keningnya "Memangnya kapan kamu bertemu dengannya sayang? tanya Herman penuh selidik. " Aku sengaja datang ke apartemenmu, tetapi kamu tidak ada di sana dan saat aku duduk di sana, dia pulang dan ia penasaran siapa diriku.


"Apa kau memberitahunya Kalau kau itu istriku?" tanya Herman penuh selidik.


" Tidak, untuk saat ini aku tidak akan memberitahu kepada Amara siapa jati diriku di kehidupan kamu. Tetapi ketika kita sudah mendapatkan misi kita, aku akan memberitahu siapa aku sebenarnya." ucap Elektra sambil mengembangkan senyumnya.


Herman meraih tubuh Elektra kepelukannya "Untuk memenuhi keinginanmu dan membuat kamu bahagia, Mas rela melakukan apapun karena kamu memang wanita yang sangat luar biasa yang mampu memporak-porandakan hati Mas." ucap Herman sambil memberikan kecupan hangat di kening Elektra membuat Electra merasa bahagia.


Sementara di tempat lain, Alex dan Vika yang sudah merencanakan pernikahan mereka sudah terlihat rampung sekitar 90% persiapan pernikahan mereka termasuk dari catering foto prewedding dan juga gaun pengantin yang sudah dipesan khusus ke salah satu butik ternama langganan Nyonya Eliana.


"Sayang Apa kau tahu Mas sudah tidak sabar lagi ingin segera bersanding denganmu." ucap Alex sambil meraih tangan Vika sembari memberikan kecupan hangat di punggung tangan Vika, Karena ia benar-benar merasa bahagia, akhirnya sebentar lagi mereka akan sah menjadi suami istri. Apalagi Ibu Florida juga merestui hubungan mereka dan nyonya Eliana juga sangat mendukung hubungan antara Vika dengan Alex.


Daniel dan Olivia turut menghadiri acara akad nikah dan resepsi pernikahan Alex dan Vika. tidak lupa Ibu Nurhaida, Pak Roberto ,Anisa dan yang lainnya ikut menghadiri acara resepsi dan akad nikah Vika dan Alex yang diselenggarakan di hotel milik Nyonya Eliana sendiri.


Terlihat Vika berada di sebuah kamar rias yang sudah disediakan oleh pihak hotel kini tiga orang MUA sudah datang menghampiri Vika untuk merias Vika, sebelum acara akad nikah diadakan.


"Hello besty Apa kamu sudah siap untuk dirias? tanya salah satu MUA yang berparas cantik dan anggun layaknya seorang wanita walaupun dirinya seorang pria. Ian bersifat layaknya seorang wanita. Vika tertawa cengengesan melihatnya yang berpenampilan cantik tetapi berjenis kelamin lelaki, itu mengganggukan kepalanya. Pertanda Vika sudah siap untuk dirias.


Satu menata rambut dan satu lagi merias wajahnya ada yang mencat kuku kaki dan tangan Vika, agar terlihat cantik dan anggun. Setelah 1 jam di rias, terlihat Vika sudah cantik mengenakan gaun kebaya berwarna silver senada dengan hijabnya.

__ADS_1


"Wow kamu cantik sekali besty, tidak sia-sia aku merias mu pasti Tuan Alex akan terpesona kepadamu jika melihatmu berpenampilan ucap salah satu MUA Sambil tertawa melihat penampilan Vika yang berpenampilan layaknya seorang seorang Miss universe.


Nyonya Eliana dan ibu Florida datang menghampiri Vika ke kamar rias. Vika, sepertinya penghulu sudah datang. Apa kamu sudah siap? tanya Nyonya Eliana dan ibu Florida yang baru tiba di ruang rias. Vika mengembangkan senyumnya. " Bu Aku gugup Bagaimana ini? tanya Vika yang merasa dirinya gugup ketika acara akad nikahnya akan dimulai.


Nyonya Eliana mengembangkan Senyumnya. "Itu biasa sayang, kamu tidak perlu khawatir semua orang yang akan menikah pasti mengalami hal yang sama. Vika mengembangkan senyumnya berusaha untuk menenangkan denyut jantungnya yang sedari tadi berdegup kencang.


Karena dirinya merasa gugup jika dihadapkan dengan pria yang akan menikahi dirinya. Apalagi itu di hadapan orang banyak dan juga Pak penghulu. Di tempat lain, terlihat Alex tampak gelisah Karena ia merasa gugup acara akad nikah akan segera dimulai."Aduh bagaimana ini Aku merasa gugup." gumamnya dalam hati.


Daniel yang melihat raut kegelisahan dan kekhawatiran di wajah Alex, datang menghampirinya. " Kamu kenapa Sepertinya kamu gelisah?" tanya Daniel penuh selidik lalu Alex pun memberitahu apa yang ia rasakan saat ini. Kalau dirinya benar-benar gugup dan khawatir melakukan kesalahan ketika mengucapkan ijab kabul.


Membuat dirinya semakin gelisah dan mondar-mandir disana. Daniel mengembangkan senyumnya. Kamu tenang saja. Anggap saja kau sedang melakukan tugas di kantor, setelah aku memerintahkan sesuatu kepadamu kamu. Tidak perlu khawatir.


Tetapi itu biasa semua orang merasakan hal yang sama, seperti yang kau rasakan saat ingin melangsungkan ijab Kabul. aku juga merasakan hal yang sama ketika menikah dengan Olivia. Tetapi dengan satu tarikan nafas, Aku mengucapkan ijab kabul itu dengan benar. Habis itu langsung bernafas lega tinggal mengadakan rencana resepsi pernikahan saja. Aku yakin kamu juga mampu melakukannya." ucap Daniel sembari menenangkan Alex.


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak

__ADS_1



__ADS_2