
Kala Tuan Gladuks berusaha untuk mengembalikan kepercayaan Nyonya Eliana terhadap Tuan Gladuks. Di tempat lain Amara dan Alvaro menyusun rencana untuk menghancurkan keluarga Gladuks. Karena mereka tidak terima diusir oleh Tuan Gladuks dari rumah utama Tuan Gladuks sendiri.
"Aku tidak akan membiarkan kehidupan keluarga Gladuks hidup dengan tenang. Dia sudah merusak impian kita yang ingin menguasai harta kekayaan keluarga yang dulu sudah kita nikmati. Sekarang kehidupan kita serba kekurangan dan kembali tinggal di rumah kontrakan kecil ini. Aku ingin mengambil semua harta kekayaan milik keluarga Gladuks bagaimanapun caranya." ucap Amara kepada Alvaro berharap Alvaro menyetujui rencana Amara.
"Maksud kamu apa?
"Jadi laki-laki itu seharusnya kamu bijak. Lebih bijak dariku seorang wanita. Apa kamu mau tetap tinggal di rumah kontrakan kecil dan pengap ini? Apa kamu tidak ingin kembali menikmati harta kekayaan keluarga Gladuks?"
" Aku benar-benar menginginkan harta itu kembali dapat aku nikmati dan aku kuasai. entah itu bagaimana caranya yang pasti aku tidak ingin tinggal di sini lagi." ucap Amara sembari beranjak dari tempat duduknya berjalan keluar dari rumah kontrakan itu.
Nyonya Julia yang tidak mengetahui rencana besar Amara mengerutkan keningnya.
"Apa maksudmu Amara mengatakan seperti itu?" tanya Nyonya Julia penasaran rencana besar apa yang akan dilakukan putrinya terhadap tuan Gladuks."
" Mama tenang saja, Mama tinggal ikutin saja rencana Amara. Amara akan menikah dengan Daniel. dan dengan aku menikah bersama Daniel, pasti harta kekayaan milik keluarga Gladuks jatuh ke tanganku.
"Ide yang bagus!" ucap Nyonya Julia dan Alvaro sambil menjitakkan tangannya ke atas udara. Tapi bagaimana mungkin Daniel bersedia menikahi kamu?" tanya Nyonya Julia dan Alvaro.
"Kalau punya otak itu dipakai Jangan hanya ditaruh di dengkul. Ikutin saja rencana Ku." ucap Amara Sambil tertawa ngakak.
"Terserah kamulah apa yang akan kamu lakukan terhadap keluarga Gladuks yang pasti aku ingin kembali menikmati harta kekayaan mereka. Bila penting kuras habis harta kekayaan mereka, hingga mereka Jatuh miskin dan merasakan seperti apa yang kita rasakan saat ini." ucap Nyonya Julia bersemangat mendapat ide cemerlang dari putrinya.
Amara berpamitan kepada Nyonya Julia. Entah rencana apa yang akan dilakukan Amara saat ini, yang pasti hanya Amara yang mengetahuinya. Karena Dirinya belum memberitahu rencana itu kepada Alvaro dan juga Nyonya Julia.
Di sepanjang perjalanan dengan menggunakan taksi online yang ia pesan sebelumnya, dengan menggunakan aplikasi yang berada di layar ponselnya. Ia pergi ke kantor milik Tuan Gladuks.
__ADS_1
Tetapi ketika Amara tiba di kantor Tuan Gladuks ia dikejutkan dengan kabar tentang kebangkrutan Tuan Gladuks. Ia tidak mengetahui sekarang pemilik sah kantor itu adalah Olivia.
Daniel sengaja mengalihkan harta kekayaannya menjadi atas nama Olivia. Entah Apa yang direncanakan Daniel, membuat Daniel mengalihkan perusahaan milik Tuan Gladuks menjadi atas nama Olivia saat ini.
" Apa?
"Papi Gladuks bangkrut? tidak mungkin, tidak mungkin papi Gladuks bangkrut. Kalian pasti bohong!" teriak Amara kepada salah satu karyawan yang bertugas di perusahaan itu.
"Anda siapa?
"Mengapa anda tidak percaya kalau Tuan Gladuks sudah bangkrut? dan saat ini kami tidak mengetahui Di mana keberadaan tuan Gladuks.
