PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 108. DISIKSA HABIS-HABISAN


__ADS_3

Salah satu lelaki itu datang menghampiri Olivia. "Kamu sudah sadar ternyata? tanya pria itu dengan Ketus. Tiba-tiba gas di perut Olivia ingin keluar karena isi dalam perut Olivia saat ini hanya angin dan cairan


"Puuuut ...


"Puuuut ....


Suara kentut Olivia terdengar jelas di telinga para lelaki yang menculik Olivia yang berjaga di sana. Tentunya Olivia tidak mengetahui apa motif mereka menculik Olivia.


"Cantik-cantik Kamu bou sekali." teriak salah satu pria yang berjaga di sana. Olivia sama sekali tidak menjawab. Justru ia mengeluarkan gas beracunnya lagi. Membuat pria itu pun menampar Olivia hingga cap lima jari terlihat jelas di wajah Olivia yang cantik dan rupawan.


"Lepaskan saya! apa mau kalian? saya akan berikan apapun yang kalian inginkan. asalkan kalian melepaskan aku." Olivia berusaha bersuara. Walaupun mulut Olivia ditutup dengan lakban oleh para lelaki yang sengaja menyekap Olivia.


Salah satu pria yang ada di sana menetap kasihan kepada Olivia. Karena sudah terlihat lemas dan tak berdaya Lagi. Sepertinya wanita itu sudah haus dan lapar. Apa kita tidak sebaiknya memberikan dia minum dan makan?tanyan pria itu kepada teman-temannya yang ikut berjaga di sana.


Tak ada satupun yang setuju usulan dari lelaki yang menaruh kasihan kepada Olivia."Kalau saya tidak memerlukan uang untuk biaya pengobatan ibu saya. Saya tidak akan melakukan kejahatan ini." gumam Aska dalam hati. Karena ia merasa tidak tega melihat kondisi Olivia yang sudah terlihat lemah. Apalagi ketika salah satu rekannya memberikan tamparan yang cukup hebat di wajah cantik Olivia.


Diam-diam Aska memberikan Olivia air minum. Berharap Olivia dapat bertahan. Ia tidak ingin Olivia harus merenggang nyawa di sana. Ketika para rekan Aska sedang asyik meminum minuman alkohol, Ia menghampiri Olivia kembali.


"Maaf Nyonya, saya terpaksa melakukan kejahatan ini terhadap nyonya. Karena saya tidak memiliki pilihan lain. Jika saya melakukan kejahatan ini maka saya akan dapat membiayai pengobatan ibu saya." ucap Aska dengan nada pelan agar rekannya tidak mendengarnya.Perlahan Aska membuka perban yang ada di mulut Olivia. lalu memberikan air mineral untuk Olivia.


Setelah Olivia merasa puas ,meminum air mineral, Aska kembali menutup mulut Olivia agar rekan-rekannya tidak mengetahui apa yang sudah dilakukan Azka kepadanya.

__ADS_1


Olivia memberi kode kepada Aska agar segera menghubungi suaminya Daniel. Tetapi Aska merasa ketakutan. Takut diketahui para rekannya dan dia yang menjadi tumbalnya kelak.


Olivia pun terdiam.Ia tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada Aska. Tetapi tidaknya Aska sudah membantu dirinya dengan memberikan air mineral kepada Olivia. Karena posisi Aska pun saat ini sedang terancam. Tiba-tiba suara tepuk tangan terdengar jelas di telinga Olivia. lebih tepatnya tepuk tangan Nyonya Julia dan Hendarson yang datang menghampiri Olivia yang sudah terlihat lemah.


"Ho....ho.... ho, Ada Nyonya Daniel Gladuks yang sudah terlihat lemah di sini. Kita lihat saja nanti apa yang dapat dilakukan suami kamu dan ayah mertua kamu yang sombong itu."ucap Nyonya Julia sambil menarik rambut Olivia sesukanya membuat Olivia meringis kesakitan.


Olivia tidak dapat berkata-kata. Ia hanya dapat meringis kesakitan. Tetapi Nyonya Julia seolah tidak peduli. Sudah seperti manusia dirasuki setan.Nyonya Julia terus menghajar Olivia habis-habisan. Membuat Aska merasa tidak tega melihat Olivia yang dihajar habis-habisan oleh nyonya Julia.


Aska menutup matanya, ketika Nyonya Julia memberikan tamparan yang cukup hebat di wajah cantik Olivia. Hingga Darah segar keluar dari sudut bibir Olivia." Panggil suami kamu ke sini dan minta uang tebusan sebesar 1 miliar rupiah. Jika kamu ingin selamat." ucap Nyonya Julia kepada Olivia.


Olivia menatap Nyonya Julia dengan tatapan tajam. Ia tidak peduli Nyonya Julia melakukan apa terhadapnya. Yang ia inginkan agar Putra dan suaminya baik-baik saja. Nyonya Julia melepaskan lakban penutup mulut Olivia dengan kasar. membuat Olivia merintih kesakitan.


Tetapi Olivia sama sekali tidak melakukan itu dan membiarkan Nyonya Julia memperlakukannya sesuka Hati. Nyonya Julia penuh emosi, karena Olivia tak kunjung berbicara kepada tuan Gladuks. Hingga Nyonya Julia pun menghempaskan tubuh Olivia hingga kepala Olivia terbentur ke tembok yang ada di sana.


Membuat Olivia langsung tidak sadarkan diri. Aska yang menyaksikan itu semua merasa tidak tega. Ia menghampiri Olivia dan melihat banyak darah segar yang keluar dari pelipis Olivia.


"Apa yang Anda lakukan nyonya? jika Nyonya Olivia mati maka anda tidak akan mendapatkan apa-apa dari keluarga Gladuks.


" Anda harus mengontrol diri, lihat karena emosi Nyonya, kondisi Olivia saat ini sangat lemah. Saya tidak yakin dia dapat bertahan sampai Daniel datang. Jika Daniel mengetahui istrinya sudah tiada, maka Daniel tidak akan memberikan ampun kepada Nyonya Dan kita semua yang ada di sini.


Berhenti menyiksanya. Karena tubuhnya sudah terlihat lemah. lebih baik nyonya fokus Bagaimana caranya agar Tuan Daniel memberikan uang tebusan, daripada Anda harus menyiksa Olivia." ucap Aska yang mampu membuat Nyonya Julia langsung terdiam.

__ADS_1


Nyonya Julia tidak mampu berkata apa-apa lagi. Saat ini nyonya Julia menatap Aska dengan tatapan tajam. "Bereskan dia, jangan sampai dia mati sebelum Daniel memberikan uang tebusan." perintah Nyonya Julia dan pak Hendarson kepada anak buah mereka yang ada di sana. lalu Nyonya Julia dan Hendarson pergi meninggalkan gedung tua itu.


Tampak Aska membersihkan darah segar yang mengalir begitu deras di pelipis Olivia. ia Pun mengambil peralatan P3K seadanya yang ada di dalam mobil yang mereka gunakan ketika menculik Olivia. Sementara yang lain hanya menatap Aska membantu Olivia.


Tanpa ada niatan sama sekali untuk membantu Aska supaya Olivia cepat sadar dari pingsan. Dan mereka memilih untuk menikmati alkohol yang sudah mereka beli sebelumnya. Tetapi itu kesempatan bagi Aska untuk menghubungi keluarga Olivia.


Tetapi ia bingung menghubungi nomor siapa, ketika Daniel membersihkan luka milik Olivia. Olivia kembali tersadar. Perlahan Olivia membisikkan sesuatu kepada Aska dan memberitahu nomor ponsel suaminya. Agar Aska dapat menghubungi Daniel dan memberitahu tempat mereka saat ini berada.


Diam-diam Aska mengirim pesan WhatsApp kepada Daniel. Agar Daniel menyelamatkan Olivia dari sana. Setelah Olivia memberikan nomor ponsel itu, kepada Aska entah karena tubuhnya yang semakin lemah membuat Olivia kembali pingsan.


Hal itu membuat Aska semakin khawatir. Aska pun memanggil rekan-rekannya yang ada di sana. Tetapi tak satupun yang peduli dan memilih menikmati alkohol yang ada di hadapan mereka. "Ya Allah semoga Tuan Daniel cepat menemukan tempat ini." gumamnya dalam hati sembari langsung menghapus pesan Whatsapp yang ia kirimkan kepada Daniel. Agar jika Nyonya Julia melakukan pemeriksaan kepada ponsel milik mereka masing-masing, pesan WhatsApp itu tidak ditemukan olehnya.


Sementara di tempat lain, Daniel yang sudah mendapatkan pesan Whatsapp dari Aska pun langsung meminta kepada Alex, Arif dan beberapa anak buahnya untuk segera menyelamatkan Olivia. Tak lupa Daniel juga meminta kepada Alex untuk meminta bantuan dari pihak Kepolisian.


BERSAMBUNG......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN

__ADS_1


__ADS_2