Tiba-tiba seorang pria yang menjadi kepercayaan Daniel untuk menjalankan perusahaan yang selama ini dikelola oleh Tuan Gladuks, masuk ke kantor itu.
Karena sepengetahuan mereka Arif lah yang mengelola perusahaan itu saat ini.
"Arif? sepertinya aku pernah mengenal namanya. Tetapi dimana ya?" gumam amara dalam hati sembari memperhatikan sosok Arif berjalan masuk ke ruang CEO perusahaan itu.
Amara membuka ruang kerja Arif, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Dimana Papi? Mengapa kamu yang duduk di sini? Amara langsung melontarkan pertanyaan itu kepada Arif. Arif mengerutkan keningnya. Ia tahu betul Siapa wanita yang datang menghampiri dirinya.
"Maksud kamu siapa? Saya tidak paham. tanya Arif pura-pura tidak mengetahui siapa yang dimaksud Amara. "Ini perusahaan papi ku dimana Papi Gladuks? ngapain Kamu duduk di ruang kerja papi Ku? Amara meninggikan nadanya.
"Papi Mu yang mana kamu maksud? setahuku Tuan Gladuks hanya memiliki satu anak saja yaitu Daniel. Kamu siapa kok ngaku-ngaku anak dari Tuan Gladuks?
__ADS_1
Amara terdiam dan tidak dapat menjawab pertanyaan Arif. "Jangan banyak tanya. dimana Papi Gladuks sekarang?
" saya tidak mengetahui di mana Tuan Gladuks saat ini. Yang pasti Tuan Gladuks sekarang sudah Jatuh miskin dan bangkrut. seluruh saham miliknya sudah dijual kepada saya. Satu persen saja tidak ada lagi saham tuan Gladuks di perusahaan ini." ucap Arif membuat Amara terhenyak.
"Tidak mungkin Papi Gladuks bangkrut secepat ini, secara perusahaan milik papi Gladuks cukup besar dan memiliki cabang dimana-mana.
" Anda jangan menutup telinga. Seharusnya Anda mendengar pemberitaan tuan Gladuks di kalangan bisnis.
"Anda mengatakan demikian berarti anda menuduh saya berbohong. Jika anda tidak percaya, lebih baik anda tanyakan langsung kepada setiap karyawan yang bekerja di sini. Dan perlu Anda ketahui, saat ini saya pemilik sah perusahaan ini. Jadi tolong tinggalkan saya dari sini dan jangan mengganggu pekerjaan saya." ucap Arif dengan lantang membuat nyali Amara menjadi menciut.
Amara keluar dengan kemarahannya. Ia tidak percaya kalau saat ini Tuan Gladuks sudah benar-benar bangkrut. Sehingga ia berusaha mencari informasi mengenai perusahaan yang selama ini dikelola oleh Tuan Gladuks dan ternyata yang dikatakan Arif benar adanya, kalau saham milik Tuan Gladuks sudah dijual olehnya.
Tetapi ia tidak mengetahui kemana Tuan Gladuks menjual saham itu. Sepeninggalan Amara, Arif langsung menghubungi nomor ponsel Daniel dan memberitahu kedatangan Amara ke kantor Tuan Gladuks. Hingga Daniel pun langsung mengembangkan senyumnya.
"Pasti dia ingin harta kekayaan papi. untungnya perusahaan itu sudah beralih nama menjadi nama Olivia. Aku tahu mereka tidak akan tinggal diam dan ingin menuntut harta gono gini atas perceraian Papi dan nyonya Julia. Aku tidak sebodoh itu Amara! lebih baik urungkan niatmu untuk menggugat harta gono gini milik keluarga Ku. Karena itu tidak akan mungkin terjadi." Daniel bermonolog sendiri ketika sudah mendapat telepon seluler dari Arif.
Olivia datang menghampiri Daniel. Mas kenapa berbicara sendiri? seperti orang yang tidak waras." ucap Olivia sambil terkekeh. "Memangnya kamu mau Papinya Arya Vito lelaki yang tidak waras?" ucap Daniel sambil langsung meraih tubuh Olivia kepelukannya. "Habis mas ngomong sendiri , siapa coba yang tidak mengira Mas itu seperti yang tidak waras berbicara sendiri." ucap Olivia sambil mengembangkan senyumnya
"Nanti kamu juga akan tahu." ucap Daniel kepada Olivia
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1